Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang, Ada Pertunjukan Seni Tiap Malam

Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang, Ada Pertunjukan Seni Tiap Malam

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 17 Feb 2026 10:30 WIB
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi wakilnya Muhammadin bersama tamu VIP dan perwakilan 17 paguyuban etnis membuka Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026. (dok. Istimewa)
Foto: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi wakilnya Muhammadin bersama tamu VIP dan perwakilan 17 paguyuban etnis membuka Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026. (dok. Istimewa)
Singkawang -

Perayaan Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) bukan sekadar agenda budaya tahunan. Momentum ini kembali menegaskan identitas Singkawang sebagai kota tertoleran, di mana harmoni lintas suku dan agama terjalin kuat.

Perayaan yang dikemas menjadi Festival Imlek dan Cap Go Meh di Stadion Kridasana ini resmi dibuka oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi wakilnya Muhammadin bersama tamu VIP dan perwakilan 17 paguyuban etnis.

Menurut Tjhai Chui Mie, tahun ini terasa istimewa karena rangkaian Imlek dan Cap Go Meh hampir bersamaan dengan datangnya Ramadhan 1447 Hijriah. Dua momentum keagamaan berbeda itu justru menjadi simbol kuat kebersamaan masyarakat Singkawang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun baru ini terasa istimewa, karena di saat kita melaksanakan Imlek dan Cap Go Meh ini dibarengi dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H," kata Tjhai Chui Mie, Senin (16/2/2026) malam.

Ia menegaskan, perayaan Imlek bukan hanya milik satu etnis, melainkan milik seluruh masyarakat Singkawang. Kehadiran 17 paguyuban etnis yang turut menampilkan seni dan budaya menjadi bukti nyata kolaborasi lintas suku dalam satu panggung kebersamaan.

"Yang paling penting adalah kita bisa mempererat tali persaudaraan antar suku dan agama serta meningkatkan sikap saling menghargai dan menghormati," ujarnya.

Setiap malam, panggung budaya akan diisi pertunjukan seni dari berbagai paguyuban. Atraksi itu bukan hanya menjadi tontonan wisata, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat relasi sosial masyarakat.

"Nanti setiap malam akan ada pertunjukan kesenian dari seluruh paguyuban dan promosi nilai-nilai budaya. Tentu akan mendatangkan wisatawan dan ekonomi, khususnya UMKM akan meningkat," jelasnya.

Ia juga mengajak warga menunjukkan keramahan kepada para tamu yang datang. Menurutnya, sikap terbuka dan saling menghormati menjadi fondasi utama menjaga Singkawang tetap aman dan harmonis.

"Berikan keramahan kita pada siapa saja yang berkunjung ke Singkawang. Mari kita jadi tuan rumah yang baik, sehingga cerita positif itu akan mereka bawa untuk disampaikan kepada rekan mereka di tempat asalnya," serunya.

Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Dody Arianto Arruan memastikan pengamanan maksimal selama rangkaian perayaan berlangsung, termasuk memasuki Ramadhan dan Idul Fitri.

"Kami telah berkoordinasi sejak awal Januari untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif," ujarnya.

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang setiap tahun memang menjadi panggung budaya sekaligus potret nyata harmoni masyarakat multietnis yang hidup berdampingan dalam semangat toleransi.

Selain Imlek dan Cap Go Meh yang dikemas menjadi festival, momen Ramadhan juga dimeriahkan dengan adanya Ramadhan Fair. Kedua perayaan ini berjalan dengan barengan di Kota Tertoleran.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads