Mengunjungi Rumah Lamin Adat Adjang Lidem yang Kaya Makna

Kalimantan Utara

Mengunjungi Rumah Lamin Adat Adjang Lidem yang Kaya Makna

Oktavian Balang - detikKalimantan
Sabtu, 29 Agu 2026 12:30 WIB
Rumah Lamin Adat Adjang Lidem di Malinau, Kaltara.
Rumah Lamin Adat Adjang Lidem di Malinau, Kaltara. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Malinau -

Di tepi hamparan rumput hijau dengan latar belakang perbukitan asri Desa Setulang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, bediri kompleks Lamin Adat Adjang Lidem. Rumah lamin ini menyapa pengunjung dengan keindahan otentiknya.

Rumah panggung raksasa tersebut berbahan kayu ulin kokoh dengan atap rumah lamin berbahan kepingan kayu keras yang tersusun rapi. Karya tradisional peninggalan leluhur ini bukan sekadar mahakarya arsitektur, melainkan simpul sejarah, monumen gotong royong, serta ruang penyimpan pesan moral suku Dayak Kenyah Uma' Lung.

Menyusuri pelataran depan, mata pengunjung langsung disuguhkan gardu pandang kayu berukir serta deretan patung-patung kayu yang menyerupai bentuk atau wajah manusia di sekeliling pelataran dan kolong panggung. Patung-patung ini secara tradisional difungsikan sebagai penanda identitas budaya, penjaga spiritual area lamin, sekaligus bentuk penghormatan kepada leluhur yang menyambut setiap tamu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Lamin Adat Adjang Lidem di Malinau, Kaltara.Ukiran kepala macan bertaring yang mencuat di pagar balkon Lamin Adat Adjang Lidem melambangkan kekuasaan dan kehormatan para pemimpin adat (Paren). Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan

Akses menuju ruang utama disambut jembatan melandai di samping papan nama "LAMIN ADAT ADJANG LIDEM", dengan pintu utama berhiaskan lukisan dinding sosok penari dan prajurit Dayak berbusana adat lengkap.

Detail arsitektur bangunan ini dipenuhi simbol visual sarat makna. Pada segitiga bubungan atap utama, tampak relief dua ekor macan tutul kuning mengapit ornamen berbentuk kepala wajah dan burung enggang.

Sementara di sepanjang pagar balkon, ukiran kepala macan bertaring mencuat berpadu dengan sulur melingkar berwarna-warni khas Dayak.

Kaya Makna Filosofis

Kepala Desa Setulang, Saleh Wang, menjelaskan filosofi yang terkandung di dalam ornamen-ornamen tersebut. Ia menerangkan bahwa macan melambangkan kekuasaan, kedudukan tinggi, dan kehormatan (paren atau golongan bangsawan/tokoh adat).

"Ornamen macan dahulu disematkan khusus bagi sosok pemimpin yang dihormati. Sementara burung enggang memiliki simbol keluhuran, kedamaian, dan perlindungan. Kehadirannya melambangkan sosok pengayom yang membawa ketenangan bagi seluruh warga desa," terangnya Saleh kepada detikKalimantan. Rabu (19/8/2026).

Pahatan sulur memadukan bentuk besar dan kecil yang menunduk menghadap ukiran utama. Ini memuat pesan moral dari para orang tua agar generasi muda senantiasa tunduk, taat, menghormati orang tua, dan menjunjung tinggi adat budaya.

"Pola ukiran saling melilit memvisualisasikan bahwa kehidupan masyarakat harus saling terhubung, bergotong royong, dan tolong-menolong," jelasnya.

Rumah Lamin Adat Adjang Lidem di Malinau, Kaltara.Rumah Lamin Adat Adjang Lidem di Malinau, Kaltara. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan

Peresmian rumah lamin dilakukan pada tahun 1995 oleh Bupati Martin Billa. Nama Lamin Adat ini berasal dari Adjang Lidem, yakni tokoh adat yang memimpin migrasi warga dari kampung lama di Long Saan pada tahun 1978.

Keputusan para orang tua membawa warga berpindah didasari pesan mendalam untuk mencari kehidupan dan pendidikan yang lebih baik bagi anak-cucu mereka, mengingat Long Saan saat itu sangat terisolasi dari pusat pemerintahan.

"Pembangunan lamin adat ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan. Seluruh tiang ulin raksasa disumbangkan secara sukarela oleh warga tanpa hitung-hitungan biaya. Kini, Lamin Adat Adjang Lidem berdiri tegak sebagai pusat kegiatan adat, benteng kelestarian budaya, sekaligus destinasi unggulan di Desa Wisata Setulang," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads