Otorita Ibu Kota Nusantara (IN) akan menghadirkan fasilitas bioskop untuk mendorong pengembangan ekosistem di Nusantara. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp 5 miliar.
Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Bank Tanah dan Lion Group, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Indobox Cinematic Buana di Nusantara, pada Jumat (14/8/2026).
Direktur PT Indobox Cinematic Buana, Rendy Gunawan, menyampaikan pihaknya akan membangun Indobox Cinema. Proyek ini akan berdiri di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) WP 1A, tepatnya di dekat area Rusun ASN 3 dengan lahan seluas 4.897 meter persegi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana pengerjaan fisik dimulai pada September 2026. Dengan nilai investasi mencapai Rp5 miliar, serta menyumbang kontribusi kepada negara sebesar Rp 449,16 juta," ujarnya dalam keterangan yang diterima detikKalimantan, Minggu (16/8/2026).
Rendy menyampaikan fasilitas hiburan ini dilengkapi area food and beverage (F&B) Cinematic Cafe, Indobox Store. Termasuk menghadirkan kios usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggerakkan ekonomi lokal.
"Kami akan membangun fasilitas cinema, cinematic café, wadah UMKM, hingga Indobox Store. Kami berharap kehadiran Indobox dapat memberikan hiburan berkualitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal," ucapnya.
Otorita IKN juga mengembangkan investasi dalam sektor industri aviasi. Mereka menggandeng Badan Bank Tanah dan Lion Group untuk menjajaki pembangunan fasilitas pelatihan penerbangan di Nusantara. Kesepakatan ini mencakup identifikasi kawasan strategis, penyediaan dan pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah, hingga penyelarasan tata ruang kawasan terpadu.
Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menilai positif kolaborasi yang menyasar pengembangan SDM dan teknologi penerbangan. Mendorong generasi muda untuk belajar teknologi dirgantara.
"Kerja sama ini menjadi milestone penting untuk menarik pemuda-pemudi Indonesia belajar teknologi dirgantara, sekaligus menjadikan Nusantara sebagai pusat perawatan pesawat," ungkapnya
Melalui PT Batam Aero Teknik, Lion Group direncanakan membangun pusat pelatihan, praktik, dan fasilitas pendukung perawatan pesawat. Proyek ini ditargetkan menjadi penunjang aviasi di sekitar Bandar Udara Internasional Nusantara guna mendukung training centre penerbangan.
"Rencananya membangun pusat pelatihan dan praktik serta fasilitas pendukung Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk memperkuat layanan perawatan pesawat sekaligus efisiensi rantai pasok dan logistik udara di kawasan Indonesia Timur," jelasnya.
Plt Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menyampaikan kesiapannya dalam mendukung kepastian hukum lahan investasi. Salah satunya dengan menyiagakan tim khusus di lapangan.
"Tim khusus kami bersiaga langsung di basecamp dekat Bandara IKN agar koordinasi dengan Otorita IKN berjalan cepat dan fleksibel untuk menstimulus percepatan ekonomi," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut baik komitmen investasi swasta menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Ini turut mempercepat ekosistem komersial, hiburan, serta industri aviasi di kawasan Nusantara.
"Ini bukan sekadar PKS dan MoU biasa, tetapi komitmen yang benar-benar ada tindak lanjut nyatanya di lapangan. Momentum ini membuat kami semakin optimistis bahwa ekosistem Nusantara yang maju dan terintegrasi bisa segera terwujud," pungkas Basuki.
