Petani sawit di Kalimantan Barat (Kalbar) mengeluhkan anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dibeli oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Penurunan harga ini menyentuh angka Rp2.000 atau bahkan Rp1.000, jauh lebih rendah dari harga patokan TBS Rp3.340.
Menanggapi situasi ini, pemerintah daerah dan legislator mendesak pabrik pengolahan untuk mematuhi standar harga yang telah ditetapkan pemerintah provinsi. Langkah konkret telah diambil melalui penerbitan surat edaran oleh kepala daerah guna melarang penetapan harga sepihak oleh perusahaan.
Selain itu, muncul dugaan adanya praktik manipulasi kuota serta permainan timbangan di lapangan yang semakin menyudutkan posisi tawar pekebun mandiri. Pemerintah berkomitmen untuk memperketat pengawasan demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Simak laporan detikKalimantan lainnya dalam berita-berita berikut ini:
- Jerit Petani Sawit Kalbar, Kini Harga Turun Rp 1.000/Kg
- Bupati Ketapang Terbitkan SE, Larang Pabrik Sawit Tetapkan Harga Sepihak
- Wabup Sanggau Duga Ada 'Permainan' di Balik Rendahnya Harga Beli Sawit
- Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Legislator Kalbar Minta Tak Rugikan Petani Sawit
- Pabrik Turunkan Harga Beli Sawit, Pemprov Kalbar Turun Tangan
(des/des)