Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali diusung untuk meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah Kalimantan Timur. Total 1,6 ton bahan semai Natrium Klorida (NaCl) disebar dalam dua penerbangan (sortie).
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, mengatakan pesawat Casa NC-212 buatan PT Dirgantara Indonesia disiagakan dalam operasi tersebut. Penyemaian berfokus di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menunjang kawasan krusial.
"Pada sortie pertama, armada membawa 800 kilogram NaCl untuk disemai pada ketinggian sekitar 3.000-4.000 feet. Penyemaian menyasar sektor tenggara, barat laut, hingga barat daya Bendungan Sepaku Semoi," ujar Gusti, Minggu (23/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya pada sortie kedua, pesawat Cassa kembali mengangkut 800 kilogram NaCl. Penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 10.000 feet, menyesuaikan kondisi awan yang terpantau di wilayah operasi.
"Pesawat kembali melaksanakan penyemaian dengan membawa 800 kilogram NaCl. Pada sortie ini, penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 10.000 feet, dengan sasaran wilayah barat laut Bendungan Sepaku Semoi," ucapnya.
Penyemaian dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi meteorologi serta perkembangan awan di wilayah sasaran. Lanud Dhomber berkomitmen mendukung pelaksanaan OMC sebagai bagian dari kontribusi TNI AU dalam mendukung kepentingan nasional di Kaltim.
"Penyemaian ini untuk mendukung keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca di Kaltim, khusus wilayah IKN. Kami berkomitmen dalam membantu pengelolaan kondisi cuaca dengan mempertimbangkan kondisi meteorologi serta perkembangan awan di wilayah sasaran," tegasnya.
Diketahui, Otorita IKN bersama BMKG dan TNI Angkatan Udara (AU) mengambil langkah antisipasi tersebut untuk menjaga pasokan air dan mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi Modifikasi Cuaca berlangsung pada 22-27 Agustus 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, memastikan wilayah Kaltim sudah tidak diguyur hujan selama dua pekan terakhir. Kondisi atmosfer saat kemarau membuat pertumbuhan awan cepat menghilang.
"Awan kerap tumbuh di pagi hari namun menghilang saat siang karena kandungan uap air yang minim. Awan yang terpantau potensial saat ini justru berada di perbatasan utara Kaltim," jelasnya.
Kendati demikian, BMKG menyebut Operasi Modifikasi Cuaca memiliki tingkat keberhasilan terbatas. Sehingga penyemaian harus dilakukan secara cermat.
"Secara historis, tingkat keberhasilan OMC pada musim kemarau berada di kisaran 30 persen. Untuk itu, penyemaian garam harus diperhitungkan secara cermat agar jatuh di wilayah target sasaran Kaltim dan tidak bergeser ke lokasi lain," pungkasnya.
