IKN Minim Aktivitas, Okupansi Hotel Balikpapan Ikut Terdampak

Kalimantan Timur

IKN Minim Aktivitas, Okupansi Hotel Balikpapan Ikut Terdampak

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Sabtu, 29 Agu 2026 19:59 WIB
Pembinaan atlet di tingkat klub menjadi fokus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Balikpapan, untuk mendulang regenerasi atlet berprestasi. Salah satunya ikut berpartisipasi dalam turnamen Bayan Open 2026.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan Soegianto. Foto: Ary Nindita Intan RS/detikKalimantan
Balikpapan -

Minimnya aktivitas pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) turut berdampak pada terhadap okupansi Hotel di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Pada Januari-Mei, tingkat okupansi hotel hanya berkisar 30 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan, Soegianto, mengatakan bisnis hotel di Balikpapan masih menghadapi tekanan sepanjang awal 2026. Akibat berkurangnya kegiatan pemerintah.

"Kondisi tersebut paling terasa pada Januari hingga Mei 2026 itu rata-rata tingkat okupansi hotel hanya berada di kisaran 30 persen. Ini mengingat kondisi penetapan anggaran, otomatis tamu-tamu dari pemerintahan kurang," ujarnya, Sabtu (29/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut cukup berpengaruh terhadap bisnis hotel di Balikpapan. Terlebih, kegiatan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE), masih menjadi salah satu penopang utama.

Kondisi tersebut jauh berbeda saat aktivitas pembangunan IKN masif berlangsung pada 2024 lalu. Saat itu, okupansi hotel di Balikpapan bisa mencapai sekitar 80 persen. Bahkan sejumlah hotel nyaris penuh setiap hari.

"Lebih bagus adalah tahun 2024 pasca-IKN, zaman Pak Jokowi. Wah, itu bisa 80 persen, hampir penuh setiap hari hotel-hotel," kata Soegianto.

Memasuki Juli-Agustus 2026, bisnis perhotelan mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini sejalan dengan siklus tahunan bisnis perhotelan.

"Alhamdulillah mulai Juli, Agustus ini akomodasi mulai naik. Memang sebenarnya secara siklus biasanya di bulan Juni, Juli, Agustus itu naik," ucapnya.

PHRI berharap okupansi hotel dapat terus meningkat hingga akhir tahun 2026. Soegianto menargetkan rata-rata okupansi hotel bisa mencapai 60 persen dari target tahun sebelumnya di kisaran 50 persen.

"Juni sampai Desember itu biasanya peak season-nya hotel. Sampai akhir tahun mudah-mudahan bisa sampai 60 persen. Target ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata okupansi tahun lalu yang berada di kisaran 50 persen," ulasnya.

Sejumlah kegiatan berskala besar mulai memberikan tambahan pasar bagi sektor perhotelan. Salah satunya Bayan Open 2026 yang berlangsung 24-29 Agustus.

"Ada sekitar 1.292 peserta yang berpartisipasi dalam Bayan Open 2026, sekitar 900 orang berasal dari luar Balikpapan. Dengan kehadiran tamu dari luar daerah ini turut membantu meningkatkan keterisian hotel, termasuk hotel bintang dua, bintang tiga hingga guest house," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads