Respons PSI soal Usulan PDIP Gibran Ngantor di IKN: Harusnya DPR Duluan

Respons PSI soal Usulan PDIP Gibran Ngantor di IKN: Harusnya DPR Duluan

Anggi Muliawati - detikKalimantan
Selasa, 19 Mei 2026 10:01 WIB
Ketua DPP PSI Bestari Barus
Ketua DPP PSI Bestari Barus. Foto: (Dok Istimewa)
Balikpapan -

Ketua DPP PSI Bestari Barus merespons usulan anggota PDIP yang meminta Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ngantor di IKN. Bestari menyebut, anggota DPR yang seharusnya menjadi contoh untuk pindah terlebih dulu ke IKN.

"Seharusnya yang disarankan ya, seharusnya kan memang DPR aja mendahului gitu. Kami kalau nanti sudah di Senayan, kami justru yang akan mengajak kawan-kawan DPR itu duluan di sana gitu," kata Bestari dikutip dari detikNews, Senin (18/5/2026).

"Beri contoh saja. Sebaiknya dia memberi contoh sebagai kader yang katanya dari partai terbaik, kan? Beri contoh dong. Kalau jangan memecah belah antara presiden dengan wakil presiden. Itu satu kesatuan," imbuh dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bestari mengatakan jika PSI telah masuk parlemen, akan mengusulkan untuk lebih dulu pindah ke IKN. Sebab, ia menilai usulan agar Gibran ngantor dulu di IKN tidaklah tepat.

"Menurut PSI itu pandangan yang agak cetek ya, karena harusnya yang diusulkan Presiden dong. Kok tanggung amat usulan PDIP. Katanya partai gede tapi usulannya nanggung gitu," ucapnya.

Dia menilai seharusnya pembahasan soal pemindahan aktivitas ke IKN tak diarahkan secara personal kepada Gibran. Menurutnya, PDIP terlalu tendensius.

Pun Bestari mengatakan, Gibran juga sudah pernah menjawab soal usulan berkantor di IKN.

"Ya dia harusnya ngomongnya, ya semua kita pindah aja ke IKN, kenapa mesti tendensius ke Gibran. Gibran itu satu kesatuan dengan Pak Presiden. Dia wakil presiden itu kan pembantu presiden, bekerja sesuai perintah presiden. Kok PDIP kadernya begituan nggak paham gitu, kenapa ya? Ha-ha-ha," ujarnya.

"Masa kader PDIP segituan, kelas segitu nggak paham sih? Mengulang-ulang, mengulang-ulang gitu ya. Sudah dijawab beberapa kali oleh Pak Gibran sebagai Wapres juga nggak mudeng-mudeng gitu," sambungnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads