Nama Kelurahan Saigon di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) kerap mengundang rasa penasaran. Tak sedikit warga yang bertanya, mengapa sebuah wilayah di tepian Sungai Kapuas menyandang nama yang identik dengan kota besar di Vietnam?
Ternyata, nama tersebut menyimpan kisah sejarah panjang yang berakar dari perjalanan seorang saudagar Pontianak pada masa lampau.
Sejarawan Kalbar Syafaruddin DaEng Usman menjelaskan bahwa asal-usul nama Saigon bermula dari sosok HM Yusuf, seorang saudagar muda asal Pontianak yang merantau ke Saigon, Vietnam, untuk berdagang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Saigon, HM Yusuf tidak hanya berniaga, tetapi juga mempelajari teknik penanaman dan pengolahan karet," ujar Bang Din sapaan akrab Syafaruddin DaEng Usman kepada detikKalimantan baru-baru ini.
Setelah cukup lama merantau, HM Yusuf kembali ke Pontianak dengan membawa bibit karet untuk dikembangkan di kampung halamannya. Ia juga membawa pulang seorang istri bernama Sarijah (Niah) binti Muhammah Sholehia, perempuan asal Saigon, Vietnam, yang kemudian mendampinginya membangun kehidupan di Pontianak.
Perkebunan karet HM Yusuf Saigon di Kampung Saigon Pontianak tempo doeloe. Foto: Dok. Istimewa |
Sekembalinya ke tanah kelahiran, HM Yusuf bersama istrinya mulai mengembangkan perkebunan karet, termasuk pengolahan hasil tanam karet yang pada masa itu menjadi komoditas bernilai tinggi. Aktivitas tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
"Di kampung halamannya di Pontianak, HM Yusuf dan istrinya mengembangkan perkebunan karet hingga pengolahan hasil tanam karet," kata Bang Din.
Dalam pernikahannya dengan perempuan yang masih keturunan raja-raja dari Vietnam Selatan itu, HM Yusuf dikaruniai empat orang anak. Satu perempuan dan tiga laki-laki.
Untuk mengenang dang mengabadikan perjalanan hidup, usaha dagang, sekaligus kisah perjodohannya di Saigon, Vietnam, HM Yusuf kemudian memberi nama kawasan tempat tinggalnya sebagai Kampung Saigon.
"Penamaan itu sebagai bentuk penghormatan dan pengabadian atas perjalanan hidupnya di Saigon, yang kemudian melekat dan digunakan oleh masyarakat hingga sekarang," jelas Bang Din.
Seiring perkembangan Kota Pontianak dan penataan wilayah administratif, Kampung Saigon kemudian resmi menjadi Kelurahan Saigon, yang kini berada di Kecamatan Pontianak Timur. Hingga hari ini, nama Saigon tidak hanya menjadi penanda wilayah, tetapi juga menjadi simbol jejak sejarah, perantauan, dan akulturasi budaya yang turut membentuk wajah Kota Pontianak.
Belakangan nama HM Yusuf lebih dikenal dan dikenang sebagai HM Yusuf Saigon Al-Banjari. Saigon menjadi nama tambahan pada HM Yusuf karena kota itu mempunyai peran penting dalam perjalanan hidupnya.
"Kalau Al-Banjari itu sebutan orang lain untuknya menandakan dia orang turunan Banjar. Sampai saat ini keturunan HM Yusuf masih ada di Kota Pontianak," kata Bang Din.
Untuk diketahui, Yusuf Saigon meninggal pada Desember 1942 dalam usia ke-103 tahun. Makamnya berada di areal pemakaman keluarga H Muhammad Yusuf Saigon yang terdapat di Jalan Yusuf Karim.

