Cerita Warga Pontianak Temukan Rafflesia Hasseltii di Perbatasan RI-Malaysia

Cerita Warga Pontianak Temukan Rafflesia Hasseltii di Perbatasan RI-Malaysia

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 30 Nov 2025 16:02 WIB
Rafflesia hasseltii ditemukan mekar di Hutan Lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Sambas.
Rafflesia hasseltii ditemukan mekar di Hutan Lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Sambas. Foto: Dok. Pribadi Agri Aditya
Sambas -

Rafflesia hasseltii ternyata cukup sering ditemukan di Kalimantan Barat. Tepatnya di kawasan hutan lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Warga yang menjelajah hutan hujan tropis menuju Mercusuar Tanjung Datuk, kerap menemukan spesies tumbuhan parasit itu bermekaran di jalur pendakian. Salah satunya warga Pontianak bernama Agri Aditya.

"Saya pernah melihat langsung bunga Rafflesia Hasseltii mekar sempurna di kawasan hutan hujan tropis kawasan hutan lindung Desa Temajuk," kata Agri kepada detikKalimantan, Minggu (30/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rafflesia hasseltii merupakan spesies tumbuhan parasit dari genus Rafflesia dan famili Rafflesiaceae yang diinangi oleh beberapa spesies Tetrastigma. Rafflesia hasseltii memiliki variasi bentuk, warna, dan pola yang paling luas dibandingkan semua rafflesia.

Tumbuhan ini berasal dari Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Di Sumatera, peneliti membutuhkan waktu 13 tahun untuk menemukan kembali Rafflesia Hasseltii. Sementara di hutan lindung Desa Temajuk yang merupakan kawasan Perbatasan RI-Malaysia, masyarakat dengan mudah menemukannya.

Agri bercerita, ia bersama tiga temannya melakukan tracking menuju Mercusuar Tanjung Datuk melewati hutan lindung Desa Temajuk pada 29 Juni 2025 lalu. Mereka menempuh perjalanan santai sekitar enam jam, dipandu oleh seorang petugas mercusuar bernama Unyil.

Setelah berjalan kaki melintasi hutan lebat selama satu jam, rombongan tanpa sengaja menemukan Rafflesia hasseltii yang sedang mekar sempurna. Mereka termasuk orang yang sangat beruntung. Agri pun segera mengabadikan momen itu dan mengaku sangat takjub. Begitu juga teman-temannya.

"Itu pengalaman kedua saya bertemu langsung dengan bunga Rafflesia Hasseltii yang mekar sempurna. Saya pernah bertemu dengan Rafflesia Tuan-Mudae di Singkawang pada tahun 2006," ujar Agri.

Ia mengatakan, bunga Rafflesia hasseltii yang ia temui memiliki diameter sekitar 30 sampai sentimeter. Memang sedikit lebih kecil dari yang ditemukan di Sumatra, namun ciri fisiknya sangat khas: pola corak yang acak, lebih besar dan tidak beraturan, serta lubang disk lebih besar, dan warna merah bata yang dominan.

"Aromanya juga lebih menyengat dari Rafflesia Tuan-Mudae yang pernah saya temui di Singkawang sekitar 19 tahun yang lalu. Saya ingat betul karena itu penemuan yang langka," katanya.

Rafflesia hasseltii ditemukan mekar di Hutan Lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Sambas.Rafflesia hasseltii ditemukan mekar di Hutan Lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Sambas. Foto: Dok. Pribadi Agri Aditya

Saat menemukan Rafflesia Hasseltii, Agri dan teman-temannya langsung mengabadikannya dalam foto dan video. Selain satu bunga yang mekar sempurna, mereka juga menemukan lima bunga lain yang masih berbentuk kol atau bonggol. Ada yang kecil sebesar kepalan tangan anak-anak, ada yang sebesar lutut orang dewasa, dan ada yang sebesar kepala-tanda sebentar lagi mekar.

Seorang petugas Mercusuar Tanjung Datuk bernama Aan juga mengatakan sering menemukan tumbuhan jenis Rafflesia di hutan tersebut. Ia mengaku pernah menemukan Rafflesia Tuan-Mudae di lokasi yang tidak jauh dari tempat Agri menemukan Rafflesia Hasseltii.

Menurut Aan, tumbuhan Rafflesia memang beberapa kali muncul di jalur menuju mercusuar, terutama saat musim hujan. Bukan hanya dia, temannya yang bertugas di mercusuar juga sering menemukan Rafflesia Hasseltii sempurna di hutan lindung Desa Temajuk.

"Saya sering melihat bunga-bunga Rafflesia Hasseltii itu mekar. Karena bentuknya mencolok jadi mudah ditemui. Lokasinya ada di beberapa tempat. Biasanya memang sering mekar saat musim hujan seperti sekarang. Terakhir saya bertemu yang mekar tiga bulan lalu," katanya.

Saat pulang dari mercusuar dan melewati jalur yang sama pada Kamis (27/11) malam, Aan melihat bunga yang mekar pada Juni sudah layu. Namun, ia yakin di titik lain kemungkinan masih ada kol atau bahkan bunga yang sedang mekar.

"Nanti kalau ada yang mekar lagi akan saya foto dan videokan. Karena kemarin pulang agak kemalaman, jadi sulit melihatnya," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Top 5: Penemuan Rafflesia hasseltii hingga Pemenang Miss Universe 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads