Kabut Asap Selimuti Samarinda, Warga Lapas Gelar Salat Istisqa

Kalimantan Timur

Kabut Asap Selimuti Samarinda, Warga Lapas Gelar Salat Istisqa

Riani Rahayu - detikKalimantan
Jumat, 18 Sep 2026 17:00 WIB
Salat Istisqa di Lapas Kelas IIA Samarinda bersama warga binaan. (Dok Lapas Samarinda)
Foto: Salat Istisqa di Lapas Kelas IIA Samarinda bersama warga binaan. (Dok Lapas Samarinda)
Samarinda -

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Warga Lapas Kelas IIA Samarinda pun menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar mengharap hujan turun.

Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto mengatakan salat Istisqa berjamaah diikuti warga binaan pemasyarakatan (WBP) bersama petugas dan Dharma Wanita di lapangan dalam lapas.

"Salat Istisqa tadi diikuti oleh seluruh warga binaan dan petugas. Itu dalam rangka memohon petunjuk dan berkah, karena selama ini kita musim kemarau panjang. Dengan doa bersama memohon mudah-mudahan bisa turun hujan," kata Varit kepada detikKalimantan, Jumat (18/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salat Istisqa menurutnya menjadi ikhtiar pihak lapas di tengah dampak karhutla yang dirasakan warga binaan. Mereka berharap hujan dapat turun sekaligus membantu mengurangi kabut asap yang saat ini menyelimuti Samarinda.

"Kita juga memohon supaya terhindar dari penyakit karena asap karhutla ini. Banyak hal yang kita memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya diberikan kemudahan, supaya kita terbebas dari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Samarinda, Bayu Aji Priyatmiko turut menambahkan jika Salat Istisqa juga menjadi bagian dari pembinaan kerohanian bagi WBP. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan kepribadian di tengah kondisi kemarau.

"Salat Istisqa ini adalah bentuk ikhtiar batiniah kita bersama. Melalui ketulusan doa petugas dan saudara-saudara WBP, kita berharap rahmat berupa hujan yang menyejukkan segera diturunkan," ujar Bayu.

Bayu mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi WBP untuk meningkatkan pembinaan spiritual. Pembinaan kerohanian tetap berjalan beriringan dengan kegiatan pembinaan lainnya di dalam lapas.

Warga Lapas Wajib Pakai Masker

Masker dibagikan untuk warga Lapas Kelas IIA Samarinda. (Dok Lapas Samarinda)Masker dibagikan untuk warga Lapas Kelas IIA Samarinda. (Dok Lapas Samarinda)

Sementara itu, kondisi udara yang tak sehat tentunya turut dirasakan WBP Lapas Kelas IIA Samarinda. Seluruh WBP kini diwajibkan menggunakan masker.

Pihak lapas juga berencana akan membagikan vitamin untuk mencegah gangguan kesehatan. Varit mengatakan kabut asap mulai dirasakan di lingkungan lapas dalam dua hari terakhir.

"Untuk dua hari ini memang kita melihat kondisi cuaca juga kurang memungkinkan karena asap itu. Kita antisipasi dengan pembagian masker kepada seluruh warga binaan dan petugas," ujar Varit

Masker tidak hanya dibagikan kepada WBP, tetapi juga seluruh petugas yang beraktivitas di dalam lapas. Varit menegaskan penggunaannya diwajibkan selama kondisi udara terdampak kabut asap.

"Kita wajibkan untuk memakai masker, untuk mencegah tadi. Baik itu WBP maupun petugas juga sama, untuk menjaga kesehatan," katanya.

Selain masker, pihak lapas berencana memberikan vitamin kepada warga binaan untuk menjaga kondisi tubuh selama kabut asap. Langkah tersebut dilakukan sebagai mitigasi agar paparan asap tidak berujung pada gangguan kesehatan.

"Yang berikutnya juga menjaga kesehatan dengan mungkin kita juga akan membagikan vitamin. Supaya kondisi badan mereka juga tetap bugar, menghindari supaya tidak terjadi gangguan kesehatan," jelasnya.

Varit mengatakan hingga kini belum ditemukan warga binaan yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kondisi tersebut. Pihak lapas memilih melakukan pencegahan sejak awal agar kondisi kesehatan WBP tetap terjaga.

"Untuk saat ini belum. Mudah-mudahan tidak ada. Artinya kita mencegah terjadinya ISPA, mitigasi risikonya seperti itu," tuturnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads