Orang utan liar yang keluar masuk kebun warga di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) disebut mulai kehilangan rasa takut terhadap manusia. Satwa dilindungi itu bahkan tetap bertahan meski dihalau warga karena habitatnya kini terkepung aktivitas tambang.
Hal ini terungkap saat tim Jurnalis Penulis Alam (JPA) yang terdiri dari delapan jurnalis media nasional dan lokal melakukan investigasi mandiri ke Kilometer 10, Desa Tebangan Lembak pada 20 Juni 2026. Saat balik dan mencoba mampir ke rumah salah satu warga bernama Rachmad Purnomo pada sore harinya, ia mengungkapkan, jika siang harinya orang utan baru masuk ke pekarangannya.
Dari video yang dibagikannya, terlihat satu individu orang utan itu mengambil pisang yang ada di bawah rumahnya. Rachmad mengatakan kemunculan orang utan di kebun maupun sekitar rumah bukan lagi peristiwa langka karena hampir setiap saat satwa itu dapat dijumpai mencari makan.
"Yang diharapkan hanya hasil pisang dan sawit. Tapi untuk orang utan, karena habitatnya sudah dikelilingi tambang, kami sudah tidak bisa lagi menghalau atau berbuat apa-apa. Diasapi pun mereka sudah tidak peduli, sudah biasa dengan manusia. Tidak ada lagi rasa takut atau menghindar dari mereka," ujarnya kepada awak media, Senin (22/6/2026).
Menurut Rachmad, perubahan perilaku itu terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu orang utan cenderung menjauh ketika bertemu manusia, kini mereka justru kerap masuk ke lahan warga saat lapar.
"Kalau sudah waktunya lapar, mereka masuk lahan warga begitu saja," kata dia.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Orang Utan Mati gegara Karhutla-Prabowo ke Rusia"
(des/des)