Hypochrysops Borneensis, Spesies Kupu-kupu Baru dari Kalimantan

Hypochrysops Borneensis, Spesies Kupu-kupu Baru dari Kalimantan

Trisna Wulandari - detikKalimantan
Kamis, 25 Des 2025 10:58 WIB
Hypochrysops khusus, Hypochrysops borneensis, dan Hypochrysops latebras.  Β©Chris MΓΌller
Foto: Hypochrysops khusus, Hypochrysops borneensis, dan Hypochrysops latebras. Β©Chris MΓΌller
Balikpapan -

Sebanyak 262 spesies baru telah dideskripsikan pada tahun 2025. Dengan pendeskripsian ini, ratusan makhluk hidup tersebut resmi punya nama ilmiah.

Dikutip detikEdu dari laman Natural History Museum (NHM) Inggris, mayoritas spesies yang berhasil dideskripsikan tahun ini adalah kupu-kupu dan ngengat.

Salah satunya adalah Hypochrysops borneensis, kupu-kupu Indonesia dari Kalimantan. Kupu-kupu tersebut ditemukan siang hari, saat sedang terbang tinggi di atas puncak bukit hutan hujan Kalimantan. Kupu-kupu permata ini mempunyai sayap berwarna oranye bergaris-garis hitam tebal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di antara penemuan yang paling spektakuler adalah kupu-kupu permata dalam genus Hypochrysops. Dalam penilaian ulang besar-besaran yang dipimpin oleh rekan ilmiah Museum, John Tennent, para peneliti meninjau kembali kelompok kupu-kupu berwarna-warni ini, banyak di antaranya memiliki sayap biru metalik, hijau, dan oranye," tulis laman NHM dalam bahasa Inggris.

Kupu-kupu permata (jewels) dari Genus Hypochrysops dipandang sebagai kupu-kupu yang sangat cantik. Sejumlah spesiesnya memiliki sayap metalik berwarna biru, hijau, dan oranye.

Rekan ilmiah NHM, John Tennent, menulis penilaian ulang masif terhadap Hypochrysops. Berdasarkan penelusuran tim peneliti, banyak kupu-kupu baru ini berasal dari kepulauan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Papua Nugini.

Hypochrysops russelli dikenal dari satu spesimen yang dikumpulkan di Papua Nugini pada tahun 1969. Habitat hutannya sejak itu telah rusak parah, menimbulkan pertanyaan tentang apakah spesies ini masih bertahan hidup di alam liar.

Sebelumnya, peneliti Chris J MΓΌller dan W John Tennent melaporkan spesies Hypochrysops akirai, kupu-kupu permata dari Pulau Waigeo, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya, dalam jurnal Suara Serangga Papua (2014).

Pada jurnal yang sama, ia juga menyebut Hypochrysops coelisparsus, kupu-kupu permata di barat Garis Wallace, pemisah Sulawesi dengan Kalimantan.

Bukti Spesies Langka dan Punah Pernah Ada

Spesies negara tetangga, Papua Nugini, juga menjadi sangat penting karena hanya dikenal dari satu spesimen museum saja. Spesies tersebut berupa kupu-kupu permata Hypochrysops russelli.

Kupu-kupu ini pertama kali diperoleh dari Papua Nugini pada 1969. Namun, dengan degradasi hutan habitatnya 50 tahun terakhir, peneliti tidak benar-benar tahu apakah masih ada individu H. russelli yang bertahan hidup di alam liar.

Sayangnya, kupu-kupu permata H. russelli bukan satu-satunya spesies yang dikenal dari satu-satunya spesimen di museum. Menurut NHM, kondisi ini menunjukkan pentingnya koleksi spesimen yang terawat. Setidaknya, dengan cara ini, masih ada catatan yang diketahui bahwa suatu spesies pernah hidup di Bumi.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads