Akses tol Segmen 3A2 dan Ramp 2 menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dibuka secara fungsional terbatas. Jalur tersebut khususnya dibuka pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 mendatang.
Project Manager Tol IKN Segmen 3A2 dan Segmen 5B PT Hutama Karya, James Satria memastikan percepatan penyelesaian proyek Jalan Tol IKN. Pekerjaan dimatangkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas Nataru.
"Kalau untuk Nataru sendiri, tidak jauh beda dengan sebelumnya. Nanti dibuka Tol 3A2 secara fungsional, sama dengan tahun yang lalu," ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
Pada Nataru 2025, pengguna jalan dari Samarinda harus keluar melalui Gerbang Tol Manggar, kemudian masuk kembali melalui Gerbang Tol Km. 8 menuju IKN. Adanya jalur Ramp 2 membuat perjalanan dari Samarinda dapat langsung menuju IKN.
"Sebelumnya, Ramp 2 atau jalur Samarinda menuju IKN itu belum tersambung. Perjalanan dari Samarinda keluar ke Manggar, masuk lagi ke Km. 8 menuju IKN. Jadi mutar dulu," kata James.
Pembukaan jalur Ramp 2 ini akan menghubungkan Samarinda menuju IKN. Perjalanan lebih efisien tanpa harus memutar melalui Gerbang Tol Manggar dan Gerbang Tol Km. 8.
"Untuk Nataru tahun ini, Ramp 2 tersebut diharuskan tersambung. Sehingga dari Samarinda menuju IKN itu bisa melalui Ramp 2," ucapnya.
Meski begitu, Hutama Karya belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan pembukaan fungsional terbatas tersebut. Pihaknya fokus melanjutkan pekerjaan sesuai jadwal yang ditetapkan.
"Belum tercopy kapannya, kami masih ditargetkan untuk tetap fokus mengerjakan penyelesaian sesuai dengan schedule yang ada di bulan November-Desember," bebernya.
Sebagai perbandingan, pembukaan fungsional terbatas pada Nataru tahun lalu dilakukan pada 19 Desember 2025. Hutama Karya masih menunggu arahan mengenai tanggal pelaksanaan untuk tahun ini.
"Kalau di tahun lalu itu tanggal 19 Desember tahun 2025. Untuk tahun 2026 belum ada arahan di tanggal berapanya," tuturnya.
Di sisi lain, Hutama Karya telah merampungkan pekerjaan Tol 5B dengan progres 100 persen. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam proses serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
"Untuk di tol 5B sendiri sudah rampung 100 persen. Targetnya di bulan Oktober ini sudah serah terima pertama oleh owner," ungkap James.
Tol 5B ini juga memiliki akses Interchange (IC). Nantinya, akses jalan tol ini dapat menjadi alternatif perjalanan bagi masyarakat dari Balikpapan maupun Samarinda menuju simpang Riko atau ke Kabupaten Penajam Paser Utara.
"Nanti bisa sebagai opsi untuk jalan keluarnya warga dari Balikpapan atau Samarinda menuju ke Simpang Riko atau menuju ke Penajam," pungkasnya.
Simak Video "Video: Tongkat Estafet Belum Diberikan ke IKN, Jakarta Punya Kesempatan Berbenah"
(des/des)