Polisi tengah menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap seorang santri di Pesantren Labbaik Indonesia, Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Korban diketahui bernama Irfan Zaki Azizi, santri asal Kabupaten Kayong Utara.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban terkait dugaan kekerasan tersebut.
"Untuk kasus penganiayaan di salah satu lembaga pendidikan Islam di Kubu Raya, kami memang telah menerima pengaduan dari keluarga korban," ujar Ade, Jumat (13/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade mengatakan saat ini penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab kejadian serta pihak yang bertanggung jawab. Hingga kini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.
"Saat ini memang korban belum bisa diambil keterangan karena masih dalam proses perawatan," katanya.
Polisi juga masih mendalami kondisi korban yang mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Ade memastikan pihak kepolisian akan menyampaikan perkembangan penyelidikan apabila terdapat temuan baru dalam kasus tersebut.
"Saat ini korban masih menjalani perawatan dan mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Itu yang masih kami dalami. Kalau ada perkembangan, pasti akan kami sampaikan secepatnya," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Pesantren Labbaik Indonesia Ustaz Aswandi Alfatih mengatakan pihaknya belum dapat memberikan komentar lebih jauh terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut. Menurutnya, pihak pesantren saat ini masih mendalami kejadian yang dialami santri tersebut dan belum dapat memastikan penyebabnya sebelum ada keterangan medis yang jelas.
"Mohon maaf kami belum bisa menjawab. Karena kami dan keluarganya masih fokus kepada kesembuhan ananda dan mencari penyebabnya. Namun pihak pesantren masih mendalami. Kami belum bisa memastikan kalau belum ada keterangan dokter," katanya.
Aswandi juga menyebut pihak pesantren telah meminta keterangan dari sejumlah santri. Namun hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan.
"Kita juga minta keterangan santri, cuma sampai saat ini masih belum ada indikasi adanya tindak kekerasan. Jadi kami belum bisa juga memberikan kesimpulan," pungkasnya.
