30+ Kutipan RA Kartini dalam Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

30+ Kutipan RA Kartini dalam Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 15 Apr 2026 10:32 WIB
Buku tulisan tangan RA Kartini di Museum di Rembang, Jumat (20/4/2018).
Buku tulisan tangan RA Kartini/Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Balikpapan -

Lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, Kartini adalah putri dari seorang bupati yang hidup dalam lingkungan bangsawan Jawa. Pendidikan formal hanya ia tempuh hingga usia 12 tahun karena tradisi pingitan, tetapi semangat belajarnya tidak pernah padam.

Kartini tetap menimba ilmu secara mandiri, termasuk belajar bahasa Belanda dan aktif bersurat dengan sahabat-sahabatnya di Eropa. Melalui surat-suratnya, Kartini banyak menyuarakan kegelisahan terhadap berbagai hal, seperti keterbatasan pendidikan bagi perempuan, pernikahan paksa, sampai adat yang membelenggu kebebasan perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kumpulan surat tersebut kemudian dibukukan dalam bahasa Belanda dengan judul Door Duisternis tot Licht yang dalam bahasa Indonesia berarti Habis Gelap Terbitlah Terang.

Berikut adalah sederet quotes RA Kartini dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang penuh makna dan bisa menjadi sumber motivasi dalam kehidupan sehari-hari.

Quotes RA Kartini dalam Buku Habis Gelap Terbitlah Terang:

  1. "Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam."
  2. "Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya."
  3. "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi, satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."
  4. "Seorang perempuan yang mengorbankan diri untuk orang lain, dengan segala rasa cinta yang ada dalam hatinya, dengan segala bakti yang dapat diamalkannya, itulah perempuan yang patut disebut sebagai 'ibu' dalam arti sebenarnya."
  5. "Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang."
  6. "Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam."
  7. "Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu."
  8. "Saat membicarakan orang lain, Anda boleh saja menambahkan bumbu. Tapi, pastikan bumbu yang baik."
  9. "Sampai kapan pun, kemajuan perempuan itu ternyata menjadi faktor penting dalam peradaban bangsa."
  10. "Ibu adalah pusat kehidupan rumah tangga. Kepada mereka dibebankan tugas besar mendidik anak-anaknya, karena pendidikan akan membentuk budi pekertinya."
  11. "Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia, bukan? Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain yang lebih sempurna, yang boleh menjadikan buah."
  12. "Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai."
  13. "Adakah yang lebih hina daripada bergantung kepada orang lain?"
  14. "Habis gelap terbitlah terang."
  15. "Jangan kau katakan "saya tidak dapat", tetapi katakan "saya mau"."
  16. "Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia."
  17. "Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang."
  18. "Pendidikan adalah kunci untuk membebaskan perempuan dari keterbelakangan."
  19. "Hidup adalah menuntut perubahan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat."
  20. "Tak ada batasan bagi perempuan, kecuali batasan yang dibuat oleh dirinya sendiri."
  21. "Kalau kita tak pandai memeras waktu, tak mencari waktu, maka waktu juga tak akan memberikan kita peluang."
  22. "Mimpikanlah sesuatu yang besar, sesuatu yang kami sendiri sesungguhnya tidak menyadari kami bisa melakukannya."
  23. "Maka mengapa kita selalu takut, padahal segala sesuatu dalam dunia ini ada jika kita mau berani?"
  24. "Hidup penuh warna jika kita bersedia memahami dan menerima perbedaan."
  25. "Menghargai diri sendiri adalah langkah pertama untuk mencapai kebahagiaan sejati."
  26. "Tahukah engkau semboyanku? "Aku mau!" Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "Aku tiada dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "Aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung."
  27. "Bukanlah laki-laki yang hendak kami lawan, melainkan pendapat kolot dan adat uang."
  28. "Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa bahagia baginya."
  29. "Bagi saya hanya ada dua macam keningratan: keningratan pikiran dan keningratan budi. Tidak ada yang lebih gila dan bodoh daripada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya."
  30. "Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya turut membantu mengadakan jalan menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri."
  31. "Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti."
  32. "Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama."

Kutipan-kutipan dari R.A. Kartini di atas adalah bentuk warisan pemikiran yang bertahan dan masih hidup sampai saat ini. Keberanian untuk bermimpi, mengenyam pendidikan, dan melawan adalah hal yang harus dilakukan perempuan untuk berjuang dan hidup pada penghidupannya.

Jadi, dari semua quotes di atas, mana yang paling relate dengan hidup detikers saat ini?



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads