Di balik megahnya Istana Kuning di Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, berdiri sebuah tiang utama yang tak sekadar menopang bangunan. Tiang Sangga Buana menjadi simbol yang menyimpan filosofi kepemimpinan, persatuan, dan keseimbangan yang diwariskan sejak masa Kesultanan Kutaringin.
Bagi masyarakat, Sangga Buana bukan hanya bagian dari konstruksi istana. Tiang ini diyakini sebagai lambang penyangga kehidupan dan kekuatan kerajaan, sekaligus pengingat bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi sandaran bagi rakyatnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kotawaringin Barat, Rona Nirmala, mengatakan Istana Kuning merupakan salah satu warisan budaya paling berharga di Kobar. Di dalamnya tersimpan berbagai nilai sejarah yang hingga kini masih relevan untuk dikenalkan kepada generasi muda.
"Tiang Sangga Buana memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Selain menjadi penyangga utama bangunan, tiang ini juga melambangkan kokohnya persatuan, kepemimpinan, dan keseimbangan dalam kehidupan masyarakat pada masa Kesultanan Kutaringin," ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Rona, setiap bagian Istana Kuning memiliki cerita dan makna tersendiri. Karena itu, pelestarian bangunan bersejarah tidak cukup hanya menjaga fisiknya, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya mengenalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat.
Ia menilai warisan budaya seperti Sangga Buana menjadi identitas daerah yang perlu terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Melalui edukasi, promosi wisata sejarah, hingga kegiatan kebudayaan, pemerintah daerah berupaya menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap peninggalan leluhur.
"Generasi muda perlu mengetahui bahwa Istana Kuning bukan sekadar bangunan tua. Di dalamnya terdapat sejarah panjang, nilai budaya, dan filosofi kehidupan yang menjadi bagian dari identitas Kotawaringin Barat," katanya.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
(sun/des)