Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) digelar dengan mengedepankan toleransi antarumat beragama. Kepolisian memastikan kegiatan itu berlangsung aman dengan pengamanan ketat.
Puncak perayaan berupa Parade Naga Bersinar dari 49 kelompok dijadwalkan berlangsung setelah salat tarawih sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan.
Kapolresta Pontianak Kombes Endang Tri Purwanto mengatakan kepolisian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak karena perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, pelaksanaan parade disepakati dimulai setelah salat tarawih hingga selesai. Ada 49 grup naga, masing-masing tampil rata-rata lima menit," kata Endang, Rabu (18/2/2026).
Demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat serta mempermudah pengawasan, seluruh atraksi dipusatkan di satu lokasi. Puncak Cap Go Meh dengan Parade Naga Bersinar akan digelar pada 3 Maret 2026.
"Atraksi dipusatkan di panggung hiburan di Jalan Gajah Mada depan Hotel Harris. Jadi tidak ada yang melaksanakan atraksi di tempat lain," ujarnya.
Endang menyebut kepolisian telah menyiapkan pengamanan maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian Imlek hingga Cap Go Meh berjalan aman dan kondusif.
"Pada malam pergantian Tahun Baru Imlek kemarin, kami menurunkan sekitar 600 personel. Sedangkan saat Cap Go Meh atau Parade Naga Bersinar 3 Maret 2026 nanti, kami akan menerjunkan lebih dari 700 personel," bebernya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh penyelenggaraan Imlek dan Cap Go Meh. Momentum ini, kata dia, bakal menjadi bukti kuatnya keberagaman dan kebersamaan masyarakat Kota Pontianak.
"Mudah-mudahan penyelenggaraan tahun ini, di mana momentum Cap Go Meh bersamaan dengan bulan suci Ramadan, semua pihak dapat lapang dada dan terbuka bahwa keberagaman adalah satu kesatuan demi menjaga marwah kondusivitas Kota Pontianak," terangnya.
Menurut Bahasan, sinergi antara panitia, aparat keamanan, dan masyarakat menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara harmonis. Sehingga, Perayaan Cap Go Meh di Pontianak diharapkan tak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga simbol nyata toleransi dan keharmonisan masyarakat multietnis.
