Perayaan Cap Go Meh 2577 di Kota Pontianak tak sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya harmoni di tengah keberagaman. Ribuan warga dari berbagai latar belakang etnis dan agama tumpah ruah memadati Jalan Gajah Mada untuk menyaksikan Parade Naga Bersinar, Selasa (3/3/2026) malam.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bahkan ikut menjajal salah satu permainan rakyat yang digelar di sela perayaan. Ia mengapresiasi event budaya tersebut karena dinilai mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
"Kita lihat sendiri, setiap digelarnya Parade Naga Bersinar pada perayaan Cap Go Meh, sudah dipastikan jalan ini penuh oleh warga yang menyaksikannya. Tidak hanya dari kalangan Tionghoa, tetapi masyarakat dari berbagai etnis semua berkumpul di sini," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Edi, kondisi itu menjadi bukti nyata bahwa budaya mampu merajut harmoni di tengah keberagaman. Terlebih, tahun ini perayaan Imlek dan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
"Ini menjadi sinyal bahwa kota ini ramah bagi siapa pun yang ingin berkreasi dan berkarya," ungkapnya.
Ia menegaskan seluruh rangkaian atraksi telah disesuaikan dengan suasana saling menghormati antarumat beragama. Penyelenggaraan Cap Go Meh, kata Edi, menunjukkan Pontianak mampu menjaga harmoni sosial di ruang publik.
"Atraksi disesuaikan dengan kondisi saling menghormati agama lain, khususnya bulan suci Ramadan. Kita memberi ruang bagi semua kegiatan yang berdampak pada ekonomi dan budaya," tuturnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memotong jenggot naga/Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan |
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menilai antusiasme masyarakat tahun ini sangat luar biasa. Hampir 50 naga ambil bagian dalam parade yang menjadi magnet wisata tahunan tersebut.
"Terlihat hampir lima puluh naga berpartisipasi malam ini. Ini potensi besar yang harus terus kita kembangkan sebagai event wisata unggulan Kota Pontianak," katanya.
Ia menambahkan, jika dikemas lebih profesional, Cap Go Meh dapat memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah. Kehadiran wisatawan disebut ikut menggerakkan sektor kuliner, perhotelan, hingga pelaku UMKM.
"Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, tentu berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini yang harus kita kelola dengan baik," imbuhnya.
Untuk diketahui, Parade Naga Bersinar tahun ini diikuti 49 kelompok dari berbagai kelenteng dan perkumpulan di Pontianak. Naga terpanjang mencapai 118 meter, sedangkan yang terpendek sekitar 20 meter.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok menghadirkan ciri khas tersendiri, mulai dari kombinasi warna lampu, gerakan atraktif para pemain hingga iringan musik tabuh yang menambah semarak suasana malam.
(sun/des)

