Bekantan, Primata Endemik Kalimantan yang Jago Berenang

Bekantan, Primata Endemik Kalimantan yang Jago Berenang

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Senin, 26 Jan 2026 12:00 WIB
monyet endemik kalimantan
Bekantan Kalimantan. Foto: (Thinkstock)
Samarinda -

Bekantan merupakan primata yang unik. Sebagian besar primata menghabiskan hidupnya di pepohonan dan cenderung menghindari perairan, karena sungai dan rawa bukan lingkungan yang nyaman bagi kebanyakan spesies ini. Namun, salah satu primata endemik Kalimantan ini justru terbiasa berhadapan dengan air, karena hidup di wilayah yang didominasi sungai, rawa, dan hutan mangrove.

Dari lingkungan inilah bekantan (Nasalis larvatus) punya kemampuan yang jarang dimiliki primata lain, berenang dan menyeberangi sungai! Bekantan banyak ditemukan di sepanjang tepi sungai, kawasan mangrove, serta rawa air tawar hingga payau di Pulau Kalimantan. Kedekatan dengan perairan membentuk pola hidup dan adaptasi fisiknya, termasuk kebiasaan bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain melalui jalur air.

Keunikan ini juga yang membuat bekantan dikenal dan kemudian ditetapkan sebagai ikon serta maskot Provinsi Kalimantan Selatan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan lengkap tentang kemampuan unik bekantan yang hidup berdampingan dengan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bekantan perenang di Kalimantan.Bekantan perenang di Kalimantan. Foto: Dok. WWF Indonesia

Bentuk Tubuh Adaptif untuk Berenang

Salah satu fakta paling menarik tentang bekantan adalah kemampuan berenangnya yang aktif. Berbeda dengan banyak primata lain yang menghindari air, bekantan sangat nyaman bergerak di permukaan air.

Dikutip dari BKSDA Kaltim, bekantan menggunakan sungai sebagai jalur penghubung antar wilayah. Dalam beberapa pengamatan, bekantan terlihat menyeberangi sungai selebar puluhan hingga ratusan meter.

Sejumlah pengamatan juga menunjukkan bahwa bekantan tidak hanya berenang di permukaan air. Dalam kondisi tertentu, satwa ini mampu menyelam dan berenang di bawah permukaan sungai.

Perilaku ini biasanya dilakukan saat mereka berpindah wilayah, mencari sumber makanan baru, atau menghindari ancaman predator. Fakta ini menjadikan bekantan sebagai salah satu primata dengan kemampuan berenang paling baik di dunia menurut National Geographic.

Kemampuan ini didukung oleh kondisi fisik yang dimiliki bekantan. Primata ini memiliki jari kaki dan tangan agak berselaput (partially webbed) yang mempermudah mereka mengayuh air dan bergerak lebih efisien ketika berenang atau menyeberangi sungai. Adaptasi seperti ini tergolong langka di kalangan primata, karena sebagian besar monyet tidak memiliki struktur kaki yang mendukung aktivitas berenang jarak jauh.

Selain jari yang berselaput, bekantan juga memiliki tubuh yang relatif besar dan berisi. Kondisi tersebut yang membantu daya apung ketika berada di air.

Otot lengan dan kaki yang kuat memungkinkan mereka mengayuh air dengan stabil, bahkan saat menyeberangi sungai yang cukup lebar. Kombinasi antara struktur tubuh dan kebiasaan hidup di lingkungan rawa membuat bekantan jauh lebih adaptif dibandingkan primata lain yang hidup di hutan.

Berenang untuk Bertahan Hidup

Penelitian di area konservasi Bekantan Rescue Center memantau perilaku bekantan menunjukkan bahwa mereka menghabiskan sebagian besar waktu untuk beristirahat, makan, dan bergerak, tapi ketika bergerak, kebanyakan pergerakan melibatkan lintasan yang berdekatan atau melalui jalur air.

Karena habitatnya berada dekat dengan sungai dan rawa, maka kondisi tersebut sangat menentukan pola pergerakan dan pemilihan tempat tidur bekantan.

Berdasarkan studi Riverine refuging by proboscis monkeys (Nasalis larvatus) and sympatric primates: Implications for adaptive benefits of the riverine habitat yang dilakukan Matsuda dkk. membuktikan bahwa bekantan memilih lokasi pohon tinggi dekat sungai sebagai titik peristirahatan di malam hari.

Kebiasaan berkumpul di area riparian (batas antara perairan dan daratan) menguntungkan bekantan karena sungai adalah akses tercepat untuk menyeberang dan menjadi rute pelarian saat menghadapi ancaman.

Selain itu, penelitian di kawasan Menanggul River (Sabah, Malaysia) menunjukkan bahwa bekantan dan primata lain yang hidup di sepanjang sungai cenderung memanfaatkan habitat riparian untuk menunjang kehidupan mereka, bahkan saat tidur.

Ancaman Kepunahan Bekantan

Meskipun memiliki kemampuan unik, bekantan saat ini menghadapi berbagai ancaman serius. Status bekantan termasuk terancam punah (endangered) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) karena hilangnya habitat akibat deforestasi, perluasan lahan, hingga perburuan.

Kelestarian bekantan sangat bergantung pada perlindungan habitat sungai, mangrove, dan hutan rawa, karena tanpa lingkungan ini, kemampuan berenang mereka tidak lagi mendukung dan populasi bisa terus menurun.

Keseluruhan perilaku dan adaptasi bekantan di atas menunjukkan betapa eratnya hubungan primata ini dengan ekosistem sungai, rawa, dan mangrove. Keunikan ini justru harusnya menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian habitat riparian dan mangrove agar bekantan tetap dapat bertahan di alam liar.

Semoga fakta menarik bekantan ini bisa meningkatkan semangat kita untuk menjaga ekosistemnya sehingga bekantan terlindungi dari ancaman kepunahan.

Halaman 2 dari 3
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads