Kenapa Hutan Kalimantan Dijuluki Paru-paru Dunia

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 09 Jul 2026 07:01 WIB
Hutan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: dok sungaiwain.org
Samarinda -

Jika ditanya apa yang pertama kali terlintas saat mendengar kata Kalimantan, apa yang terlintas di benak detikers? Mungkin hutan adalah salah satunya.

Di berbagai media sosial seperti X, Instagram, maupun TikTok, masih banyak yang mengira Kalimantan itu seakan-akan pulau yang isinya hutan lebat tanpa peradaban. Berbagai candaan juga muncul, seperti orang Kalimantan bepergian naik babi hutan.

Fenomena itu bukanlah tanpa alasan. Kalimantan memang dikenal sebagai paru-paru dunia sejak dulu. Jauh sebelum itu, para penjelajah Eropa pada abad ke-19 juga menggambarkan Borneo sebagai pulau yang hampir seluruh wilayahnya tertutup hutan lebat. Walaupun sekarang sebagian bentang alamnya telah berubah akibat pembangunan dan alih fungsi lahan.

Lantas, mengapa Kalimantan begitu identik dengan hutan? Seberapa luas hutannya saat ini? Apa saja isi hutan Kalimantan dan bagaimana kondisinya sekarang? Yuk, kita ulas.

Kalimantan Memiliki Salah Satu Hutan Hujan Tertua di Dunia

Salah satu alasan utama Kalimantan terkenal adalah karena pulau ini menjadi rumah bagi hutan hujan tropis tertua di dunia, seperti yang dikutip dari Silicon Canals. Para ilmuwan memperkirakan hutan di Pulau Borneo telah ada selama sekitar 130-140 juta tahun dan mampu bertahan melewati berbagai perubahan iklim yang menyebabkan hutan di kawasan lain mengalami kepunahan.

Karena usianya yang sangat tua, proses evolusi flora dan fauna di sana berlangsung sangat lama. Hal ini yang jadi salah satu alasan mengapa Kalimantan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi.

Pulau Kalimantan sendiri memiliki luas sekitar 743.330 kilometer persegi sekaligus dinobatkan sebagai pulau terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan Papua. Sekitar 73 persen wilayah Borneo berada di Indonesia, sedangkan sisanya masuk wilayah Malaysia (Sabah dan Sarawak) serta Brunei Darussalam. Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), kawasan Heart of Borneo saja memiliki luas sekitar 22 juta hektare yang membentang di tiga negara.




(des/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork