Petugas menemukan tujuh handphone (HP) saat razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Seluruh HP ditemukan di luar kamar hunian dan diduga sengaja dibuang melalui lubang angin saat warga binaan mengetahui adanya penggeledahan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kaltim, Yon Rusmanto mengatakan tujuh HP tersebut ditemukan di area belakang blok atau branggang. Tidak satu pun HP ditemukan berada di dalam kamar warga binaan saat razia semalam, Jumat (18/9).
"Untuk malam hari ini, kebetulan kita menemukan ada tujuh handphone yang ditemukannya di branggang. Di branggang artinya di luar kamar," ujar Yon kepada awak media, Sabtu (19/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang-barang yang ditemukan dalam razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda. (Riani Rahayu/detikKalimantan) |
Yon menduga HP tersebut dibuang ketika warga binaan mengetahui petugas melakukan penggeledahan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan hingga ke belakang blok dan menemukan sejumlah HP tersebut.
"Ya mungkin mereka tahu kita melakukan penggeledahan sehingga dibuang melalui sela-sela, lubang angin itu. Teman-teman berdasarkan itu lari ke belakang, kebetulan ditemukanlah ada beberapa handphone," katanya.
Yon memastikan tujuh HP tersebut tidak ditemukan melekat pada warga binaan maupun tersimpan di kamar. Kondisi itu membuat petugas belum dapat mengetahui siapa pemilik masing-masing HP yang ditemukan.
"Dari tujuh handphone tidak ada satu pun yang ada di dalam kamar. Semuanya tadi ada di branggang," tegasnya.
Menurut Yon, warga binaan biasanya menyembunyikan barang terlarang di bawah tempat tidur hingga sela-sela pakaian. Namun lokasi tersebut dinilai mudah diperiksa petugas sehingga barang diduga dibuang keluar kamar ketika razia dilakukan.
"Biasanya kalau barang-barang yang seperti ini menyimpannya itu di bawah tempat tidur atau di sela-sela pakaian. Karena memang terlalu mudah kalau kita mencari di situ, karena kan pasti terdeteksi. Makanya untuk mengamankan itu mereka biasanya melalui lubang angin dibuang. Harapannya mungkin aman di situ," jelasnya.
Selain HP, petugas menemukan sejumlah barang lain yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Barang tersebut antara lain cutter, korek api hingga benda tajam rakitan.
"Termasuk ini ada cutter, kemudian korek api. Meskipun di dalam masih ada beberapa yang merokok, akan tetapi penggunaan korek api dibatasi. Sehingga teman-teman dari tim penggeledahan mengambil beberapa barang tersebut," ungkapnya.
Yon mengatakan temuan korek api tidak mengarah pada dugaan penggunaan narkoba. Barang tersebut diamankan karena jumlah yang ditemukan dinilai berlebihan, bahkan terdapat kamar yang memiliki hingga tiga korek api.
"Kalau ini kebetulan memang karena berlebihan. Satu kamar sampai tiga korek, tentunya enggak boleh. Kalau untuk digunakan sabu, indikasi itu insyaallah sudah enggak ada," katanya.
Sementara benda tajam rakitan disebut biasa digunakan warga binaan untuk keperluan sehari-hari. Meski demikian, barang tersebut tetap diamankan untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan di dalam lapas.
"Biasanya gunting kuku, untuk motong kuku, kemudian ngupas buah, biasanya gitu," ujarnya.
Razia gabungan tersebut turut diawali dengan tes urine terhadap 50 warga binaan yang dipilih secara acak. Petugas lapas juga menjalani pemeriksaan serupa dan seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
"Kegiatan penggeledahan pada malam hari ini tadi diawali dengan pelaksanaan tes urine kepada 50 warga binaan secara acak yang disaksikan oleh teman-teman dari BNNP. Alhamdulillah hasilnya semuanya negatif," jelas Yon.
Razia melibatkan Ditjenpas bersama BNNP Kaltim, kepolisian, TNI hingga Brimob. Seluruh blok dan kamar hunian diperiksa untuk mencari narkoba, HP maupun barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan lapas.
"Masalah-masalah klasik yang sering ada di lapas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban adalah adanya handphone, narkoba dan yang lain-lainnya," katanya.
Kepala Seksi Intelijen sekaligus Penyidik Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim, AKP Dwi Bowo Leksono mengatakan pihaknya turut membawa anjing pelacak K9 untuk menyisir kamar-kamar warga binaan. Pemeriksaan dilakukan hingga sejumlah lokasi yang berpotensi digunakan untuk menyembunyikan narkoba.
"Anjing K9 kami ini sudah masuk ke dalam kamar-kamar. Tadi kan ada pertanyaan disembunyikan di mana, nah itu juga supaya tidak ada yang disembunyikan," ujar Bowo.
BNNP juga menyaksikan langsung pelaksanaan tes urine terhadap warga binaan. Bowo mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi salah satu upaya memastikan tidak ditemukan penggunaan narkoba di dalam lapas saat razia.
"Petugas kami yang biasa memang melaksanakan tes urine juga menyaksikan bahwa memang benar-benar di sini sudah makin baik, makin tertib dan makin baik," pungkasnya.

