Kabut asap mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hingga Rabu (23/9/2026) sore, tercatat 18 penerbangan terdampak, terdiri dari 11 penerbangan delay dan 7 penerbangan dibatalkan.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Supadio Pontianak, M Joko Wahyudi menyampaikan data sementara dampak kabut asap terhadap penerbangan tersebut.
"Total flight terdampak, delay 11, terdiri dari arrival 6 dan departure 5. Kemudian cancel 7, terdiri dari arrival 3 dan departure 4," kata Joko dalam keterangan yang diterima detikKalimantan, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain delay dan pembatalan, terdapat penerbangan yang mengalami kondisi khusus akibat gangguan jarak pandang. Tercatat 1 penerbangan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal dan 1 penerbangan divert atau dialihkan ke bandara lain.
Sementara itu, dua penerbangan telah berhasil lepas landas dan dua penerbangan lainnya telah mendarat di Bandara Supadio.
Joko mengatakan, kondisi tersebut terjadi seiring jarak pandang di sekitar bandara yang berubah-ubah sepanjang hari.
Pada pukul 05.00 waktu setempat, jarak pandang tercatat 1.200 meter. Kondisi kemudian memburuk hingga hanya 300 meter pada pukul 06.00.
Jarak pandang sempat membaik menjadi 800 meter pada pukul 07.00 dan 1.300 meter pada pukul 08.00. Namun, kembali menurun menjadi 1.200 meter pada pukul 09.00, 800 meter pada pukul 10.00, dan 700 meter pada pukul 11.00.
"Memasuki siang hari, jarak pandang kembali memburuk. Pada pukul 12.00 dan 13.00 tercatat 500 meter, sedangkan pada pukul 14.00 dan 15.00 hanya 400 meter," jelasnya.
Joko menegaskan, data tersebut merupakan kondisi sementara pada Rabu (23/9/2026). Perubahan jarak pandang dapat memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak.
Dengan kondisi tersebut, penumpang diimbau memperhatikan informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal penerbangan masing-masing.
