Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari meraih penghargaan detiktimur Awards 2026 kategori Digitalisasi Tata Kelola Pendapatan dan Birokrasi. Wali Kota Kendari Sisa Karina Imran berharap trofi ini menjadi motivasi untuk terus memajukan daerah.
"Semoga dengan pemberian award detikcom ini bisa terus memberikan kami semangat untuk terus bekerja demi kemajuan daerah kita tercinta Kota Kendari," kata Siska usai menerima trofi detiktimur Awards di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (8/8/2026).
Siska mewakili Pemkot dan masyarakat Kendari mengapresiasi detikcom yang telah memberikan penghargaan. Siska menegaskan Kota Kendari menjadi satu-satunya wilayah di Sulawesi Tenggara yang menjadi penerima penghargaan detiktimur Awards 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan kami tentu terus bekerja sama dengan kami Pemerintah Kota Kendari bagaimana terus mengembangkan potensi-potensi yang ada di kota Kendari," tegas Siska.
Dia juga berharap agar segala potensi Kota Kendari terus diinformasikan kepada khalayak. Siska berkomitmen untuk terus menggalakkan pembangunan di Kendari demi kesejahteraan masyarakat.
"Mohon juga bantuannya untuk segala potensi daerah kami terus announce terus diinformasikan, dipromosikan agar supaya Kota Kendari lebih dikenal lagi, bukan hanya di sisi wilayah timur namun secara nasional dan juga secara global," terangnya.
detiktimur Awards 2026 merupakan program yang digagas detikSulsel sebagai regional detikcom untuk wilayah Indonesia timur. Ajang ini menjadi bentuk apresiasi kepada para tokoh, institusi, lembaga, BUMD, hingga korporasi yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan di kawasan Indonesia timur.
Penghargaan ini diharapkan memberikan semangat berinovasi dan berkolaborasi dalam membangun Indonesia Timur terus tumbuh. detiktimur Awards menjadi komitmen detikSulsel untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang kredibel.
Sementara Pemkot Kendari mendapat penghargaan berkat upaya mendorong transformasi digital sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya di bidang pengelolaan pendapatan daerah. Salah satu inovasi utamanya ialah penerapan pembayaran retribusi secara digital menggunakan QRIS dan integrasi dengan Sistem Informasi Retribusi Daerah (Sirida).
Transformasi digital itu turut diimplementasikan melalui aplikasi Gerak Cepat yang memudahkan masyarakat mengakses layanan hingga tingkat kelurahan. Sistem itu bisa digunakan masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak dan retribusi secara nontunai menggunakan barcode QRIS yang terhubung langsung dengan data wajib pajak maupun wajib retribusi.
(sar/hsr)
