Kisah Mistis Situs Perupun Krayan: Mimpi Buruk-Sosok Bertubuh Besar

Kisah Mistis Situs Perupun Krayan: Mimpi Buruk-Sosok Bertubuh Besar

Oktavian Balang - detikKalimantan
Kamis, 12 Feb 2026 08:00 WIB
Situs Batu Perupun di Desa Wa Laya, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Situs Batu Perupun di Desa Wa' Laya, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Nunukan -

Keindahan situs purbakala Batu Perupun di Desa Wa' Laya, Kecamatan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) ternyata menyimpan sisi lain yang membuat bulu kuduk merinding. Situs peninggalan Suku Dayak Lundayeh ini dikenal 'angker' bagi siapa saja yang berani mengusik keberadaannya.

Budayawan Suku Dayak Lundayeh, Elyas Yesaya mengungkapkan, meskipun masyarakat setempat kini telah memeluk agama, kepercayaan terhadap hal-hal gaib di sekitar situs tersebut masih sangat kental. Pelajaran mahal pernah diterima oleh beberapa warga yang nekat mengambil batu dari situs tersebut.

"Ada kejadian mistis yang menimpa masyarakat yang sempat mengambil tumpukan batu untuk dijadikan batu tungku memasak," ungkapnya kepada detikKalimantan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama setelah mengambil batu tersebut, si pengambil batu mengalami gangguan tidur yang parah. Mereka didatangi mimpi buruk dan teror yang tak bisa dijelaskan akal sehat.

"Mereka yang sempat didatangi roh leluhur akhirnya mengembalikan batu yang sempat diambil. Ini menjadi pelajaran mahal bagi masyarakat," tegasnya.

Pengalaman di luar nalar juga dialami langsung oleh Semuel, Juru Pelihara Situs Perupun Desa Wa' Laya. Sebagai orang yang bertanggung jawab merawat situs di bawah naungan BPKW Wilayah 14 Kaltim, Semuel mengaku pernah berkomunikasi dengan penunggu tempat tersebut.

"Kejadian itu saat saya pertama kali bertugas membersihkan rumput di area situs. Malam harinya, ia mengalami mimpi yang disebutnya paling aneh seumur hidup," ungkapnya.

"Saat tidur, saya melihat di gundukan itu ada manusia berpostur tinggi besar, berkulit hitam, dan tanpa baju. Wajahnya khas orang Lundayeh," kenang Semuel.

Dalam mimpi tersebut, sosok gaib itu tampak duduk, sementara yang lain berdiri tegap membelakangi, namun ada satu sosok yang berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa Lundayeh.

"Dia bilang, 'Kamu yang menjaga tempat ini kah? Tolong dibersihkan dan dirawat, jangan diganggu'," tiru Semuel menceritakan pesan sang penjaga gaib.

Masyarakat setempat memang meyakini bahwa nenek moyang mereka memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Batu-batu besar yang menyusun Perupun dipercaya diambil dari lereng gunung yang tinggi.

"Tekstur batu seperti ini hanya didapat di lereng gunung tinggi. Diyakini nenek moyang dulu memiliki postur badan tinggi besar sehingga mampu mengangkut batu-batu tersebut," pungkas Semuel.

Hingga kini, Semuel tak jemu mengimbau masyarakat maupun pengunjung untuk senantiasa menjaga sopan santun dan melestarikan situs tersebut tanpa merusaknya, demi menghormati sejarah dan budaya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads