Gajah Sinta-Deo Sulit Dilepasliarkan, Anaknya Kelak Bisa Kembali ke Alam

Kalimantan Timur

Gajah Sinta-Deo Sulit Dilepasliarkan, Anaknya Kelak Bisa Kembali ke Alam

Riani Rahayu - detikKalimantan
Minggu, 27 Sep 2026 20:45 WIB
Gajah Deo dan Sinta di Tabang Zoo, Kukar, Kaltim (dok BKSDA Kaltim)
Foto: Gajah Deo dan Sinta di Tabang Zoo, Kukar, Kaltim (dok BKSDA Kaltim)
Kutai Kartanegara -

Gajah sumatera Deo dan Sinta yang kini berada di Tabang Zoo, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), sulit untuk kembali dilepasliarkan ke alam. Namun, peluang berbeda bisa terbuka bagi anak keduanya jika Deo dan Sinta nantinya berkembang biak.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, M Ari Wibawanto mengatakan Deo dan Sinta sudah terlalu lama hidup dalam perawatan kebun binatang. Kondisi tersebut membuat peluang keduanya untuk kembali hidup secara liar menjadi sangat kecil.

"Agak berat. Karena dari awal dia sudah di kebun binatang," ujar Ari kepada detikKalimantan, Minggu (27/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deo dan Sinta diketahui tidak hanya pernah berada di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta. Sebelum dipindahkan ke sana, kedua gajah tersebut lebih dulu berada di kebun binatang di Semarang.

"Unreleasable. Enggak bisa dilepaskan lagi," tegasnya.

Meski Deo dan Sinta sulit kembali ke habitat alami, Ari menyebut peluang pelepasliaran bisa terbuka bagi keturunannya. Kemungkinan tersebut dapat dikaji apabila keduanya nantinya kawin dan menghasilkan anak selama berada di Tabang Zoo.

"Misalkan kalau Deo dan Sinta kawin di sana menghasilkan keturunan, kemungkinan anaknya akan kita ambil untuk dilepaskan lagi ke alam. Tapi yang jelas bahwa untuk melakukan kegiatan-kegiatan itu memang perlu ada kajian-kajian yang harus dipenuhi," jelasnya.

Namun, anak Deo dan Sinta tidak serta-merta dapat dilepasliarkan setelah lahir. BKSDA harus melakukan serangkaian kajian untuk menentukan apakah individu tersebut memenuhi syarat untuk hidup di habitat alami.

"Jadi tidak sembarangan. Baik dari kajian fisik, morfologis, dan kajian pelepasliarannya, lokasinya memenuhi syarat atau tidak dan sebagainya. Jadi butuh masukan dari para ahli juga terkait hal ini," katanya.

Deo dan Sinta sebelumnya dipindahkan dari Gembira Loka Zoo ke Tabang Zoo setelah jumlah gajah yang ditampung di kebun binatang tersebut berlebih. BKSDA kemudian mencari lokasi yang dinilai mampu melakukan perawatan terhadap dua gajah jinak tersebut.

"Pemindahan gajah Deo dan Sinta ke Kaltim itu didasarkan pertama, karena overload gajah yang ada di Gembira Loka, Yogyakarta. Selain itu gajah ini sudah jinak, kita mencari lokasi atau tempat yang bisa melakukan perawatan yang baik," pungkasnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads