Seorang wanita berusia lanjut atau lansia ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan terkubur di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel). Polisi langsung melakukan penelusuran dan mendapati bahwa pelaku adalah anak korban sendiri. Pelaku diduga kesal karena tak diberi uang untuk judi online (judol).
Mengutip detikSumbagsel, korban berinisial SA (63) ditemukan terkubur di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang pada Rabu (8/4) pukul 00.15 WIB. Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi tak utuh, sehingga dugaan mengarah ke mutilasi.
Yang pertama kali menemukan korban adalah anaknya yang berinisial S (49). S curiga karena ibunya tidak terlihat sekitar seminggu. Lalu seorang saksi memberi tahu keluarga bahwa sempat ada aktivitas penggalian tanah di kebun milik korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dilakukan penggalian ulang, ditemukan tiga karung plastik yang berisi potongan tubuh manusia yang diduga merupakan bagian tubuh korban," jelas Kasi Humas Polres Lahat AKP Mastoni.
Baca juga: Alvi Pemutilasi Lolos dari Hukuman Mati |
Jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Lahat untuk diautopsi. Sementara itu, polisi juga langsung memburu pelaku. Pelaku berhasil diamankan pada Rabu pagi. Pelaku tak lain adalah anak korban sendiri yang bernama Ahmad Fahrozi (23).
"Pelaku anak kandung korban. Pelaku ditangkap di sebuah penginapan yang berada di kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat. Ditangkap kurang dari 1x24 jam," kata Kasat Reskrim Polres Lahat AKP M Ridho Pradani, Rabu (8/4/2026).
Ridho mengungkap bahwa pelaku menghabisi ibunya sendiri pada Sabtu (28/3) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, pelaku membacok leher bagian kanan korban beberapa kali hingga nyaris putus. Kemudian pelaku mencari bensin untuk membakar jenazah demi menghilangkan jejak.
"Pelaku menyiramkan bensin ke seluruh tubuh korban dan langsung membakar tubuh korban tersebut," beber Ridho.
Setelah api padam, pelaku menutupi jenazah korban dengan dedaunan untuk sementara. Ia sendiri pergi lagi mencari karung untuk membungkus korban. Namun, korban tidak muat dimasukkan ke dalam karung sehingga kemudian pelaku memutilasinya menjadi beberapa bagian.
"Karena tidak muat, oleh sebab itu pelaku langsung memutilasi tubuh korban. Pelaku membawa karung tersebut ke Desa Karang Dalam, kemudian pelaku menuju ke kebun milik pelaku dan menyembunyikan karung yang berisikan tubuh korban di kebun tersebut," jelasnya.
Pelaku lalu meminta temannya, R dan N, untuk menggali lubang di kebun orangtuanya dengan alasan untuk mencetak getah karet. Masing-masing diberi upah Rp 300 ribu. Setelah lubang digali, keduanya pergi. Ahmad Fahrozi melanjutkan aksinya sendirian dengan memasukkan karung berisi potongan tubuh korban ke dalam lubang galian tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku tega menghabisi nyawa ibunya karena diduga kecanduan judi slot. Pelaku kesal saat tidak diberi uang oleh korban untuk bermain judol.
"Diduga emosi yang disebabkan oleh korban tidak memberi uang saat pelaku meminta uang yang digunakan untuk bermain judi slot," beber Ridho.
Baca selengkapnya di detikSumbagsel.
(des/des)
