IKN 'Dikepung' Karhutla, Wilayah Penyangga Terus Dilanda Kebakaran

IKN 'Dikepung' Karhutla, Wilayah Penyangga Terus Dilanda Kebakaran

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Selasa, 25 Agu 2026 10:30 WIB
Karhutla di Penajam Paser Utara
Karhutla di Penajam Paser Utara/Foto: Istimewa
Penajam Paser Utara -

Karhutla di sejumlah wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bertambah. Kondisi itu membuat wilayah penyangga IKN menjadi perhatian.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim hingga 24 Agustus 2026, tercatat 470 kejadian karhutla dengan total luas terdampak mencapai 1.393,78 hektare.

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menjadi lokasi utama IKN, mencatat 42 kejadian karhutla dengan luas terdampak 41,07 hektare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang sebagian wilayahnya juga masuk kawasan IKN dan berada di sekitar kawasan tersebut, mencatat 49 kejadian dengan luas terdampak mencapai 440,88 hektare.

Kondisi karhutla di wilayah PPU juga mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan peningkatan kejadian mulai terlihat pada Juli hingga Agustus 2026. Menurutnya, kondisi cuaca turut memengaruhi meningkatnya kejadian karhutla.

"Kalau di PPU memang sampai saat ini dari mulai Juli sama Agustus memang terjadi peningkatan, sesuai dengan kondisi cuaca," kata Nurlaila kepada detikKalimantan, Selasa (25/8/2026).

Ia mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Setiap informasi mengenai hotspot juga langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lapangan.

"Kalau ada hotspot yang terpantau langsung dilakukan ground check," ujarnya.

BPBD PPU juga memperkuat penyebaran informasi kepada masyarakat melalui layanan darurat. Menurut Nurlaila, masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui call center 112, pemadam kebakaran maupun BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Hingga saat ini, Nurlaila menyebut seluruh kejadian karhutla di PPU masih dapat ditangani secara kolaboratif.

"Belum ada yang tidak bisa ditangani sampai sejauh ini, alhamdulillah semua masih bisa ditangani secara kolaboratif," jelasnya.

Sementara itu, secara keseluruhan di Kaltim, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 121 kejadian dengan luas 294,83 hektare. Samarinda mencatat 80 kejadian dengan luas 101,71 hektare, Kutai Barat 73 kejadian dengan luas 349,17 hektare, sedangkan Kukar mencatat 49 kejadian dengan luas 440,88 hektare.

Dari total luas terdampak 1.393,78 hektare di Kaltim, sebanyak 1.330,23 hektare merupakan lahan, 32,84 hektare hutan dan 30,71 hektare kebun.

Pada periode Januari-Juli tercatat 124 kejadian dengan luas terdampak 232,98 hektare. Sedangkan sepanjang Agustus hingga 24 Agustus 2026 terdapat 346 kejadian dengan luas terdampak 1.160,80 hektare.

Kondisi tersebut membuat peningkatan karhutla di wilayah sekitar IKN menjadi perhatian. Meski belum dilaporkan adanya dampak asap ke kawasan inti IKN, aktivitas kebakaran di wilayah penyangga dan sejumlah titik yang berada di sekitar kawasan IKN terus dipantau dan ditangani oleh petugas gabungan.



(sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads