Satgas PPKPT Sebut Ada 9 Korban Kasus Deepfake Mahasiswa Untan

Satgas PPKPT Sebut Ada 9 Korban Kasus Deepfake Mahasiswa Untan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 18 Mei 2026 18:30 WIB
Ilustrasi/Potret Ruang Satgas PPKPT Untan. (Ocsya Ade CP)
Foto: Ilustrasi/Potret Ruang Satgas PPKPT Untan. (Ocsya Ade CP)
Pontianak -

Kasus dugaan deepfake vulgar yang melibatkan RY, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak angkatan 2025, terus menjadi sorotan. Hingga kini, diketahui ada sembilan korban yang teridentifikasi.

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Untan, Emilya Kalsum menegaskan pihak kampus berkomitmen memberikan perlindungan dan keberpihakan kepada para korban selama proses penanganan berlangsung.

"Kami pastinya berpihak kepada korban," kata Emilya ditemui di ruangannya, Senin (18/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, berdasarkan pendataan sementara terdapat delapan korban yang berasal dari FMIPA.

"Saat ini yang ada di Fakultas MIPA sendiri ada sekitar tujuh sampai delapan korban, rata-rata teman sekelasnya," ujarnya.

Selain itu, Satgas juga masih mendalami satu korban lain yang identitas dan keterkaitannya masih dalam proses verifikasi.

"Karena yang satu ini masih kami dalami juga," tambahnya.

Ia menyebut selama proses investigasi berlangsung, Satgas mendapatkan respons positif dari sejumlah pihak yang dimintai keterangan. Satgas juga membuka ruang pelaporan apabila masih ada korban lain dalam kasus tersebut.

"Sambil berjalannya waktu, kami mendapatkan respons baik dari orang-orang yang kami investigasi. Kami juga memberikan pengumuman di lingkungan kampus dan menerima jika memang masih ada korban lainnya," ujarnya.

Emilya memastikan akan terus melakukan pendalaman terhadap laporan dan keterangan para korban sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi terhadap terlapor.

Kasus ini sebelumnya viral pada Senin (11/5), setelah sejumlah korban mengaku foto mereka diedit menjadi konten vulgar menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Korban disebut berasal dari lingkungan kampus, teman semasa SMA pelaku di Singkawang hingga mahasiswa dari luar Kalbar.

Kasus ini pertama kali terbongkar saat RY mengikuti praktikum mata kuliah Sistematika Mikroba bersama teman-teman sekelasnya. Saat itu, teman RY meminjam ponselnya untuk keperluan dokumentasi praktikum.

Setelah selesai memotret, teman RY disebut membuka galeri untuk mengecek hasil dokumentasi praktikum. Namun, mereka justru menemukan banyak foto perempuan yang dikenal tersimpan di dalam ponsel tersebut.

Dari situ, kasus mulai menyebar di kalangan mahasiswa. Korban yang ditemukan dalam foto editan disebut bukan hanya mahasiswi Biologi FMIPA Untan, tetapi juga mahasiswa dari kampus lain, termasuk mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM).



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads