Lagu nasional menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Tak sekadar rangkaian nada dan lirik, lagu-lagu tersebut menyimpan pesan tentang perjuangan, persatuan, cinta Tanah Air, hingga semangat untuk mempertahankan kemerdekaan.
Lagu nasional hampir selalu dinyanyikan dalam berbagai momen penting, terutama saat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mengetahui liriknya, memahami sejarah di balik penciptaan lagu nasional juga dapat menjadi cara untuk mengenal kembali perjalanan bangsa.
17 Lirik Lagu Nasional, Chord dan Sejarahnya
Beberapa lagu lahir dari semangat perjuangan dan kondisi sosial-politik pada masanya. Pesan yang terkandung tetap relevan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme hingga saat ini. Berikut 17 lagu nasional lengkap dengan lirik, chord, serta sejarah singkat di balik penciptaannya, dirangkum dari beberapa sumber literatur dan laman resmi Kemdikbud:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Berkibarlah Benderaku
Berkibarlah Benderaku adalah lagu nasional Indonesia yang diciptakan tahun 1947. Lagu ini diciptakan oleh Saridjah Bintang Soedibyo atau lebih dikenal dengan nama Ibu Soed, dan dibantu oleh Joesoef Ronodipoero yang menjadi pimpinan Radio Republik Indonesia (RRI).
Lagu ini bersejarah dalam detik-detik proklamasi kemerdekaan RI, hingga kegigihan para pemuda di Surabaya dalam usahanya merobek bagian warna biru bendera Belanda yang berkibar di Hotel Yamato.
[Intro] C F C G C
[Verse]
C G
Berkibarlah benderaku
C G
Lambang suci gagah perwira
F G
Di seluruh pantai Indonesia
C
Kau tetap pujaan bangsa
[Chorus]
G C
Siapa berani menurunkan engkau
G
Serentak rakyatmu membela
C F
Sang merah putih yang perwira
C G C
Berkibarlah Slama-lamanya
[Verse]
C G
Kami rakyat Indonesia
C G
Bersedia setiap masa
F G
Mencurahkan segenap tenaga
C
Supaya kau tetap cemerlang
[Chorus]
G C
Tak goyang jiwaku menahan rintangan
G
Tak gentar rakyatmu berkorban
C F
Sang merah putih yang perwira
C G C
Berkibarkah Slama-lamanya
[Outro] C F C G C
2. Berkibarlah Bendera Negeriku
Lagu ciptaan Soedjarwoto Soemarsono atau Gombloh ini memiliki pesan tentang cinta dan bangga terhadap Indonesia serta mengajak untuk memperjuangkan keutuhan dan kemajuan bangsa. Lagu ini mengandung semangat nasionalisme dan patriotisme untuk memotivasi warga negara Indonesia agar selalu menyayangi dan menghormati tanah air.
G C
Berkibarlah bendera negeriku
Am D
Berkibarlah engkau di dadaku
G C
Tunjukkanlah kepada dunia
Am D
Semangatmu yang panas membara
C G
Daku ingin jiwa raga ini
D G
Selaraskan keanggunan
C G
Daku ingin jemariku ini
D G D
Menuliskan kharismamu
G C
Berkibarlah bendera negeriku
Am D
Berkibar di luas nuansamu
G C
Tunjukkanlah kepada dunia
Am D
Ramah tamah budi bahasamu
C G
Daku ingin kepal tangan ini
D G
Menunaikan kewajiban
C G
Putra bangsa yang mengemban cita
D G D
Hidup dalam kesatuan
C G
Daku ingin jiwa raga ini
D G
Selaraskan keanggunan
C G
Daku ingin jemariku ini
D G
Menuliskan kharismamu
3. Bagimu Negeri
Bagimu Negeri adalah judul lagu perjuangan yang diciptakan Kusbini pada tahun 1942. Lagu ini menjadi lagu wajib perjuangan serta ditetapkan sebagai lagu nasional Indonesia pada tahun 1960.
Kusbini juga secara rutin mengampu siaran musik di radio milik Dai Nippon, Hoso Kanri Kyoku. Kusbini adalah musisi sekaligus tokoh legendaris musik keroncong pada 1930-1955. Dia menciptakan lagu Bagimu Negeri pada 1942.
Lagu Bagimu Negeri kemudian ditetapkan sebagai lagu nasional 18 tahun kemudian, tepatnya 1960. Lagu ini biasanya digunakan oleh saluran radio dan televisi nasional sebagai penutup di akhir siaran.
[Intro] F G C Am Dm G C
C F G C
Padamu negeri
C F C
kami berjanji
F G C Am
padamu negeri
Am D G
kami berbakti
C F G C
Padamu negeri
C F E
kami mengabdi
F G C Am
bagimu negeri
Dm C G C
jiwa raga~ ka~ mi~
4. Hari Merdeka
Lagu Hari Merdeka memiliki makna semangat 45 dari para pahlawan ketika melawan penjajah pada masa penjajahan. Selain itu, lagu ini juga mengajarkan tentang cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia dengan tempo cepat dan tegas.
Dilansir dari buku Indonesia Pusaka karya Dr Sopan Adrianto, lagu Hari Merdeka mengisyaratkan tentang kemerdekaan Indonesia yang telah dicapai pada tanggal 17 Agustus dan harus dipertahankan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dalam Buku 100 Konser Musik Indonesia karya Anas Syahrul Alimi, lagu 17 Agustus tercipta saat Agresi Militer Belanda 2. Kala itu H Mutahar yang merupakan ajudan Presiden Soekarno, diminta membuatkan aubade atau alunan musik sebagai penghormatan pada pagi hari.
Mutahar kemudian meminjam orkes keraton dan menjadi konduktor permain. "Tujuh belas Agustus tahun empat lima. Itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa. Hari lahirnya bangsa Indonesia," petik lirik tersebut. Aubade ini menjadi cikal bakal lagu Hari Merdeka.
C G C
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
C F C
Itulah hari kemerdekaan kita
F C
Hari merdeka nusa dan bangsa
Am D G
Hari lahirnya bangsa Indonesia
G G7 G
Mer-de-ka
C G C
Sekali merdeka tetap merdeka
C G C
Selama hayat masih dikandung badan
C G C F
Kita tetap setia tetap sedia
C G F G
Mempertahankan In-do-ne-si-a
C G C F
Kita tetap setia tetap sedia
C G C G C
Membela negara kita
C G C
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
C F C
Itulah hari kemerdekaan kita
F C
Hari merdeka nusa dan bangsa
Am D G
Hari lahirnya bangsa Indonesia
G G7 G
Mer-de-ka
C G C
Sekali merdeka tetap merdeka
C G C
Selama hayat masih dikandung badan
C G C F
Kita tetap setia tetap sedia
C G F G
Mempertahankan In-do-ne-si-a
C G C F
Kita tetap setia tetap sedia
C G C G C
Membela negara kita
5. Gugur Bunga
Lagu Gugur Bunga di Taman Bakti atau lebih dikenal sebagai Gugur Bunga, adalah sebuah lagu perjuangan Indonesia yang ditulis dan dirilis oleh Ismail Marzuki pada tahun 1945. Lagu ini untuk menghormati tentara Indonesia yang tewas selama Revolusi Nasional Indonesia.
Berceritakan tentang kematian seorang prajurit, dan perasaan penyanyi kala melihat pahlawannya berguguran. Sejak saat itu lagu ini menjadi sebuah lagu umum untuk protes atau kritikan pada Pemerintahan, dan lagu duka.
Intro : Dm G C G D G E
Am Dm Am
betapa hatiku takkan pi-lu
E F E
telah gugur ~ pahlawanku
Dm G C
betapa hatiku tak akan sedih
G D G E
hamba ditinggal sendiri
Am Dm Am
siapakah kini pelipur la-ra
E F E
nan setia ~ dan perwira
Dm G C
siapakah kini pahlawan hati
G C
pembela bangsa sejati
Reff:
G C
telah gugur pahlawanku
D G C
tunai sudah janji bakti
G C
gugur satu tumbuh seribu
D G C E
tanah air jaya sakti
Am Dm Am
gugur bungaku di taman bak-ti
E F E
di hariba ~ an pertiwi
Dm G C
harum semerbak menambahkan sari
G C
tanah air jaya sakti ~
Song: G C D G C
G C D G C E
Am Dm Am
betapa hatiku takkan pi-lu
E F E
telah gugur ~ pahlawanku
Dm G C
betapa hatiku tak akan sedih
G D G E
hamba ditinggal sendiri
Am Dm Am
siapakah kini plipur la-ra
E F E
nan setia ~ dan perwira
Dm G C
siapakah kini pahlawan hati
G C
pembela bangsa sejati
Reff:
G C
telah gugur pahlawanku
D G C
tunai sudah janji bakti
G C
gugur satu tumbuh seribu
D G C E
tanah air jaya sakti
Am Dm Am
gugur bungaku di taman bak-ti
E F E
di hariba ~ an pertiwi
Dm G C
harum semerbak menambahkan sari
G C
tanah air jaya sakti ~
6. Ibu Pertiwi
Lagu Ibu Pertiwi lebih dikenal diciptakan oleh Ismail Marzuki. Dilansir dari laman Ensiklopedia Jakarta, Ismail Marzuki lahir di Kampung Kwitang, Jakarta, 11 Mei 1914. Ismail Marzuki adalah salah satu tokoh musik Indonesia sekaligus seorang komponis dari suku Betawi asli yang mempunyai panggilan Bang Ma'ing.
Intro : C F C G
C F C G C
C F
Kulihat ibu pertiwi
C G
sedang bersusah hati
C F
Air matanya berlinang
C G C
mas intan yang kau kenang
Reff:
G C
Hutan gunung sawah lautan
F C G
simpanan kekayaan
C F
Kini ibu sedang lara
C G C
merintih dan berdoa
Song : C F C G
C F C G C
Versi II
C F
Kulihat ibu pertiwi
C G
kami datang berbakti
C F
Lihatlah putra-putrimu
C G C
menggembirakan ibu
Reff:
G C
Ibu kami tetap cinta
F C G
putramu yang setia
C F
menjaga harta pusaka
C G C
untuk nusa dan bangsa
7. Indonesia Pusaka
Indonesia Pusaka adalah lagu Indonesia yang dibuat oleh Ismail Marzuki. Lagu ini biasanya dimainkan pada perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lagu ini menceritakan tentang refleksi atas Indonesia, tanah air tempat bernaung bangsa Indonesia dan keinginan untuk mewujudkan bela negara dengan segenap jiwa raga.
Kiprah Ismail Marzuki lewat karya inspiratif yang menyebarkan semangat patriotisme membuat namanya diabadikan menjadi pusat kesenian Taman Ismail Marzuki di Cikini, Jakarta. Lagu-lagu Ismail Marzuki terinspirasi dari suasana romantis perjuangan, seperti dikutip dari buku Kisah Perjuangan Pahlawan Indonesia oleh Lia Nuralia dan Iim Imaduddin.
Intro : C F C ~
Dm G C
C
Indonesia tanah air beta
Am D G
Pusaka abadi nan jaya
C F
Indonesia sejak dulu kala
C G C
Selalu dipuja-puja bangsa
.
Reff:
G
Di sana tempat lahir beta
E Am
Dibuai dibesarkan bunda
F C
Tempat berlindung di hari tua
C G C
Sampai akhir menutup mata
.
Intro : F C C G C
.
C
Indonesia tanah air beta
Am D G
Pusaka abadi nan jaya
C -C7 F Fm
Indonesia sejak dulu kala
C G C
Selalu dipuja-puja bangsa
Reff:
G
Di sana tempat lahir beta
E Am
Dibuai dibesarkan bunda
F C
Tempat berlindung di hari tua
C G C
Sampai akhir menutup mata
F C
Tempat berlindung di hari tua
C G C
Sampai akhir menutup mata
8. Kebyar Kebyar
Kebyar Kebyar salah satu lagu dari album (dengan judul yang sama) grup musik Lemon Tree's Anno '69, grup yang dimotori oleh pencipta lagu Gombloh. Dirilis tahun 1979, lagu ini memiliki makna tentang persatuan, perjuangan, serta fakta bahwa Indonesia terdiri dari suku, ras, agama yang berbeda-beda. Namun, tetap satu Indonesia.
Intro : E..A..E..A..E F# B (2x)
A B C D E
C D E
E
Indonesia..
A E A E
Merah darahku..Putih Tulangku
F# B
Bersatu dalam semangatmu
E
Indonesia..
A A E
Debar Jantungku..Getar Nadiku
F# B
Berbaur dalam angan-anganmu..
A B
Kebyar-Kebyar..
C D E
Pelangi..Jingga...
E
Indonesia..
A E A E
Nada Laguku..Symphony Perteguh..
F# B
Selaras dengan symphonimu
A B
Kebyar-Kebyar..
C D E
Pelangi..Jingga...
Int : C-C D-D B
Bm
...Biarpun Bumi Berguncang
C# E B
...Kau Tetap Indonesia-Ku
Bm
... Andaikan Matahari Terbit dari Barat
C# E B
...Kau pun Indonesia-ku
Bm
... Tak sebilah pedang yang tajam
Em
...dapat palingkan daku dari-mu
Int : Bm..Em..G#....Em
Bm Em
....kusingsingkan lengan
F
...rawe-rawe rantas
Fm C
malang-malang tuntas denganmu..
int : C D Dm E
A B C D E
E..A..E..A..E F# B (2x)
A B C D E
C D E
9. Mars Pancasila (Garuda Pancasila)
Mars Pancasila atau populer dikenal sebagai lagu Garuda Pancasila adalah lagu Indonesia yang ditulis oleh Sudharnoto. Lagu ini berisi tentang kesetiaan segenap rakyat Indonesia kepada Pancasila sebagai satu-satunya ideologi atau falsafah Bangsa Indonesia.
[Intro] C F G C
C
Garuda Pancasila
G
Akulah pendukungmu
G
Patriot proklamasi
F G C
sedia berkorban untukmu
C F C
Pancasila dasar negara,
C F C
rakyat adil makmur sentosa,
Dm G
pribadi bangsaku
C
Ayo maju maju,
C
ayo maju maju,
F G C
ayo maju maju
C
Garuda Pancasila
G
Akulah pendukungmu
G
Patriot proklamasi
F G C
sedia berkorban untukmu
C F C
Pancasila dasar negara,
C F C
rakyat adil makmur sentosa,
Dm G
pribadi bangsaku
C
Ayo maju maju,
C
ayo maju maju,
F G C
ayo maju maju
10. Maju Tak Gentar
Lagu ini diciptakan oleh Cornel Simanjuntak. Seperti dalam buku Indonesia Pusaka karya Sopan Adrianto, lagu ini mengajak rakyat Indonesia untuk maju menghadapi penjajah dan dilakukan bersama-sama untuk mencapai kemenangan. Lagu ini memotivasi rakyat untuk membangkitkan semangat membela tanah air. Keberanian rakyat dengan perlengkapan seadanya tergambar dalam lagu ini.
C
Maju tak gentar
F C
Membela yang benar
Dm
Maju tak gentar
G
Hak kita diserang
C
Maju serentak
F C
Mengusir penyerang
Dm
Maju serentak
G C
Tentu kita menang
F
Bergerak bergerak,
C
Serentak serentak
G C
Menerkam menerjang terjang
F
Tak gentar tak gentar,
C
Menyerang menyerang
G C
Majulah majulah menang
11. Syukur
Lagu ini diciptakan oleh H Mutahar. Lagu ini ingin menegaskan kita bahwa tanah air sebentar lagi akan merdeka dan menjadi karunia Tuhan yang harus disyukuri. Lagu ini jadi yang pertama ciptaan Gesang dan diperkenalkan ke khalayak saat menjelang proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Intro : Am E Am E ~ Am
Am F Am
Dari yakin ku teguh
Am E
hati Ikhlasku Penuh
Am F E Am
akan karuniaMu
A Dm
Tanah Air Pusaka
G C
Indonesia Merdeka
E
Syukur Aku Sembahkan
F E Am
KehadiratMu Tuhan ~
int: Am
Am F Am
Dari yakin ku teguh
Am E
Cinta ikhlasku penuh
Am F E Am
akan jasa usaha
A Dm
Pahlawanku yang baka
G C
Indonesia Merdeka
E
Syukur Aku tunjukkan
F E Am
ke bawah duli Tuhan ~
int : Am F Am
Am E
Am F E Am
A Dm
Tanah Air Pusaka
G C
Indonesia Merdeka
E
Syukur aku sembahkan
F E Am
KehadiratMu Tuhan ~
Outro : Am
12. Satu Nusa Satu Bangsa
Lagu nasional ini diciptakan oleh Liberty Manik di Semarang dan rilis pada 1947. Lagu ini kemudian pertama kali diperdengarkan ke publik melalui siaran Radio Republik Indonesia di Yogyakarta pada tahun 1947.
Lagu Satu Nusa Satu Bangsa terinspirasi dari semangat Sumpah Pemuda dengan merujuk pada tiga inti dari Sumpah Pemuda, yaitu satu nusa (satu tanah air), satu bangsa, dan satu bahasa, dalam menjaga dan membela identitas bangsa Indonesia.
Intro : G C G Em Am-D-G
G C
satu nusa satu bangsa
G Em A D
satu bahasa kita
G C
tanah air pasti jaya
G Em Am-D-G
untuk selama-lamanya ~
D
Indonesia pusaka
C G C-G -D
Indonesia tercinta
G C
nusa bangsa dan bahasa
G Em Am-D-G
kita bela bersama
Int. G Em Am-D-G
G C
satu nusa satu bangsa
G Em A D
satu bahasa kita
G C
tanah air pasti jaya
G Em Am-D-G
untuk selama-lamanya ~
D
Indonesia pusaka
C G C-G -D
Indonesia tercinta
G C
nusa bangsa dan bahasa
G Em Am-D-G
kita bela bersama
13. Rayuan Pulau Kelapa
Lagu Indonesia ini ditulis oleh Ismail Marzuki, berisi tentang keindahan alam Indonesia, seperti flora, kepulauan, dan pantainya. Pada tahun 2015, lagu ini dinyanyikan kembali oleh grup musik rock Endank Soekamti dengan aransemen yang lebih segar.
[Intro] C Dm G C F C
[Verse]
C F C
Tanah airku Indonesia
C B G
Negeri elok amat kucinta
G G7
Tanah tumpah darahku yang mulia
G C
Yang kupuja sepanjang masa
C F C
Tanah airku aman dan makmur
C F
Pulau kelapa yang amat subur
Dm B C Am
Pulau melati pujaan bangsa
Dm G C
Sejak dulu kala
[Chorus]
Dm
Melambai lambai
G C
Nyiur di pantai
Dm
Berbisik bisik
G C
Raja Kelana
Dm
Memuja pulau
G C
Nan indah permai
Dm
Tanah Airku
G F G#
Indonesia
[Outro]
A#
Tanah Air
C
Indonesia
14. Tanah Airku
Tanah Airku adalah lagu nasional Indonesia yang diciptakan oleh Ibu Sud, menggambarkan tentang keindahan alam Indonesia. Lagu ini populer dibawakan oleh penyanyi kawakan Rita Effendy.
Intro : C F Dm F C G C - G
C F C
Tanah airku tidak kulupakan
Dm G C
Kan terkenang selama hidupku
F C
Biarpun saya pergi jauh
Dm G C
Tidak kan hilang dari kalbu
C F Dm F
Tanah ku yang kucintai
C G C
Engkau kuhargai
C F C
Walaupun banyak negri kujalani
Dm G C
Yang masyhur permai dikata orang
F C
Tetapi kampung dan rumahku
Dm G C
Di sanalah kurasa senang
C F Dm F
Tanahku tak kulupakan
C G C
Engkau kubanggakan ~
15. Mengheningkan Cipta
Lagu Mengheningkan Cipta identik dengan sosok Ismail Marzuki, namun sebetulnya pengarang lagu ini ialah Truno Prawit, musisi asal Surakarta, Jawa Tengah yang pernah menjadi Staf Musik Keraton Surakarta.
Konon, lagu ini pertama kali dikumandangkan pada upacara peringatan Hari Pahlawan di Ambon tahun 1958. Upacara tersebut untuk mengumpulkan dukungan pembebasan Irian Barat. Dalam buku Kumpulan Terlengkap Lagu Wajib Nasional karya Puspa Swara dan Harris S Yulianto dijelaskan makna lagu ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas kemerdekaan Indonesia yang dianugerahkan-Nya melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
C G C G
Dengan seluruh angkasa raya memuji
F G
Pahlawan negara
C G C G
Nan gugur remaja di ribaan bendera
C C
Bela nusa bangsa
C G F G
Kau kukenang wahai bunga putra bangsa
C G
Harga jasa
C
Kau Cahya pelita
G C G C
Bagi Indonesia merdeka
16. Dari Sabang Sampai Merauke
Lagu Dari Sabang Sampai Merauke diciptakan oleh R Soerardjo. Dilansir dari buku Kumpulan Terlengkap Lagu Wajib Nasional oleh Harris S Yulianto, mulanya lirik lagu ini adalah Dari Barat Sampai ke Timur. Kemudian atas masukan dari Presiden Soekarno kemudian diganti Dari Sabang Sampai Merauke. Sebab, Presiden pertama RI itu terinspirasi ucapan seorang perwira Belanda bernama Jendral JB Van Heutsz saat memenangkan perang Aceh 1904, mengucap "Vom Sabang tot Merauke".
[Intro]
C G C G C
[Verse]
C
Dari sabang sampai merauke
G C
Berjajar pulau-pulau
Em
Sambung menyambung menjadi satu
G C
Itulah Indonesia
[Chorus]
Dm
Indonesia tanah airku
Em
Aku berjanji padamu
C G
Menjunjung tanah airku
C G C
Tanah airku Indonesia
[Verse]
C
Dari sabang sampai merauke
G C
Berjajar pulau-pulau
Em
Sambung menyambung menjadi satu
G C
Itulah Indonesia
[Chorus]
Dm
Indonesia tanah airku
Em
Aku berjanji padamu
C G
Menjunjung tanah airku
C G C
Tanah airku Indonesia
[Outro]
C G C G C
17. Dirgahayu Indonesiaku
Lagu ini merupakan salah satu lagu nasional ciptaan Husein Mutahar, menggambarkan tentang kemerdekaan Indonesia yang telah diraih dari hasil perjuangan panjang. Jadi, kita harus tetap semangat setiap memperingati bertambah umurnya kemerdekaan Indonesia.
C
Dirgahayu Indonesiaku
G
Negeri dan bangsaku yang kusayangi
C
Aneka suka dan duka
G C
Penempaan Tuhan tlah kita jalani
C
Sadar tahan ditempa Tuhan
C G
Agar kita jadi bijak bestari
G C
Ikhlas bakti membina bangsa
G
yang adil dan merata
C C
Dirgahayu Indonesiaku
Negeri dan bangsaku
G C
Yang kita sayangi
Nah itulah tadi sejarah, lirik, dan chord dari 17 lagu-lagu nasional. Mari kita rayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun dengan semangat menggelora.
