12 Oleh-oleh Khas Kalimantan Selatan, Ada Kue Lam-Kain Sasirangan

12 Oleh-oleh Khas Kalimantan Selatan, Ada Kue Lam-Kain Sasirangan

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Jumat, 14 Agu 2026 21:01 WIB
Banjarmasin terkenal dengan kerajinan kain Sasirangan. Yuk kita lihat proses pembuatan kain tersebut di Rumah Sasirangan yang didirikan oleh Bank Indonesia.
Kain Sasirangan. Foto: Rachman Haryanto
Banjarmasin -

Kalimantan Selatan punya beragam produk khas daerah yang cocok dijadikan oleh-oleh. Mulai dari kue tradisional hingga kerajinan, banyak pilihan yang mampu mencerminkan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Ada kue lam yang lembut dan manis, serta kain sasirangan yang cantik. Selain itu masih banyak pilihan oleh-oleh khas Kalimantan Selatan yang dapat ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh.

12 Oleh-oleh Khas Kalimantan Selatan

Lantas, apa saja oleh-oleh khas Kalimantan Selatan yang menarik untuk dibawa pulang? Berikut dirangkum detikKalimantan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kue Lam

Kue lam Banjar.Kue lam Banjar. Foto: Dok. Istimewa

Kue Lam merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang juga populer di Banjarbaru. Sekilas, tampilan kue lam mirip dengan lapis legit namun lebih basah.

Kue ini dikenal memiliki rasa manis dan legit dengan tekstur yang cukup padat serta sedikit berminyak. Secara umum, Kue Lam hadir dalam dua variasi, yaitu versi kukus dan versi panggang.

Keunikan kue ini juga terlihat dari latar belakang para pembuatnya yang banyak berasal dari keturunan Arab. Kue Lam dibuat menggunakan bahan utama tepung ketan dan gula merah, sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas.

Teksturnya kenyal dan cukup padat, menjadikannya berbeda dari banyak kue tradisional lainnya. Meskipun bahan dan cara pembuatannya terbilang sederhana, proses membuat Kue Lam memerlukan ketelatenan agar menghasilkan tekstur dan rasa yang tepat.

2. Amplang

Amplang. (MMC Kotawaringin Barat)Amplang. (MMC Kotawaringin Barat)

Kerupuk ikan tak hanya populer di Palembang saja, Banjarmasin juga punya kerupuk ikan yang tak kalah populer. Kerupuk ikan dikenal dengan nama Ampang, biasanya menggunakan beberapa jenis ikan tawar yang ada di wilayah Sungai Martapura, salah satunya ikan pipih.

Bentuk kerupuk ini bulat kecil, rasanya gurih dengan tekstur renyah. Rasa dari adonan ikannya begitu terasa, cocok untuk camilan atau sebagai pelengkap ketika makan. Nama lain dari kerupuk ini 'kuku macan'.

Sejarah amplang diyakini berakar kuat dari Kota Samarinda pada era 1970-an. Awalnya, bahan dasar utama amplang adalah ikan belida, yaitu spesies ikan sungai yang dulu melimpah di perairan Mahakam. Dari Samarinda, produksi amplang kemudian meluas ke Balikpapan, Banjarmasin, hingga Pontianak, bahkan menyeberang ke Malaysia.

3. Rabuk Ikan

Dari Banjarmasin? Bawa Amplang hingga Rabuk Ikan Buat Buah TanganDari Banjarmasin? Bawa Amplang hingga Rabuk Ikan Buat Buah Tangan Foto: Istimewa

Bagi para penggemar abon, jangan tinggalkan kota Banjarmasin tanpa membeli rabuk ikan. Oleh-oleh yang satu ini merupakan abon yang dibuat dari ikan haruan atau ikan gabus, dan jenis ikan tawar yang banyak ditemukan di Banjarmasin. Rasanya gurih dan enak.

Rabuk ikan ini bisa disantap dengan nasi putih hangat, atau dengan lauk lainnya. Hampir di setiap toko oleh-oleh, rabuk ikan ini jadi salah satu makanan yang paling laris.

