Balai Adat Peso di Bulungan Tinggal Kenangan Usai Terbakar

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 03 Feb 2026 13:00 WIB
Kebakaran di Bulungan menghanguskan balai adat/Foto: Dok. Istimewa
Bulungan -

Balai Adat Kecamatan Peso yang menjadi simbol kebersamaan masyarakat di hulu Sungai Kayan kini tinggal kenangan. Sebab, bangunan itu ludes terbakar pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Camat Peso, Joni Kuleh, mengungkapkan rasa sedihnya atas musibah yang menghanguskan bangunan yang berdiri sejak 2001 tersebut. Menurutnya, balai adat itu bukan sekadar gedung, melainkan hasil gotong royong 15 desa yang ada di wilayah itu.

"Kenangannya sangat banyak. Giatan apapun di situ, baik sosial, budaya, agama, politik, hingga pemerintahan selalu di sana. Itu dibangun tahun 2001 atas partisipasi masyarakat, ada yang sumbang bahan bangunan, ada juga bantuan pengusaha dan pemerintah," ujar Joni kepada detikKalimantan, Selasa (3/3/2026).

Saat ini, warga dibantu pihak kecamatan tengah melakukan pembersihan sisa-sisa kebakaran. Namun, Joni menyebut kendala utama ada pada tiang-tiang kayu raksasa yang masih tertancap di lokasi.

"Sudah dibersihkan, tapi tiang-tiang besar itu belum bisa dicabut karena harus pakai alat berat. Kalau dibilang 99 persen habis, ya memang tinggal tiang-tiang itu saja yang tidak terbakar habis, tapi ukiran-ukirannya sudah hilang," jelasnya.

Pihak kecamatan telah beraudiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan terkait penanganan ini. Hasilnya, sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Peso diminta membantu menyediakan alat berat dan BBM untuk mencabut tiang serta melakukan pengurukan lahan.

"Kabar baik bagi warga Peso. Pemkab Bulungan telah menyatakan kesiapannya untuk membangun kembali balai adat tersebut," bebernya.

Tahap perencanaan dilakukan tahun ini, sementara fisik bangunan akan dikerjakan pada tahun depan. "Pak Bupati dan Pak Wakil sudah katakan, pemerintah siap bangun. Mungkin tahun ini perencanaan, tahun 2027 baru bisa dibangun kembali," ungkapnya.

Meski kemungkinan menggunakan material modern seperti beton, Joni menegaskan arsitektur dan ciri khas rumah adat tetap akan dipertahankan sesuai aspirasi masyarakat dan lembaga adat.

"Kita minta masukan dari masyarakat supaya tidak lepas dari harapan mereka. Walaupun nanti modern atau beton, ciri khasnya harus tetap ada. Namanya juga balai adat," tambahnya.



Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork