Video yang memperlihatkan dugaan tindakan seorang ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud berinisial ART terhadap peserta demonstrasi GMNI Samarinda viral di media sosial. Polda Kaltim menyebut personel yang bersangkutan merupakan anggota Brimob Polda Kalimantan Utara (Kaltara).
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Tedy Sopandi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) untuk menindaklanjuti informasi yang beredar. Personel tersebut disebut sedang menjalani proses pemeriksaan.
"Polda Kaltim telah melakukan koordinasi dengan Bidpropam terkait informasi yang berkembang. Anggota yang bersangkutan benar merupakan personel Brimob Polda Kaltara dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan untuk mendalami peristiwa tersebut," kata Tedy, Selasa (20/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tedy menegaskan penanganan persoalan tersebut harus dilakukan secara profesional dan proporsional. Pemeriksaan juga dilakukan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Menurutnya, langkah lanjutan terhadap personel tersebut, termasuk kemungkinan pemberian sanksi disiplin, akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
"Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, tentu Bidpropam Polda Kaltara akan menindaklanjuti sesuai aturan. Penanganan harus dilakukan secara objektif, sehingga setiap keputusan didasarkan pada fakta dan hasil pemeriksaan," ujarnya.
Tedy juga menekankan setiap anggota Polri wajib menjaga sikap, perilaku, dan profesionalisme saat menjalankan tugas, termasuk ketika melakukan pengamanan maupun pengawalan pejabat. Ia mengingatkan anggota Polri agar mengedepankan pendekatan humanis dan menghormati masyarakat.
"Setiap anggota Polri harus memahami bahwa kewenangan yang dimiliki merupakan amanah untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, bukan untuk menunjukkan sikap arogan. Setiap perilaku personel yang tidak sejalan dengan prinsip tersebut harus menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan," tegasnya.
Sebelumnya, video yang diduga memperlihatkan ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud berinisial ART bersikap kasar terhadap peserta demonstrasi GMNI Samarinda beredar di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi pada Senin (19/10) menjelang waktu magrib di kawasan Masjid Nurul Mu'minin, lingkungan Pemprov Kaltim, Samarinda.
Saat itu, massa GMNI Samarinda tengah menggelar demonstrasi sejak sekitar pukul 14.00 Wita. Aksi tersebut berkaitan dengan tuntutan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim.
Ketegangan disebut terjadi ketika Rudy Mas'ud berjalan menuju masjid dengan pengawalan. Massa memprotes karena gubernur tidak menemui mereka.
Dalam video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar, ART terlihat diduga menyenggol atau mendorong badan salah satu demonstran. Aksi tersebut kemudian memicu reaksi dari massa.
