Raja Muda Kesultanan Bulungan Datu Dissan Hasanuddin Meninggal Dunia

Kalimantan Utara

Raja Muda Kesultanan Bulungan Datu Dissan Hasanuddin Meninggal Dunia

Oktavian Balang - detikKalimantan
Jumat, 02 Okt 2026 21:36 WIB
Raja Muda Kesultanan Bulungan, H Datu Dissan Hasanuddin Maulana. (dok Istimewa)
Foto: Raja Muda Kesultanan Bulungan, H Datu Dissan Hasanuddin Maulana. (dok Istimewa)
Bulungan -

Kabar duka menyelimuti Kalimantan Utara (Kaltara). Raja Muda Kesultanan Bulungan, H Datu Dissan Hasanuddin Maulana, meninggal dunia pada Jumat (2/10). Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh sentral penjaga sejarah, arsip, dan warisan budaya di Tanah Benuanta.

Datu Dissan merupakan putra dari Sultan Bulungan terakhir yang memerintah pada kurun 1931-1949 sekaligus Bupati Bulungan pertama (1955-1958), Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin, bersama Djubaidah yang bergelar Aji Ratu.

"Kalimantan Utara kehilangan salah satu tokoh yang selama puluhan tahun dikenal sebagai penjaga sejarah dan kebudayaan Kesultanan Bulungan," kata Ketua Yayasan Sejarah dan Budaya Kaltara, Joko Supriyadi kepada detikKalimantan, Jumat (2/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semasa hidupnya, Datu Dissan memegang peranan penting dalam mendokumentasikan serta menyelamatkan arsip-arsip pribadi keluarga kesultanan. Data dan foto koleksinya kerap menjadi rujukan utama berbagai kajian sejarah, kebudayaan, hingga penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, seperti tradisi Biduk Bebandung pada tahun 2018.

"Selain aktif sebagai narasumber sejarah, Datu Dissan juga mengemban sejumlah amanah kelembagaan," tulis Joko melalui keterangan resminya.

Joko menambahkan, Datu Dissan pernah menjabat sebagai Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Kaltara bidang Seni dan Budaya, Tim Ahli Gubernur, Ketua Umum Himpunan Keluarga Besar Bulungan (HKBB) Kota Tarakan, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tarakan, serta anggota Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).

"Salah satu dedikasi terbesarnya bagi daerah adalah keterlibatannya selaku kuasa ahli waris dalam merelakan hibah lahan bekas kompleks Istana II Kesultanan Bulungan kepada Pemerintah Provinsi Kaltara," kenangnya.

Langkah ini menjadi pijakan utama revitalisasi kawasan kesultanan sebagai pusat sejarah, budaya, dan pariwisata daerah. Secara silsilah, Datu Dissan membawa garis keturunan bangsawan yang melintasi berbagai suku dan kerajaan di Nusantara maupun kawasan regional, mulai dari Bulungan, Tidung, Berau, Gunung Tabur, hingga pertautan darah Brunei, Sulu, dan Dayak Kayan.

"Kepergian beliau meninggalkan warisan dokumentasi dan fondasi pelestarian budaya yang sangat berharga bagi generasi muda Kalimantan Utara," tuturnya.

"Rencana besok pagi akan dimakamkan di tanjung palas, belakang Masjid Sultan Kasimuddin tempat ayahanda beliau dimakamkan bersama beberapa Sultan lainnya. Berangkat dari Tarakan," pungkasnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads