Nusantara - Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN kini telah rampung digarap. Gereja Katolik ini diperkirakan bisa menampung hingga 1.600 jemaat. Berikut tampilannya.
Wajah Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN, Sudah Rampung Digarap
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis Hidayat Sumadilaga menyebut persiapan Gereja saat ini berupa pengisian furniture dan kelengkapan ibadah lainnya.
"Proses konstruksi Basilika Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN sudah selesai 100%, saat ini sedang dalam tahap pengadaan furniture dan kelengkapan ibadah lainnya," kata Danis dikutip dari detikProperti.
Danis berharap, setelah konstruksi pembangunan selesai, gereja ini bisa segera digunakan oleh masyarakat umum.
"Mudah-mudahan secepatnya (bisa digunakan masyarakat)," tuturnya.
Di lain sisi, penyebutan 'basilika' pada Gereja Santo Fransiskus Xaverius merupakan nama objek pekerjaan dalam kontrak konstruksi dan bukan penamaan resmi status gerejawi. Penggunaan istilah tersebut bersifat administratif dalam proyek pembangunan.
Status basilika untuk Gereja Santo Fransiskus Xaverius sudah diajukan dan masih menunggu keputusan dari Takhta Suci Vatikan. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik, Salman Habeahan dalam keterangan resmi tanggal 23 Februari 2026.
Secara kanonik, permohonan penetapan status Basilica Minor diajukan oleh Uskup diosesan setempat, dalam hal ini Uskup Agung Samarinda, kepada Takhta Suci. Penetapan dilakukan setelah melalui kajian menyeluruh atas aspek historis, pastoral, liturgis, dan spiritual gereja yang bersangkutan. Dengan demikian, proses yang berjalan saat ini sepenuhnya mengikuti struktur hierarkis dan tata kelola Gereja Katolik universal.
Gereja Santo Fransiskus Xaverius lokasinya berada di dekat Masjid Negara di IKN. Gereja dibangun di atas lahan seluas 37.781 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 18.862,68 meter persegi.
Lingkup pekerjaan mencakup bangunan utama Basilika, taman doa Jalan Salib, Taman Doa Gua Maria, Wisma Uskup, bangunan penunjang, plaza seremonial, area parkir, serta akses kawasan yang terhubung dengan rumah ibadah lain di sekitarnya.
Di kawasan yang sama juga dihangun Plaza Kerukunan di kawasan peribadatan IKN, Kalimantan Timur. Kawasan ini akan menjadi ruang terbuka publik, serta akan dilengkapi berbagai rumah ibadah lainnya, termasuk pura, dan monumen simbolik berbentuk segi enam yang melambangkan enam agama di Indonesia.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
