Benarkah Asam Folat Bisa Cegah Stunting? Cek Faktanya

Benarkah Asam Folat Bisa Cegah Stunting? Cek Faktanya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Minggu, 19 Jul 2026 23:00 WIB
Healthy Weight Gain for Baby or Children Concept, A 2 Years Old Kid Standing on Weight Scales, Top View
Ilustrasi stunting. Foto: Getty Images/iStockphoto/BlackSalmon
Samarinda -

Stunting di Indonesia masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Laporan dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, sekitar 1 dari 5 anak Indonesia atau 21,6% balita masih mengalami stunting.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang terjadi akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Risiko stunting juga tercatat paling tinggi pada anak usia 12-23 bulan dengan prevalensi mencapai 22,4% yang salah satunya dipengaruhi kegagalan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang sesuai kebutuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada berbagai faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Indonesia. Dari sisi ibu hamil misalnya, 18,5% bayi lahir dengan panjang badan kurang dari 48 sentimeter akibat kurangnya asupan protein selama kehamilan. Setelah lahir, rendahnya kualitas pemberian MPASI juga berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi.

Selain itu, kondisi sanitasi yang belum memadai juga berpengaruh. Air minum yang layak serta fasilitas sanitasi yang baik bisa mencegah risiko stunting pada anak.

Melihat banyaknya faktor penyebab di atas, pemerintah melalui Kemenkes secara rutin melakukan sosialisasi cegah stunting di berbagai kalangan masyarakat. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang di dalamnya mengandung asam folat.

Benarkah asam folat dapat mencegah stunting? Dan apa hubungannya?

Apa Itu Asam Folat?

Asam folat merupakan bentuk sintetis dari folat atau vitamin B9, vitamin yang berperan penting dalam pembentukan sel baru, sintesis DNA, pembelahan sel, serta pembentukan sel darah merah.

Tubuh manusia membutuhkan folat dalam jumlah lebih banyak selama kehamilan karena janin mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Kekurangan asam folat dapat mengganggu proses pembentukan organ, jaringan, hingga sistem saraf pusat janin.

World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan seluruh ibu hamil untuk mengonsumsi suplemen asam folat setiap hari agar janin berkembang dengan optimal dan mencegah stunting selama masa pertumbuhannya.

Benarkah Asam Folat Bisa Mencegah Stunting?

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kecukupan asam folat sejak masa sebelum kehamilan hingga selama kehamilan berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting pada anak.

Artikel berjudul Peran Asam Folat pada Masa Kehamilan Terhadap Pencegahan Stunting Pada Anak, merangkum berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa kecukupan asam folat membantu mendukung perkembangan otak janin, menjaga fungsi plasenta tetap optimal, serta memastikan penyaluran nutrisi dari ibu kepada janin berjalan dengan baik.

Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan janin menjadi lebih optimal sehingga risiko gangguan pertumbuhan, termasuk stunting, dapat ditekan. Sebaliknya, ibu yang mengalami kekurangan energi, anemia, maupun defisiensi mikronutrien seperti folat memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), panjang badan lahir pendek, atau gangguan pertumbuhan sejak dalam kandungan. Kondisi-kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya stunting pada masa bayi dan balita.

Asam folat memang berperan penting dalam mencegah stunting, tapi manfaatnya akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan zat gizi penting lain, seperti protein, yodium, zinc, vitamin A, dan pola makan yang seimbang.

Peran asam folat juga tidak hanya penting untuk pertumbuhan tinggi badan bayi, tapi juga mendukung berbagai proses pembentukan janin. Asam folat membantu pembentukan plasenta yang sehat sehingga penyaluran oksigen dan nutrisi kepada janin berlangsung optimal.

Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan jaringan tubuh, perkembangan otak dan sistem saraf, produksi sel darah merah, dan mendukung pertumbuhan organ-organ vital janin. Selain itu, asam folat diketahui mampu menurunkan risiko cacat tabung saraf (neural tube defects) apabila dikonsumsi sejak sebelum kehamilan hingga trimester pertama.

Sumber Asam Folat

Selain berasal dari suplemen, asam folat juga bisa terpenuhi dari makanan sehari-hari. Beberapa sumber folat alami antara lain:

  • Bayam
  • Brokoli
  • Kangkung
  • Asparagus
  • Kacang merah
  • Kacang hijau
  • Alpukat
  • Jeruk
  • Pepaya
  • Hati sapi
  • Telur

Itu dia manfaat asam folat dalam mencegah stunting dan membantu tumbuh kembang janin. Tentu keberhasilan stunting memerlukan kombinasi berbagai vitamin, tapi juga pemenuhan gizi seimbang sebelum dan selama kehamilan, konsumsi tablet tambah darah yang mengandung zat besi, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, imunisasi lengkap, serta menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Semakin dini upaya pencegahan dilakukan, semakin besar peluang anak untuk bisa tumbuh sehat, cerdas, dan mencapai potensi terbaiknya. Yuk, cegah stunting sejak dini!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kepulauan Riau Raih Juara Terbaik Penurunan Kemiskinan dan Stunting"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads