Menilik Festival Irau Malinau dan Ragam Tradisinya

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Sabtu, 17 Okt 2026 08:00 WIB
Dokumentasi Irau Malinau 2025. Foto: Istimewa (dok Humas Polda Kaltara)
Malinau -

Kalimantan Utara memiliki beragam tradisi budaya yang menjadi identitas masyarakatnya, salah satunya Festival Irau Malinau. Perhelatan budaya yang digelar di Kabupaten Malinau ini menjadi ajang untuk merayakan hari jadi Kabupaten Malinau sekaligus memperingati keberagaman suku, melestarikan adat istiadat, dan mempererat persatuan masyarakat.

Festival Irau Malinau juga dikenal sebagai ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan tradisi melalui berbagai pertunjukan seni, tarian daerah, musik tradisional, hingga prosesi adat. Tak sekadar menjadi hiburan, kegiatan ini turut memperkenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Malinau.

Tentang Festival Irau Malinau

Potret Irau Malinau 2025 Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan

Pesta Budaya Irau Malinau dikenal sebagai salah satu festival budaya terbesar yang akan menampilkan beragam seni, adat, dan budaya masyarakat Malinau. Pesta budaya skala besar biasanya diselenggarakan dua tahun sekali, sementara perayaan skala yang lebih kecil digelar setahun sekali.

Irau Malinau adalah festival budaya Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang mempertemukan berbagai etnis dan paguyuban dalam satu perayaan besar. Festival ini menampilkan ritual adat, seni pertunjukan, perlombaan tradisional, ekowisata, hingga inovasi teknologi lokal.

Seperti diketahui, Malinau dihuni oleh berbagai etnis suku serta paguyuban yang mendiami Kabupaten Malinau. Selain menjadi ajang pelestarian budaya dan hiburan rakyat, Irau juga menjadi magnet pariwisata yang diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.

Festival Budaya Irau Malinau (FBIM) biasanya digelar selama beberapa hari, berupa pesta rakyat dengan pertunjukan seni dan budaya. Diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau, Irau Malinau selalu diadakan bersamaan dengan perayaan hari jadi kabupaten tersebut.

Tarian suku Dayak Kenyah saat ditampilkan di panggung budaya Padan Liu Burung. (Oktavian Balang/detikKalimantan)

Pertunjukan yang ditampilkan antara lain tari-tarian dengan baju adat setempat, tradisi menyumpit, hingga berbagai perlombaan seperti kicau burung dan panjat pinang. Turut ditampilkan berbagai jenis aksesori langka dan makanan tradisional khas suku di Malinau.

Dodi Mawardi dalam bukunya yang berjudul Gebrakan dari Perbatasan, menyebut Irau Malinau merupakan pesta rakyat menyambut ulang tahun Kabupaten Malinau setiap tanggal 26 Oktober. Jika di Kalimantan Timur ada festival Erai di Kutai, di Kalimantan Utara ada Irau Malinau.

Perayaan Irau Malinau sudah dilaksanakan sejak tahun 2018. Acaranya dimeriahkan dengan pertunjukan budaya dan kesenian, hingga kegiatan ekonomi. Pesta ini dinanti masyarakat setempat, bahkan warga dari daerah lain.

Di Malinau, mayoritas warga berasal dari Suku Dayak dengan berbagai sub sukunya. Setiap komunitas suku tersebut wajib tampil dalam Festival Irau. Para warga kemudian menampilkan beragam khas budayanya masing-masing.

Festival ini juga menjadi momentum untuk mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif kepada wisatawan nasional maupun mancanegara. Irau Malinau bukan sekadar hiburan, tetapi pengalaman budaya yang autentik dan berkesan.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Malinau akan menggelar Irau ke-12 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau. Rangkaian acaranya mulai dari 20-26 Oktober 2026.




(aau/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork