Kenapa Kalimantan Tak Punya Gunung Berapi? Ini Penjelasan Ilmiah BMKG

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 10 Sep 2026 13:31 WIB
Hijaunya hutan Kalimantan yang menjadi paru-paru dunia/Foto: Rachman Haryanto
Balikpapan -

Kalimantan menjadi satu-satunya pulau besar di Indonesia yang tidak memiliki gunung berapi aktif. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), itu terjadi karena Kalimantan tidak berada tepat pada zona subduksi aktif yang dapat membentuk rangkaian gunung api.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Balikpapan (Pusat Gempabumi Regional XI), Andi Azhar Rusdin mengatakan pembentukan gunung berapi berkaitan erat dengan pergerakan lempeng tektonik. Sementara kondisi tektonik Kalimantan saat ini berbeda dengan wilayah Indonesia yang memiliki rangkaian gunung api aktif.

"(Tak ada gunung berapi) Karena Kalimantan tidak berada tepat pada zona subduksi aktif yang menghasilkan busur gunung api seperti Jawa, Sumatera, Maluku," ujar Andi kepada detikKalimantan, Kamis (10/9/2026).

Andi menjelaskan zona subduksi merupakan wilayah pertemuan dua lempeng tektonik, di mana salah satu lempeng bergerak ke bawah lempeng lainnya. Pada proses inilah, dua lempeng tektonik saling mendekat atau konvergen hingga lempeng yang lebih padat menunjam ke bawah lempeng lainnya.

"Ketika lempeng tenggelam semakin dalam ke mantel bumi, suhu dan tekanan meningkat. Air dan zat volatil dari kerak samudra yang terdorong keluar menurunkan titik leleh batuan di sekitarnya, sehingga terbentuklah magma," jelasnya.

Magma yang memiliki massa jenis lebih ringan dibandingkan batuan padat di sekitarnya kemudian bergerak naik melalui celah atau retakan. Apabila berhasil mencapai permukaan, magma keluar menjadi lava yang dalam proses panjang dapat membentuk gunung berapi.

"Magma ini perlahan naik melalui celah atau retakan di atas lempeng. Magma yang berhasil mencapai permukaan bumi keluar sebagai lava. Tumpukan lava dan material vulkanik lain yang mendingin dari waktu ke waktu membentuk kerucut gunung api," terangnya.

Kondisi tersebut yang tidak terjadi di Kalimantan saat ini. Bahkan menurut Andi, belum terdapat indikasi adanya proses pembentukan busur gunung api baru di pulau tersebut.

"Dalam skala waktu manusia, sangat kecil kemungkinannya. Dari perspektif geologi, kita tidak bisa mengatakan 'mustahil selamanya', karena konfigurasi lempeng bumi terus berubah," ungkapnya.

"Tetapi berdasarkan kondisi tektonik saat ini, tidak ada dasar ilmiah untuk mengatakan bahwa Kalimantan akan segera memiliki gunung api. Tidak ada indikasi bahwa Kalimantan sedang mengalami proses pembentukan busur gunung api baru," tegasnya.



Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork