Kalimantan tidak hanya dikenal dengan hamparan hutan hujan tropisnya yang lebat, tetapi juga pesona ekosistem pesisirnya. Ada sejumlah hutan bakau atau mangrove yang menjadi benteng alami pencegah abrasi, habitat satwa, sekaligus destinasi eduwisata unggulan.
Pentingnya keberadaan hutan bakau menjadi perhatian internasional dengan ditetapkannya Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli. Peringatan ini mengajak kita semua untuk merawat hutan bakau demi terjaganya ekosistem alam.
Berikut adalah ulasan dari enam kawasan mangrove paling hits di Kalimantan, yang cocok untuk dijadikan destinasi wisata alam dan edukasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan (KKMB) Tarakan
- Lokasi: Jl Gajah Mada, Karang Rejo, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
- Tiket: Rp 5 ribu
Seekor bekantan (Nasalis larvatus) duduk di pinggir batang pohon. Bekantan ini merupakan salah satu logo taman rekreasi di Jakarta Utara. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA |
KKMB adalah paru-paru kota seluas lebih dari 21 hektare yang posisinya sangat strategis karena berada tepat di pusat keramaian dan tak jauh dari Bandara Juwata. Kawasan ini merupakan rumah alami bagi satwa bekantan (Nasalis larvatus), primata endemik berhidung panjang yang menjadi maskot wisata kota.
Pengunjung dapat menyusuri jembatan kayu ulin yang nyaman sambil mengamati berbagai formasi akar bakau. Selain akses yang mudah, jalur pedestrian kayunya yang bersih menjadi daya tarik bagi wisatawan.
2. Mempawah Mangrove Park (MMP)
- Lokasi: Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
- Tiket: Rp 5 ribu
Dibangun sebagai langkah mitigasi abrasi pantai sejak 2011, MMP kini tampil sebagai destinasi yang sangat instagenic. Fasilitas di dalamnya seperti jalur pejalan kaki dan spot foto dicat dengan warna-warni yang cerah.
Daya tarik utamanya adalah pemandangan laut lepas dengan latar Pulau Penibung yang jaraknya sekitar 800 meter dari pantai. Pemandangan semakin memukau saat sunset atau matahari terbenam.
3. Mangrove Center Graha Indah Balikpapan
- Lokasi: Perumahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
- Tiket: Gratis, Sewa perahu: Rp 300 ribu per perahu
Pusat Mangrove Graha Indah, Balikpapan Foto: RedDoorz/Istimewa |
Diinisiasi sebagai gerakan lingkungan independen, area seluas 150 hektare ini menawarkan sensasi ekowisata yang unik. Daya tarik utamanya adalah menyusuri lorong-lorong sungai bakau menggunakan perahu kelotok.
Kawasan ini juga menjadi habitat bagi kawanan bekantan. Namun tetap waspada karena tempat tersebut juga menjadi habitat buaya muara.
4. Mangrove Margo Mulyo Balikpapan
- Lokasi: Jl AMD Gang 4, Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kawasan mangrove ini difungsikan secara komprehensif sebagai taman konservasi kota dan pusat edukasi lingkungan. Terdapat menara pandang dan jembatan kayu panjang yang membelah rimbunnya vegetasi
Jalur sungainya tembus langsung ke kawasan laut, menjadikannya salah satu titik terbaik untuk menangkap siluet senja Balikpapan.
5. Bontang Mangrove Park
- Lokasi: Jl Cut Nyak Dien, Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kawasan Taman Nasional Kutai).
- Tiket: Rp 20 ribu - Rp 30 ribu
Bontang Mangrove Park. (dok DJKN) Foto: Bontang Mangrove Park. (dok DJKN) |
Dengan luas hamparan sekitar 279 hektare, Bontang Mangrove Park adalah eduwisata percontohan nasional. Fitur ikoniknya adalah titian kayu ulin sepanjang 2,15 kilometer yang terawat sangat baik, serta menara pandang setinggi 10 meter.
Kawasan ini menjadi salah satu percontohan terkait kolaborasi pelestarian alam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Tempat ini cocok dijadikan lokasi untuk berolahraga pagi dan healing.
6. Mangrove Wildlife Berbas Beach Bontang
- Lokasi: Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
- Tiket: Rp 5 ribu
Berada tak jauh dari kawasan permukiman dan pelabuhan, destinasi ini menyuguhkan lanskap bakau pesisir yang otentik. Tempat ini sering dijadikan persinggahan warga untuk beristirahat sore, menanti matahari terbenam yang menembus celah dedaunan bakau, dan menikmati angin laut secara langsung.
Nah, itulah 6 hutan mangrove atau bakau paling hits di Kalimantan. Beberapa di antaranya merupakan habitat bekantan. Ingat, jangan memberi makan bekantan agar mereka tidak kehilangan insting di alam liar.