4. Dodol Kandangan

Kota Garut populer dengan dodolnya yang khas. Begitu juga dengan Banjarmasin, yang punya dodol kandangan dan berbeda dengan jenis dodol lainnya.

Dodol yang satu ini terbuat dari beras ketan, yang dicampur dengan gula aren. Teksturnya lembut, rasanya legit manis, dan lumer di mulut. Selain rasa gula aren, ada juga rasa kacang, durian, hingga kelapa muda yang tak kalah enak.

5. Ikan Seluang

Ikan seluang ini merupakan camilan sekaligus oleh-oleh yang terkenal dari Banjarmasin. Terbuat dari ikan seluang atau wader, biasanya ikan ini digoreng hingga garing.

Agar rasanya semakin enak dan gurih, biasanya ikan seluang dibalut dengan tepung. Sehingga ketika dimakan rasanya gurih, dengan tekstur renyah yang mirip seperti kerupuk. Oleh-oleh yang satu ini cocok sebagai buah tangan, atau camilan dalam perjalanan mudik.

6. Kue Rangai

Kue Lam. (SiOPEN Balangan)Foto: Kue Rangai. (Jadesta Kemenpar)

Kue Rangai merupakan salah satu kue tradisional yang dibuat dari campuran parutan kelapa, gula, dan tepung beras. Di Banjarmasin dan Banjarbaru, kue ini sering disajikan sebagai pelengkap saat minum teh maupun dalam berbagai acara adat dan kegiatan resmi.

Sekilas tampilannya menyerupai wingko babat, namun keduanya memiliki perbedaan pada cita rasa. Kue Rangai cenderung bercita rasa gurih dengan tekstur lebih kering, sedangkan wingko babat identik dengan rasa manis dan legit.

Kue Rangai juga kerap dijumpai sebagai sajian di rumah masyarakat Melayu di Bangka Belitung. Bahan yang digunakan pun bisa bervariasi, tergantung kebiasaan masing-masing daerah. Ada yang memakai tepung beras maupun tepung sagu, serta menggunakan gula merah atau cukup gula pasir sebagai pemanis.

Kini, kue ini hadir dalam beragam varian seperti keju, jahe, wijen, hingga susu, sehingga memberikan pilihan rasa yang lebih beragam tanpa menghilangkan ciri khas tradisionalnya.

7. Mandai

Kuliner mandai atau dami khas Kalimantan.Kuliner mandai atau dami khas Kalimantan. Foto: dok DJKN Kementerian Keuangan

Kuliner mandai atau dami khas Kalimantan. Foto: dok DJKN Kementerian Keuangan
Mandai adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Tengah namanya dikenal dengan sebutan dami. Makanan ini unik karena berbahan baku dari kulit cempedak.

Mandai yang sudah difermentasi dapat diolah menjadi sambal goreng mandai, mandai batanak (dimasak dengan santan), mandai goreng biasa, ditumis pedas, disajikan dengan sambal terasi, atau langsung menjadi pendamping nasi.

8. Rimpi Pisang

Rimpi Pisang. (SIPENSI)Rimpi Pisang. (SIPENSI)

Rimpi pisang yang jika di Jawa dikenal dengan sebutan salai pisang, merupakan salah satu camilan tradisional yang jadi oleh-oleh di Banjarbaru. Makanan ini dibuat dari pisang yang diiris tipis, lalu dijemur atau diasapi hingga kering sehingga menghasilkan tekstur kenyal dengan rasa manis alami dari buahnya.

Sejak dahulu, pisang rimpi telah menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Kalimantan. Cara pembuatannya yang relatif sederhana, namun mampu menghasilkan rasa yang nikmat, membuat camilan ini tetap diminati dan bertahan populer hingga sekarang.

9. Bingka

kue bingkakue bingka Foto: shutterstock

Kalimantan Selatan sangat kaya akan koleksi wadai atau aneka kue-kue tradisional. Salah satu andalannya adalah kue bingka yang banyak ragamnya.

Kue bingka merupakan camilan manis khas Banjar yang berbentuk menyerupai bunga. Kue ini memiliki citarasa legit, manis, dan teksturnya lembut.

Biasanya, kue bingka berwarna kuning. Tampilan kue bingka kadang mengingatkan kita dengan kue lumpur dan bika ambon.

Salah satu yang menjadi karakteristik bingka yakni dipanggang dengan cetakan berbentuk bunga, sehingga membedakan dengan jajanan pasar berwarna kuning lainnya. Bentuk bingka berlekuk-lekuk mirip kelopak bunga.

Bingka klasik biasanya dikukus dengan daun pisang sebagai alas, memberikan sentuhan tradisional yang khas. Bahan dasar kue bingka bervariasi, ada yang dibuat dari tape, labu, pandan, hingga kentang. Ada bermacam-macam perisa bingka seperti bingka tapai ketan, bingka kentang, bingka labu, bingka pandan, bingka kelapa dan lain sebagainya.

Salah satu variasinya yang paling terkenal adalah bingka barandam yang dibuat dari tepung terigu dan direndam kuah gula merah. Bingka menjadi salah satu kue yang digunakan dalam tradisi suku Banjar untuk acara-acara istimewa.

Bingka bahkan tak cuma punya rasa manis, ada bingka tumis yang punya cita rasa gurih dengan sensasi pedas dari taburan cabai di atasnya. Bingka tumis punya nama lain bingka rabuk atau bingka balumbuk.

10. Apam Barabai

Apam Barabai. (MMC Kota Palangka Raya / instagram @cemilankapuas_emy)Apam Barabai. (MMC Kota Palangka Raya / instagram @cemilankapuas_emy)

Wadai yang satu ini menjadi favorit warga Kalimantan Selatan (Kalsel), namanya Apam Barabai. Ialah kue tradisional yang kerap jadi oleh-oleh khas Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel.

Apam Barabai dibuat dengan bahan utama tepung beras, tape singkong, gula merah atau gula putih. Apam Barabai memiliki bentuk bulat dan tipis dengan warna cokelat muda atau putih, bergantung pada jenis gula yang digunakan dalam adonannya.

Penggunaan tepung beras menghasilkan tekstur yang lembut, dipadukan dengan gula aren sehingga rasanya manis, aroma yang khas, dan warnanya menjadi coklat. Sementara jika menggunakan gula putih, maka apam barabai akan berwarna putih.

11. Aneka Batu Mulia

Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan (PIPPI) Martapura, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu objek wisata dimana pengunjung bisa melihat proses penggosokan intan.Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan (PIPPI) Martapura, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu objek wisata dimana pengunjung bisa melihat proses penggosokan intan. Foto: Rachman Haryanto

Ini dia incaran pertama kebanyakan traveler, aneka batu mulia seperti intan dan permata. Salah satu kota di Kalimantan Selatan, yaitu Martapura dikenal sebagai penghasil intan berlian. Ada tempat pendulangan intan di sana. Toko-toko yang menjual perhiasan bertahta intan berlian juga tersebar.

12. Kain Sasirangan

Motif Kembang Raja Sasirangan. Foto: Dok. Pemkot BanjarmasinMotif Kembang Raja Sasirangan. Foto: Dok. Pemkot Banjarmasin

Sasirangan adalah kain sejenis batik khas Kalimantan Selatan. Motif dan pewarnaan yang ada di sasirangan cukup khas dan berbeda dibanding kain dari daerah lain.

Sasirangan dibuat melalui proses pewarnaan rintang menggunakan bahan perintang seperti tali, benang, atau ikatan tertentu. Nama Sasirangan berasal dari kata sirang yang dalam bahasa Banjar berarti dijahit, dijelujur, atau diikat menggunakan tangan. Motif pada kain ini terbentuk dari proses jahitan dan ikatan benang yang kemudian dicelup ke pewarna.

Dulu, Sasirangan dikenal sebagai kain pamintan atau kain permintaan. Kain ini dibuat berdasarkan permintaan khusus, biasanya untuk ritual adat masyarakat Banjar.

Kain Sasirangan adalah salah satu karya budaya Indonesia yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda.

Nah, itulah tadi 12 oleh-oleh khas Kalimantan Selatan yang bisa kamu bawa pulang usai plesiran. Ada yang sudah pernah kamu beli?

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads