Kronologi Pria Diduga Curi Mangga di Bontang Berujung Tewas

Kronologi Pria Diduga Curi Mangga di Bontang Berujung Tewas

Riani Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 12 Mei 2026 18:40 WIB
Tangkapan layar video CCTV yang viral memperlihatkan keluarga pencuri mangga mengeroyok pemilik CCTV di Bontang.
Tangkapan layar video CCTV yang viral memperlihatkan keluarga pencuri mangga mengeroyok pemilik CCTV di Bontang. Foto: Dok. Istimewa
Bontang -

Polres Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkap hasil sementara penyelidikan kasus pria yang tewas usai diduga mencuri mangga di salah satu rumah warga. Dalam kasus itu, polisi juga menangani laporan lain terkait dugaan penganiayaan dan perusakan yang terjadi setelah insiden tersebut.

Kasus ini bermula pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itu korban bersama rekannya diduga datang ke lokasi untuk mengambil buah mangga sebelum akhirnya dipergoki pemilik rumah dan diteriaki maling.

"Yang meninggal ini naik ke atas pohon, sedangkan temannya menunggu di bawah. Saat diteriaki maling keduanya terkejut lalu korban melompat dari atas pohon," ujar Kanit Pidum Polres Bontang Ipda Markus Parulian Sihotang melalu video klarifikasinya, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Markus menyebut korban jatuh ke belakang hingga kepala bagian belakangnya menghantam sudut pondasi pagar rumah warga. Peristiwa itu disebut turut dilihat langsung oleh rekan korban yang saat itu berada di bawah pohon.

"Temannya melihat korban sempat mencoba berdiri tapi jatuh lagi. Dia sempat mencoba membopong korban, tapi karena tidak kuat akhirnya ditinggalkan lalu melarikan diri," katanya.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, polisi langsung melakukan pra-rekonstruksi pada 9 Mei 2026. Dengan menghadirkan warga sekitar dan rekan korban untuk mencocokkan kronologi kejadian di lokasi.

"Hasil pra-rekonstruksi sementara berdasarkan keterangan warga dan teman korban, korban jatuh karena kehilangan tumpuan saat melompat," ujarnya.

Di tengah proses penyelidikan berjalan, muncul dugaan korban sempat mengalami penganiayaan setelah terjatuh. Informasi itu disebut berkembang saat acara duka di rumah korban dan memicu kemarahan keluarga serta kerabat korban.

"Karena menduga ada penganiayaan, keluarga korban datang ke lokasi kejadian dan melakukan perusakan pohon mangga serta penganiayaan terhadap warga yang memiliki CCTV," katanya.

Markus mengungkapkan, warga yang dianiaya merupakan tetangga di sekitar lokasi kejadian yang memiliki kamera CCTV. Namun saat diminta menunjukkan rekaman, video disebut sudah terhapus otomatis karena sistem penyimpanan hanya bertahan selama dua hari.

"Karena tidak ada rekaman CCTV, pihak keluarga merasa tidak puas lalu melakukan penganiayaan," bebernya.

Saat ini polisi mengaku telah memeriksa tujuh orang saksi dalam kasus dugaan pencurian mangga yang berujung kematian tersebut. Polisi juga masih mendalami hasil medis korban dan akan memeriksa dokter yang menangani korban sebelum meninggal dunia.

"Jika diperlukan kami juga akan melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban," pungkasnya.

Sementara untuk laporan dugaan pengeroyokan dan perusakan, penyidik mengaku telah memeriksa empat orang. Kasus kini masuk tahap penyidikan.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads