Kelotok Vs Kapal Feri, Apa Bedanya?

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 10 Jul 2026 05:59 WIB
Kapal kelotok di sungai Kalimantan. Foto: dok. Diskominfo Provinsi Kalimantan Tengah
Balikpapan -

Jangan bayangkan ada banyak kapal feri atau speedboat yang berlalu lalang di sepanjang sungai Kalimantan. Deretan sungai memang memanjang dari ujung ke ujung pulau ini, tapi soal transportasi khususnya ketika ingin menyeberang ke daerah lain, warga Kalimantan lebih sering menggunakan kelotok.

Bagi yang tinggal di luar Kalimantan mungkin mendengar nama kapal feri tentu sudah tidak asing. Moda transportasi yang satu ini biasa digunakan untuk menyeberang antar pulau, seperti di rute Merak-Bakauheni. Berbeda dengan Kalimantan yang lebih sering menggunakan kelotok untuk menyeberangi sungai.

Antara feri dan kelotok, keduanya sama-sama berfungsi mengangkut penumpang untuk menyeberangi sungai. Namun sebenarnya, kelotok dan kapal feri punya perbedaan yang sangat mudah dikenali, mulai dari ukuran, kapasitas, fungsi, sampai rute pelayarannya. Lantas, apa saja perbedaannya?

Ciri Kelotok di Kalimantan

Warga sedang menyeberangi sungai menggunakan kelotok. Foto: dok Media Center Kota Palangka Raya

Kelotok adalah perahu atau kapal kayu bermesin yang sudah digunakan selama puluhan tahun oleh masyarakat di Kalimantan. Nama kelotok berasal dari suara khas mesin diesel yang berbunyi tok-tok-tok saat beroperasi.

Awalnya kelotok menjadi moda transportasi utama sebelum dibangun jalan-jalan besar lintas provinsi di Kalimantan. Masyarakat menggunakannya untuk bepergian, mengangkut hasil pertanian, berdagang, maupun ketika ingin pergi menuju ke sekolah atau fasilitas kesehatan.

Saat ini, selain tetap digunakan sebagaimana mestinya, kelotok juga dimanfaatkan untuk wisata susur sungai, seperti di kawasan Pasar Terapung Banjarmasin.

Moda transportasi ini memiliki bagian kapal yang ramping dan memanjang, sebagian besar terbuat dari kayu ulin yang terkenal kuat dan tahan air. Kapasitasnya bervariasi, mulai sekitar 8 hingga 20 penumpang tergantung ukuran kapal. Beberapa kelotok wisata juga dilengkapi atap, tempat duduk, dapur kecil, dan toilet.

Kapal Feri untuk Menyeberangi Pulau

Kapal feri. Foto: dok. ASDP Indonesia Ferry

Berbeda dengan kelotok, kapal feri ukurannya lebih besar karena dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, bahkan truk. Di Kalimantan, kapal feri lebih banyak digunakan untuk rute antar pulau, misalnya dari Balikpapan ke Surabaya.

Kapal ini memiliki dermaga khusus dan ada sistem bongkar muat kendaraan, sehingga kendaraan dapat langsung naik dan turun dari kapal. Selain kapasitasnya jauh lebih besar, operasional kapal feri juga punya jadwal tetap, berbeda dengan kelotok yang bisa digunakan kapan saja.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork