Netanyahu Muncul Setelah 2 Minggu Perang, Masih Ancam Gulingkan Rezim Iran

Internasional

Netanyahu Muncul Setelah 2 Minggu Perang, Masih Ancam Gulingkan Rezim Iran

Zunita Putri - detikKalimantan
Jumat, 13 Mar 2026 09:30 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu saat pidato di Sidang Umum PBB, New York, Jumat (26/9/2025). (YouTube/United Nations)
Foto: YouTube/United Nations
Balikpapan -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu muncul ke publik setelah dua minggu perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran berlangsung. Dalam kemunculan perdananya ini, Netanyahu langsung melontarkan ancaman kepada pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei. Dia bertekad membunuh Mojtaba.

Dikutip detikNews dari Reuters, Netanyahu mengatakan tujuannya menyerang Iran adalah untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Teheran. Israel juga ingin meruntuhkan pemerintahan Iran dan mendorong rakyat Iran untuk bangkit.

Netanyahu sempat ditanya apakah Israel akan mempersenjatai lawan-lawan penguasa Iran dan apakah langkah tersebut akan gagal mencapai keruntuhan pemerintahan Iran. Ia enggan membeberkan langkah pasti yang diambil Israel. Namun menurutnya, pemerintahan Iran akan tetap lemah meskipun tidak sampai jatuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak akan merinci tindakan yang sedang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim tersebut - sebuah rezim digulingkan dari dalam. Tapi kami pasti bisa membantu dan kami memang sedang membantu," katanya, dilansir Reuters, Jumat (13/3/2026).

Netanyahu pun menyebut bahwa kondisi Iran saat ini sudah "tidak lagi sama" seperti sebelum konflik meletus pada 28 Februari lalu. Netanyahu mengklaim bahwa Garda Revolusi dan pasukan paramiliter Basij di Iran sengsara selama perang berlangsung.

Dalam jumpa pers terbarunya, Netanyahu juga bersumpah akan terus menyerang Hizbullah Lebanon atas serangan mereka terhadap Israel pada Senin (2/3/2026) lalu. Namun, dia enggan membeberkan juga rencana terhadap Hizbullah.

"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun... Saya tidak bermaksud memberikan laporan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," tegasnya.

Baca selengkapnya di detikNews.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads