Musik

17 Lirik Lagu Nasional Lengkap dengan Chord dan Sejarahnya

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Selasa, 11 Agu 2026 09:00 WIB
Ilustrasi 17 Agustus. Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Balikpapan -

Lagu nasional menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Tak sekadar rangkaian nada dan lirik, lagu-lagu tersebut menyimpan pesan tentang perjuangan, persatuan, cinta Tanah Air, hingga semangat untuk mempertahankan kemerdekaan.

Lagu nasional hampir selalu dinyanyikan dalam berbagai momen penting, terutama saat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mengetahui liriknya, memahami sejarah di balik penciptaan lagu nasional juga dapat menjadi cara untuk mengenal kembali perjalanan bangsa.

17 Lirik Lagu Nasional, Chord dan Sejarahnya

Beberapa lagu lahir dari semangat perjuangan dan kondisi sosial-politik pada masanya. Pesan yang terkandung tetap relevan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme hingga saat ini. Berikut 17 lagu nasional lengkap dengan lirik, chord, serta sejarah singkat di balik penciptaannya, dirangkum dari beberapa sumber literatur dan laman resmi Kemdikbud:

1. Berkibarlah Benderaku

Berkibarlah Benderaku adalah lagu nasional Indonesia yang diciptakan tahun 1947. Lagu ini diciptakan oleh Saridjah Bintang Soedibyo atau lebih dikenal dengan nama Ibu Soed, dan dibantu oleh Joesoef Ronodipoero yang menjadi pimpinan Radio Republik Indonesia (RRI).

Lagu ini bersejarah dalam detik-detik proklamasi kemerdekaan RI, hingga kegigihan para pemuda di Surabaya dalam usahanya merobek bagian warna biru bendera Belanda yang berkibar di Hotel Yamato.

[Intro] C F C G C

[Verse]

C G

Berkibarlah benderaku

C G

Lambang suci gagah perwira

F G

Di seluruh pantai Indonesia

C

Kau tetap pujaan bangsa


[Chorus]

G C

Siapa berani menurunkan engkau

G

Serentak rakyatmu membela

C F

Sang merah putih yang perwira

C G C

Berkibarlah Slama-lamanya


[Verse]

C G

Kami rakyat Indonesia

C G

Bersedia setiap masa

F G

Mencurahkan segenap tenaga

C

Supaya kau tetap cemerlang


[Chorus]

G C

Tak goyang jiwaku menahan rintangan

G

Tak gentar rakyatmu berkorban

C F

Sang merah putih yang perwira

C G C

Berkibarkah Slama-lamanya


[Outro] C F C G C


2. Berkibarlah Bendera Negeriku

Lagu ciptaan Soedjarwoto Soemarsono atau Gombloh ini memiliki pesan tentang cinta dan bangga terhadap Indonesia serta mengajak untuk memperjuangkan keutuhan dan kemajuan bangsa. Lagu ini mengandung semangat nasionalisme dan patriotisme untuk memotivasi warga negara Indonesia agar selalu menyayangi dan menghormati tanah air.

G C

Berkibarlah bendera negeriku


Am D

Berkibarlah engkau di dadaku


G C

Tunjukkanlah kepada dunia


Am D

Semangatmu yang panas membara


C G

Daku ingin jiwa raga ini


D G

Selaraskan keanggunan


C G

Daku ingin jemariku ini


D G D

Menuliskan kharismamu


G C

Berkibarlah bendera negeriku


Am D

Berkibar di luas nuansamu


G C

Tunjukkanlah kepada dunia


Am D

Ramah tamah budi bahasamu


C G

Daku ingin kepal tangan ini


D G

Menunaikan kewajiban


C G

Putra bangsa yang mengemban cita


D G D

Hidup dalam kesatuan


C G

Daku ingin jiwa raga ini


D G

Selaraskan keanggunan


C G

Daku ingin jemariku ini


D G

Menuliskan kharismamu


3. Bagimu Negeri

Bagimu Negeri adalah judul lagu perjuangan yang diciptakan Kusbini pada tahun 1942. Lagu ini menjadi lagu wajib perjuangan serta ditetapkan sebagai lagu nasional Indonesia pada tahun 1960.

Kusbini juga secara rutin mengampu siaran musik di radio milik Dai Nippon, Hoso Kanri Kyoku. Kusbini adalah musisi sekaligus tokoh legendaris musik keroncong pada 1930-1955. Dia menciptakan lagu Bagimu Negeri pada 1942.

Lagu Bagimu Negeri kemudian ditetapkan sebagai lagu nasional 18 tahun kemudian, tepatnya 1960. Lagu ini biasanya digunakan oleh saluran radio dan televisi nasional sebagai penutup di akhir siaran.

[Intro] F G C Am Dm G C

C F G C

Padamu negeri

C F C

kami berjanji

F G C Am

padamu negeri

Am D G

kami berbakti


C F G C

Padamu negeri

C F E

kami mengabdi

F G C Am

bagimu negeri

Dm C G C

jiwa raga~ ka~ mi~


4. Hari Merdeka

Lagu Hari Merdeka memiliki makna semangat 45 dari para pahlawan ketika melawan penjajah pada masa penjajahan. Selain itu, lagu ini juga mengajarkan tentang cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia dengan tempo cepat dan tegas.

Dilansir dari buku Indonesia Pusaka karya Dr Sopan Adrianto, lagu Hari Merdeka mengisyaratkan tentang kemerdekaan Indonesia yang telah dicapai pada tanggal 17 Agustus dan harus dipertahankan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam Buku 100 Konser Musik Indonesia karya Anas Syahrul Alimi, lagu 17 Agustus tercipta saat Agresi Militer Belanda 2. Kala itu H Mutahar yang merupakan ajudan Presiden Soekarno, diminta membuatkan aubade atau alunan musik sebagai penghormatan pada pagi hari.

Mutahar kemudian meminjam orkes keraton dan menjadi konduktor permain. "Tujuh belas Agustus tahun empat lima. Itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa. Hari lahirnya bangsa Indonesia," petik lirik tersebut. Aubade ini menjadi cikal bakal lagu Hari Merdeka.

C G C

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

C F C

Itulah hari kemerdekaan kita

F C

Hari merdeka nusa dan bangsa

Am D G

Hari lahirnya bangsa Indonesia

G G7 G

Mer-de-ka

C G C

Sekali merdeka tetap merdeka

C G C

Selama hayat masih dikandung badan

C G C F

Kita tetap setia tetap sedia

C G F G

Mempertahankan In-do-ne-si-a

C G C F

Kita tetap setia tetap sedia

C G C G C

Membela negara kita


C G C

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

C F C

Itulah hari kemerdekaan kita

F C

Hari merdeka nusa dan bangsa

Am D G

Hari lahirnya bangsa Indonesia

G G7 G

Mer-de-ka

C G C

Sekali merdeka tetap merdeka

C G C

Selama hayat masih dikandung badan

C G C F

Kita tetap setia tetap sedia

C G F G

Mempertahankan In-do-ne-si-a

C G C F

Kita tetap setia tetap sedia

C G C G C

Membela negara kita

5. Gugur Bunga

Lagu Gugur Bunga di Taman Bakti atau lebih dikenal sebagai Gugur Bunga, adalah sebuah lagu perjuangan Indonesia yang ditulis dan dirilis oleh Ismail Marzuki pada tahun 1945. Lagu ini untuk menghormati tentara Indonesia yang tewas selama Revolusi Nasional Indonesia.

Berceritakan tentang kematian seorang prajurit, dan perasaan penyanyi kala melihat pahlawannya berguguran. Sejak saat itu lagu ini menjadi sebuah lagu umum untuk protes atau kritikan pada Pemerintahan, dan lagu duka.

Intro : Dm G C G D G E

Am Dm Am

betapa hatiku takkan pi-lu

E F E

telah gugur ~ pahlawanku

Dm G C

betapa hatiku tak akan sedih

G D G E

hamba ditinggal sendiri

Am Dm Am

siapakah kini pelipur la-ra

E F E

nan setia ~ dan perwira

Dm G C

siapakah kini pahlawan hati

G C

pembela bangsa sejati


Reff:

G C

telah gugur pahlawanku

D G C

tunai sudah janji bakti

G C

gugur satu tumbuh seribu

D G C E

tanah air jaya sakti

Am Dm Am

gugur bungaku di taman bak-ti

E F E

di hariba ~ an pertiwi

Dm G C

harum semerbak menambahkan sari

G C

tanah air jaya sakti ~


Song: G C D G C

G C D G C E

Am Dm Am

betapa hatiku takkan pi-lu

E F E

telah gugur ~ pahlawanku

Dm G C

betapa hatiku tak akan sedih

G D G E

hamba ditinggal sendiri

Am Dm Am

siapakah kini plipur la-ra

E F E

nan setia ~ dan perwira

Dm G C

siapakah kini pahlawan hati

G C

pembela bangsa sejati


Reff:

G C

telah gugur pahlawanku

D G C

tunai sudah janji bakti

G C

gugur satu tumbuh seribu

D G C E

tanah air jaya sakti

Am Dm Am

gugur bungaku di taman bak-ti

E F E

di hariba ~ an pertiwi

Dm G C

harum semerbak menambahkan sari

G C

tanah air jaya sakti ~


6. Ibu Pertiwi

Lagu Ibu Pertiwi lebih dikenal diciptakan oleh Ismail Marzuki. Dilansir dari laman Ensiklopedia Jakarta, Ismail Marzuki lahir di Kampung Kwitang, Jakarta, 11 Mei 1914. Ismail Marzuki adalah salah satu tokoh musik Indonesia sekaligus seorang komponis dari suku Betawi asli yang mempunyai panggilan Bang Ma'ing.

Intro : C F C G

C F C G C

C F

Kulihat ibu pertiwi

C G

sedang bersusah hati

C F

Air matanya berlinang

C G C

mas intan yang kau kenang


Reff:

G C

Hutan gunung sawah lautan

F C G

simpanan kekayaan

C F

Kini ibu sedang lara

C G C

merintih dan berdoa


Song : C F C G

C F C G C


Versi II

C F

Kulihat ibu pertiwi

C G

kami datang berbakti

C F

Lihatlah putra-putrimu

C G C

menggembirakan ibu


Reff:

G C

Ibu kami tetap cinta

F C G

putramu yang setia

C F

menjaga harta pusaka

C G C

untuk nusa dan bangsa

7. Indonesia Pusaka

Indonesia Pusaka adalah lagu Indonesia yang dibuat oleh Ismail Marzuki. Lagu ini biasanya dimainkan pada perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lagu ini menceritakan tentang refleksi atas Indonesia, tanah air tempat bernaung bangsa Indonesia dan keinginan untuk mewujudkan bela negara dengan segenap jiwa raga.

Kiprah Ismail Marzuki lewat karya inspiratif yang menyebarkan semangat patriotisme membuat namanya diabadikan menjadi pusat kesenian Taman Ismail Marzuki di Cikini, Jakarta. Lagu-lagu Ismail Marzuki terinspirasi dari suasana romantis perjuangan, seperti dikutip dari buku Kisah Perjuangan Pahlawan Indonesia oleh Lia Nuralia dan Iim Imaduddin.

Intro : C F C ~

Dm G C

C

Indonesia tanah air beta

Am D G

Pusaka abadi nan jaya

C F

Indonesia sejak dulu kala

C G C

Selalu dipuja-puja bangsa

.

Reff:

G

Di sana tempat lahir beta

E Am

Dibuai dibesarkan bunda

F C

Tempat berlindung di hari tua

C G C

Sampai akhir menutup mata

.

Intro : F C C G C

.

C

Indonesia tanah air beta

Am D G

Pusaka abadi nan jaya

C -C7 F Fm

Indonesia sejak dulu kala

C G C

Selalu dipuja-puja bangsa

Reff:

G

Di sana tempat lahir beta

E Am

Dibuai dibesarkan bunda

F C

Tempat berlindung di hari tua

C G C

Sampai akhir menutup mata

F C

Tempat berlindung di hari tua

C G C

Sampai akhir menutup mata




(aau/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork