17 Ide Perayaan 17 Agustus, Ada Permainan Tradisional-Lomba Buat Pasutri

17 Ide Perayaan 17 Agustus, Ada Permainan Tradisional-Lomba Buat Pasutri

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Minggu, 02 Agu 2026 18:07 WIB
Personel TNI mengikuti lomba merias istri. (Foto: Dok Kodam I Bukit Barisan).
Ilustrasi lomba merias istri. Foto: Dok Kodam I Bukit Barisan
Balikpapan -

Tidak hanya menjadi hiburan, lomba 17 Agustus juga menjadi sarana untuk membangun kekompakan dan mempererat hubungan antarwarga. Beragam permainan sederhana mampu menciptakan suasana penuh keceriaan, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

Pilihan lomba tidak lagi terbatas pada tarik tambang atau panjat pinang, ada beragam lomba yang bisa diikuti oleh anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan lansia. Permainan tradisional yang melegenda hingga lomba kreatif membuat perayaan Hari Kemerdekaan dapat menjadi lebih seru dan berkesan bagi semua peserta.

17 Ide Lomba Perayaan 17 Agustus

Dirujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lomba adalah adu kecepatan atau adu keterampilan. Sementara itu, perlombaan diartikan sebagai kegiatan mengadu kecepatan (keterampilan, ketangkasan, kepandaian, dan sebagainya).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momen ini tidak hanya jadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga dalam semangat gotong royong. Namun, tak sedikit lomba yang berisiko menyebabkan cedera, atau sulit diikuti oleh anak-anak hingga orang tua.

Baiknya, pilih lomba yang tetap seru tapi minim risiko. Supaya semua orang bisa berpartisipasi dengan aman dan nyaman, tanpa adanya dampak cedera setelah ikut lomba. Berikut beberapa lomba untuk perayaan 17 Agustus, dirangkum oleh tim detikKalimantan:

Lomba Permainan Tradisional

Lomba ini mengangkat kearifan lokal dan budaya tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia. Konsep ini memberi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan identitas budaya mereka melalui permainan atau tradisi khas daerah.

1. Manyipet

Peserta memasukkan damek (anak sumpit) saat mengikuti lomba manyipet di halaman GOR Indoor Serbaguna, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (18/5/2026). Perlombaan manyipet dalam ajang Festival Budaya Isen Mulang 2026 tersebut diikuti oleh sejumlah kontingen putra yang berasal dari 13 kabupaten/kota, serta 10 kontingen putri dari kabupaten/kota se-Kalteng yang bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan kearifan lokal manyipet khas Dayak dalam berburu binatang di hutan. ANTARA FOTO/Auliya RahmanPeserta memasukkan damek (anak sumpit) saat mengikuti lomba manyipet di halaman GOR Indoor Serbaguna, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman

Kalau di Kalimantan ada permainan daerah salah satunya manyipet. Dalam versi perlombaannya, manyipet dilakukan dengan menargetkan sasaran tertentu, seperti buah kelapa, balon, atau papan bergambar, dan dilakukan secara aman tanpa menggunakan anak panah beracun. Peserta akan diuji ketepatan dan kekuatan tiupan mereka dalam mengarahkan anak panah ke sasaran.

2. Besei Kambe

Besei Kambe. Foto: laman Pemprov KaltengBesei Kambe. Foto: laman Pemprov Kalteng

Cara memainkannya yakni empat orang duduk di atas sebuah perahu panjang berukuran sekitar lima meter, dengan posisi duduk saling berlawanan arah. Dua orang menghadap ke satu ujung perahu, sementara dua lainnya menghadap ke ujung yang berlawanan.

Masing-masing dari mereka memegang dayung dan perlu bersikeras mendayung perahu ke arah yang berbeda. Seolah-olah dua orang ingin membawa perahu menuju hilir, sementara dua lainnya bersikeras menuju hulu.

Keempat orang di perahu harus mengayuh dengan penuh semangat. Arah kayuhan yang bertolak belakang, akan membuat perahu terlihat seperti bingung menentukan arah, bergerak maju mundur tanpa kepastian.

Nantinya, perahu akan oleng ke kiri dan ke kanan karena kuatnya dorongan air dari dayung yang dihentakkan dengan tenaga penuh. Riak air yang tercipta cukup besar hingga membuat perahu nyaris terbalik.

Siapa pendayung yang mulai kelelahan, pasti gerakannya akan melambat atau bahkan dayungnya patah. Pendayung yang mampu mendorong perahu bergerak, itulah yang menang.

3. Begasing

gasing natunagasing. Foto: 20Detik

Begasing adalah permainan tradisional menggunakan gasing yang diputar dengan bantuan tali. Cara memainkannya juga cukup sederhana, sama seperti gasing pada umumnya.

Pemain memegang gasing dengan tangan kiri dan tali dengan tangan kanan. Tali kemudian dililitkan dengan kuat pada badan gasing. Setelah siap, gasing dilempar ke tanah sambil menarik tali secara cepat sehingga tercipta putaran yang kuat. Gasing yang diputar dengan teknik yang benar bisa bertahan berputar selama dua hingga lima menit.

4. Balogo

Balogo. Foto: Media Center Kalteng/Pemkab BanjarBalogo. Foto: Media Center Kalteng/Pemkab Banjar Foto: Balogo. Foto: Media Center Kalteng/Pemkab Banjar

Permainan ini sebenarnya mirip dengan kelereng atau bowling, tetapi memiliki keunikan dan tantangan sendiri. Permainan balogo merupakan keterampilan memainkan logo, agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang.

Esensi permainan ini terletak pada ketepatan dan keterampilan saat meluncurkan logo agar dapat menjatuhkan logo milik lawan. Tim yang berhasil merobohkan logo paling banyak akan keluar sebagai pemenang.

Cara atau aturan bermain satu lawan satu dengan beregu pun berbeda. Jika dimainkan secara beregu, maka jumlah pemain yang melakukan permainan harus sama dengan jumlah pemain yang logonya dipasang untuk dirobohkan. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang.

Nantinya, jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Cara memasang logo ini adalah didirikan berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Ketentuannya, regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan yang akan menjadi pemenangnya.

Semakin banyak logo lawan yang berhasil dihancurkan, semakin banyak poin yang didapatkan. Tim pemenang bakal disebut 'janggut' dan berhak mengusap dagu atau janggut lawan sambil meneriakkan 'janggut-janggut' sebagai bentuk kemenangan.

5. Lomba Balap Bakiak

Sejumlah anak bersama pendamping bermain pada kegiatan bertajuk Liburan Sehat Ceria Tanpa Handphone di Sanggar Seni dan Budaya Omah Alas, Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026). Sanggar Seni dan Budaya Omah Alas menggelar kegiatan yang diisi dengan permainan tradisional seperti egrang, bakiak, dan gobag sodor, serta kegiatan mewarnai topeng, guna mengurangi paparan gawai pada anak selama masa libur sekolah, sekaligus mengenalkan budaya Nusantara, mengembangkan kreativitas, dan memperkuat interaksi sosial. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kyeSejumlah anak bersama pendamping bermain bakiak. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Lomba meriah yang bisa dilakukan adalah balap bakiak. Nantinya, masing-masing tim mendapat sepasang bakiak yang akan digunakan oleh 3 sampai 4 orang.

Lomba Uji Kekompakan Pasutri

Tak jarang lomba-lomba 17 Agustus ini jadi ramai dan viral setelah diunggah ke media sosial. Lomba itu tak harus yang sulit atau menantang, yang penting memuat kebersamaan, mengasah keterampilan, dan dapat disesuaikan dengan kategori peserta, baik anak-anak, remaja, hingga dewasa.

6. Lomba Masak Khas Nusantara (Khusus Pria)

Lomba Masak Khas Nusantara adalah salah satu kegiatan Agustusan yang tak hanya menyenangkan, tapi juga penuh nilai budaya dan edukatif. Dalam lomba ini, peserta diminta untuk memasak hidangan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, seperti rendang dari Minang, papeda dari Papua, gudeg dari Yogyakarta, sate lilit dari Bali, hingga bubur manado dari Sulawesi Utara.

Tujuan utama dari lomba ini adalah memperkenalkan dan melestarikan kuliner Nusantara yang kaya akan cita rasa dan sejarah. Peserta bisa berasal dari beragam kalangan, tak harus ibu-ibu. Setiap tim atau individu akan menunjukkan keahlian mereka dalam mengolah bahan lokal menjadi hidangan yang lezat dan menarik.

7. Lomba Merias Wajah Berpasangan

Dalam lomba ini, satu orang ditutup matanya dan diminta merias wajah temannya dengan alat make-up atau face paint. Hasilnya biasanya lucu dan mengundang tawa. Lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga sangat aman karena tidak melibatkan gerakan cepat atau benda berbahaya.

8. Lomba Merias Istri

Khusus lomba ini, bapak-bapak menjadi pesertanya. Bapak-bapak yang biasanya awam akan kosmetik, diharuskan merias istrinya masing-masing. Jangan heran bila ada yang hasil riasannya nyeleneh, ya!

9. Lomba Menggambar Pasangan Semirip Mungkin

Untuk menguji pengetahuan dan kedekatan masing-masing pasangan dengan istri/suaminya, lomba menggambar adalah opsi yang unik. Umpamanya, tiap-tiap peserta diberi waktu satu jam lamanya untuk menggambar. Setelah itu, biarkan penonton menilai!

Lomba Adu Pengetahuan

Setiap tahunnya lomba-lomba untuk acara 17 Agustus ini terus berinovasi. Kalau lomba yang satu ini butuh adu skill siapa yang paling kaya pengetahuan.

10. Lomba Tebak Rempah-rempah

Lomba ini menantang peserta untuk mengenali berbagai jenis rempah dengan cara mencium aroma, menyentuh, atau melihat bentuk fisiknya tanpa label. Lomba ini sangat cocok digelar dalam semangat perayaan Hari Kemerdekaan karena rempah-rempah merupakan bagian penting dari sejarah Indonesia, bahkan menjadi salah satu alasan bangsa asing datang ke Nusantara di masa lalu.

Rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, kunyit, jahe, kapulaga, pala, lengkuas, dan lainnya disiapkan dalam wadah tertutup. Peserta diberi waktu singkat untuk mencium atau menyentuh isi wadah tersebut (bisa sambil ditutup mata). Mereka harus menuliskan atau menyebutkan nama rempah dengan tepat.

Lomba ini bisa dilakukan secara individu atau kelompok, dan tingkat kesulitannya bisa disesuaikan dengan usia peserta. Selain menyenangkan, lomba ini juga menambah wawasan peserta tentang kekayaan alam Indonesia dan manfaat rempah dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk memasak, pengobatan tradisional, dan bahan kecantikan.

11. Lomba Tebak Wajah Pahlawan

Lomba ini bertujuan menguji pengetahuan peserta tentang para tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Dalam lomba ini, peserta diminta menebak nama pahlawan nasional dari potongan gambar wajah, siluet, atau foto pahlawan yang ditampilkan sebagian.

Lomba ini tak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi sejarah dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Siapkan gambar atau siluet wajah para pahlawan nasional, atau jika ingin menantang gambar bisa dipotong sebagian (misalnya hanya mata atau rambut) atau dibuat buram.

Peserta secara individu atau kelompok diminta menyebutkan nama pahlawan dengan benar dalam waktu yang ditentukan. Bisa juga dibuat pilihan ganda untuk mempermudah, terutama untuk peserta anak-anak.

12. Lomba Tebak Judul atau Lanjutkan Lagu Nasional

Lomba ini adalah salah satu kegiatan seru dan edukatif dalam perayaan 17 Agustus. Peserta diminta untuk menyambung atau melanjutkan lirik dari lagu-lagu nasional setelah musik dihentikan secara tiba-tiba.

Lagu-lagu yang digunakan bisa berupa "Hari Merdeka", "Indonesia Raya", "Garuda Pancasila", "Bangun Pemudi Pemuda", dan lagu kebangsaan lainnya. Tujuan dari lomba ini adalah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus mengasah ingatan peserta terhadap lagu-lagu perjuangan yang sarat makna.

13. Lomba Tebak Arti atau Lanjutkan Peribahasa

Lomba ini menguji pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap peribahasa dalam bahasa Indonesia. Peserta akan diberikan sebuah peribahasa secara acak, lalu diminta untuk menjelaskan makna atau arti dari peribahasa tersebut dengan tepat dan jelas.

Peribahasa yang digunakan bisa diambil dari berbagai sumber klasik maupun yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti "bagai air di daun talas", "besar pasak daripada tiang", atau "sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui".

14. Lomba Tebak Gambar atau Kata

Lomba ini menguji kekompakan tim. Satu peserta diberi gambar atau kata yang harus ditebak oleh timnya lewat petunjuk gerakan atau kata kunci yang tidak boleh menyebut langsung jawabannya.

Lomba Dekorasi dan Kostum

Jenis lomba ini jadi salah satu kegiatan Agustusan yang paling menarik dan cocok untuk membangkitkan semangat gotong royong di lingkungan RT, sekolah, perkantoran, atau komunitas.

15. Lomba Dekorasi Terbaik

Dalam lomba ini, peserta diberi kesempatan untuk menghias area tertentu dengan tema kemerdekaan Indonesia. Dekorasi bisa berupa pemasangan bendera merah putih, umbul-umbul, lampu warna-warni, mural bertema perjuangan, hingga ornamen daur ulang yang kreatif.

Selain mempercantik lingkungan, lomba ini juga membangun rasa cinta tanah air, mempererat silaturahmi antarwarga, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang publik.

16. Cosplay Pahlawan Kemerdekaan

Belakangan ini, istilah cosplay atau permainan kostum ramai diperbincangkan. Nah, berhubung momen 17 Agustusan sedang berlangsung, para peserta bisa berlomba cosplay pahlawan favoritnya. Hal ini secara tidak langsung akan membuat masyarakat melek sejarah, lho!

17. Lomba Fashion Baju Adat atau Tema Merah Putih

Terinpirasi Citayam Fashion Week, tak ada salahnya jika kamu membuat tema serupa. Aturannya, siapa yang paling heboh dan mendapat tepuk tangan paling heboh dari penonton, dia menjadi pemenangnya. Atau jika mau lebih serius, yang bisa tampil dengan tatanan busana paling unik dan menarik dia yang menjadi pemenangnya.

Semua lomba dapat disesuaikan dengan nilai edukatif, budaya gotong royong, usia peserta, dan kondisi lingkungan. Selamat merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia!

Halaman 2 dari 2
(aau/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads