Warga Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), dihebohkan dengan tewasnya seorang pria usai diduga mencuri mangga di salah satu rumah warga. Kasus ini kini berbuntut panjang karena kemarahan keluarga korban yang juga terduga pelaku pencurian.
Satreskrim Polres Bontang tidak hanya menyelidiki penyebab kematian korban, tetapi juga menangani dua dugaan kasus penganiayaan dan perusakan dalam insiden tersebut. Berikut penjelasan lengkapnya.
Pencurian Mangga Berujung Kematian
Kejadian bermula dari dugaan pencurian mangga di Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itu korban bersama rekannya diduga masuk ke area rumah warga untuk mengambil buah mangga tanpa izin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun aksi pencurian itu tepergok dan kedua pelaku diteriaki maling. Kanit Pidum Polres Bontang Ipda Markus Parulian Sihotang menjelaskan situasi di lokasi kejadian.
"Yang meninggal ini naik ke atas pohon, sedangkan temannya menunggu di bawah. Saat diteriaki maling keduanya terkejut lalu korban melompat dari atas pohon," ujar Markus, Selasa (12/5/2026).
Menurut Markus, terduga pelaku jatuh ke belakang hingga kepala bagian belakangnya menghantam sudut pondasi pagar rumah warga. Peristiwa ini disaksikan langsung oleh rekannya.
"Temannya melihat korban sempat mencoba berdiri tapi jatuh lagi. Dia sempat mencoba membopong korban, tapi karena tidak kuat akhirnya ditinggalkan lalu melarikan diri," katanya.
Pria tersebut kemudian ditemukan warga dalam kondisi lemas dan dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong.
Keluarga Terduga Pencuri Lapor Polisi
Pihak keluarga korban tewas yang juga terduga pencuri merasa curiga dan menduga bahwa almarhum sempat mengalami penganiayaan setelah terjatuh dari pohon. Laporan dugaan tindak pidana penganiayaan ini resmi dilayangkan ke Polres Bontang pada 8 Mei 2026.
Polisi langsung merespons dengan menggelar pra-rekonstruksi pada 9 Mei 2026 di lokasi kejadian dengan menghadirkan warga sekitar dan rekan korban.
"Hasil pra-rekonstruksi sementara berdasarkan keterangan warga dan teman korban, korban jatuh karena kehilangan tumpuan saat melompat," ujar Markus.
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi, mendalami hasil medis, dan berencana memeriksa dokter yang menangani korban.
"Jika diperlukan kami juga akan melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban," pungkas Markus.
Pemilik CCTV Dianiaya Keluarga Korban
Masalah semakin panjang ketika adanya dugaan penganiayaan terhadap tetangga pemilik pohon mangga. Ini berawal ketika keluarga korban tewas mendatangi lokasi kejadian untuk mencari bukti dan menemui tetangga di sekitar lokasi yang memiliki kamera CCTV.
"Karena menduga ada penganiayaan, keluarga korban datang ke lokasi kejadian dan melakukan perusakan pohon mangga serta penganiayaan terhadap warga yang memiliki CCTV," kata Markus.
Warga tersebut tidak bisa memberikan bukti video karena rekaman CCTV diklaim sudah terhapus otomatis akibat sistem penyimpanan yang hanya bertahan dua hari.
"Karena tidak ada rekaman CCTV, pihak keluarga merasa tidak puas lalu melakukan penganiayaan," bebernya.
Akibat aksi anarkis ini, pemilik CCTV yang menjadi korban penganiayaan melapor ke polisi. Terkait laporan dugaan pengeroyokan dan perusakan ini, penyidik mengaku telah memeriksa empat orang dan kasusnya kini telah masuk ke tahap penyidikan.
Simak Video "Menghabiskan Waktu Bersama Warga dalam Kegiatan Seru di Pantai Pulau Segajah, Kalimantan Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
