Kalimantan punya berbagai tumbuhan dan hewan endemik yang hanya hidup di pulau ini. Bagaimana tidak, dengan luas 743.330 km persegi, Kalimantan menopang ribuan spesies unik yang belum banyak dikenal masyarakat luas.
Di antara kekayaan itu, ada satu buah khas Kalimantan yang namanya masih jarang terdengar oleh banyak orang. Jika dilihat dari luar, buah ini memiliki bentuk yang mirip dengan kelengkeng dan mirip juga buah leci, buah ihau namanya.
Karena kemiripannya dengan kelengkeng, buah ihau sering disebut sebagai kelengkeng hutan. Namun sebenarnya buah ini punya karakteristik khas yang beda dari buah lainnya hingga membuatnya istimewa sebagai buah khas Kalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asal-usul dan Klasifikasi Buah Ihau
Pohon ihau tumbuh secara alami di kawasan hutan tropis Kalimantan. Tanaman ini umumnya ditemukan di hutan primer maupun hutan sekunder yang masih terjaga ekosistemnya.
Berbeda dengan kelengkeng, pohon ihau sebagian besar masih tersebar luas di hutan, dan biasanya para penjual ihau juga memanen buah ini dari pedalaman hutan. Inilah yang membuat keberadaan buah ihau cukup langka dan sangat bergantung pada kondisi alam.
Disadur dari Ensiklopedia Tanaman Endemik Indonesia, ihau termasuk dalam keluarga yang sama dengan kelengkeng, yaitu Dimocarpus longan. Secara ilmiah, buah ihau memiliki nama lengkap Dimocarpus longan ssp. malesianus var. malesianus. Nama ini menunjukkan bahwa ihau masih termasuk dalam spesies yang sama dengan kelengkeng, tetapi berada pada subspesies dan varietas yang berbeda. Penambahan varietas tersebut bertujuan untuk membedakan ihau dari kelengkeng budidaya yang umum dijumpai di pasaran.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, varietas diartikan sebagai kelompok tanaman dalam satu spesies yang memiliki ciri khusus tertentu, baik dari segi bentuk, habitat, maupun morfologinya. Hal inilah yang membedakan ihau dari kelengkeng biasa, walaupun secara genetik masih sangat berkerabat dekat.
Mari kita lihat lebih lengkap dari segi taksonomi. Buah ihau memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales
Famili: Sapindaceae
Genus: Dimocarpus
Spesies: Dimocarpus longan
Subspesies: malesianus
Varietas: malesianus
Dari klasifikasi di atas, dapat diketahui bahwa ihau dan kelengkeng berada dalam famili, genus, dan spesies yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada tingkat subspesies dan varietas.
Persamaan dan Perbedaan Ihau dengan Kelengkeng
Buah ihau khas Kalimantan yang mirip leci dan kelengkeng. Foto: Shutterstock |
Sebagai satu spesies, ihau dan kelengkeng memiliki sejumlah persamaan, seperti bentuk buah yang bulat, daging buah berwarna bening, serta rasa yang cenderung manis dan segar. Aroma buahnya pun tidak jauh berbeda.
Di samping itu, terdapat pula beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Kulit buah ihau memiliki tekstur berduri tumpul menyerupai leci, sedangkan kelengkeng yang biasa dijumpai berkulit halus.
Ihau juga tumbuh secara alami di hutan, sementara kelengkeng umumnya dibudidayakan di kebun atau perkebunan. Selain itu, ukuran buah ihau cenderung lebih kecil dan produksinya tidak sebanyak kelengkeng hasil budidaya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ihau bukanlah buah yang berbeda jenis dari kelengkeng, melainkan masih satu spesies. Perbedaannya terletak pada varietas, habitat, serta morfologinya yang khas.
Musim Panen Buah Ihau
Buah ihau memiliki musim berbuah tertentu. Umumnya masa panen ada pada bulan Desember hingga Februari. Pada waktu ini, pohon ihau akan dipenuhi buah matang yang siap dipetik oleh masyarakat sekitar maupun menjadi santapan satwa liar di hutan.
Musim berbuah ini juga menjadi momen yang ditunggu-tunggu karena selain untuk dikonsumsi langsung, buah ihau juga akan diperjual belikan, walaupun dalam jumlah terbatas karena ketersediaannya yang masih bergantung pada kondisi hutan.
Dari sisi ilmiah, ihau dan kelengkeng memang berasal dari spesies yang sama, yaitu Dimocarpus longan. Perbedaannya terletak pada subspesies dan varietas, sehingga memiliki ciri fisik, habitat, serta pola pertumbuhan yang berbeda. Ihau tumbuh liar di hutan tropis Kalimantan, sementara kelengkeng lebih banyak dibudidayakan.
Itulah dia perbedaan antara buah ihau dan kelengkeng yang tampak sama. Bagaimana detikers, bisa membedakannya?
(aau/aau)

