Seorang pria asal Kanada bernama Dallas Pokornik (33) harus berurusan dengan hukum setelah nekat menyamar menjadi pilot dan pramugara gadungan. Berbekal kartu pengenal palsu, ia berhasil 'nebeng' di berbagai penerbangan secara cuma-cuma selama empat tahun.
Pokornik sebenarnya bukan orang baru di dunia aviasi. Dia adalah mantan pramugara maskapai berbasis Toronto. Mengutip Channel News Asia, aksi tipu-tipunya berakhir setelah ia ditangkap di Panama dan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan penipuan elektronik (wire fraud).
Modusnya tergolong berani. Ia menggunakan identitas palsu untuk mendapatkan kursi khusus kru di tiga maskapai besar yang berbasis di Honolulu, Chicago, dan Fort Worth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pokornik bahkan sempat meminta duduk di jump seat kursi kokpit, meski belum dipastikan apakah permintaan itu pernah dikabulkan. Saat ini, Pokornik masih dalam penahanan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.
Jaksa AS mengatakan Pokornik bahkan meminta untuk duduk di kursi tambahan di kokpit, yang disebut jump seat, yang biasanya diperuntukkan bagi pilot yang sedang tidak bertugas. Namun, dokumen pengadilan tidak menjelaskan apakah ia benar-benar pernah duduk di kokpit. Kantor Jaksa AS menolak memberikan keterangan lebih lanjut.
Dakwaan tersebut tidak menyebutkan maskapai-maskapai yang membiarkannya terbang gratis, kecuali menyebutkan kota basis maskapai itu, yakni Honolulu, Chicago, dan Fort Worth, Texas.
Perwakilan Hawaiian Airlines, United Airlines, dan American Airlines, yang masing-masing berbasis di kota-kota tersebut, belum memberikan komentar saat dihubungi Associated Press.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
