Mengenal Bahasa yang Ada di Kalimantan

Mengenal Bahasa yang Ada di Kalimantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 22 Jan 2026 06:00 WIB
Calon pengantin pria Desmon Alluy Ishak (keempat kanan) menggandeng calon pengantin wanita Saristia (keempat kiri) saat mengikuti prosesi Alaq Leto di Desa Budaya Pampang, Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (7/11/2025). Alaq Leto merupakan prosesi pernikahan Adat Dayak Kenyah yang dilakukan sehari sebelum upacara pemberkatan pernikahan untuk terus melestarikan adat istiadat dan agama suku dayak yang diwariskan nenek moyang mereka serta menjadi keanekaragaman budaya di Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Suku Dayak Kenyah di Kalimantan. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Samarinda -

Kalimantan dikenal sebagai salah satu pulau yang kaya akan budaya di Indonesia. Keberagaman suku, adat istiadat, hingga sejarah panjang pulau ini sejak ratusan tahun lalu membuat Kalimantan menjadi wilayah yang juga memiliki keragaman bahasa. Tidak hanya satu atau dua, tetapi puluhan bahasa daerah hidup dan digunakan hingga kini oleh masyarakat setempat.

Bahasa-bahasa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bukti identitas, adat istiadat, dan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Berikut ulasan lengkap untuk mengenal bahasa-bahasa yang ada di Kalimantan beserta latar belakang suku dan agama yang berkembang di pulau ini.

Apa Bahasa Utama di Kalimantan?

Secara resmi, Bahasa Indonesia merupakan bahasa utama yang digunakan di seluruh wilayah Kalimantan. Bahasa ini dipakai dalam kegiatan sehari-hari oleh masyarakat setempat. Keberadaan Bahasa Indonesia juga sangat penting karena Kalimantan dihuni oleh ratusan kelompok etnis dengan bahasa ibu yang berbeda-beda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di samping itu, dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kalimantan tidak hanya menggunakan Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu Kalimantan menjadi bahasa daerah yang paling luas penggunaannya, terutama di wilayah pesisir dan kota-kota besar.

Bahasa Melayu Kalimantan bukanlah berasal dari satu bahasa saja, melainkan terdiri dari banyak dialek lokal, antara lain:

  • Melayu Banjar, dominan di Kalimantan Selatan dan digunakan hingga Kalimantan Tengah dan Timur
  • Melayu Kutai, digunakan oleh masyarakat Kutai di sepanjang Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
  • Melayu Sambas dan Melayu Pontianak, digunakan di Kalimantan Barat
  • Melayu Berau, berkembang di wilayah Berau, Kalimantan Timur

Bahasa Melayu ini berfungsi sebagai bahasa penghubung antarsuku, terutama di daerah yang dihuni berbagai etnis yang berbeda. Karena itu, banyak masyarakat Dayak, Bugis, Jawa, maupun Tionghoa di Kalimantan yang fasih berbahasa Melayu lokal selain bahasa ibu mereka.

Selain bahasa Melayu, bahasa Dayak juga jadi bahasa yang paling banyak digunakan karena suku Dayak merupakan kelompok etnis terbesar dan penduduk asli Kalimantan. Bahasa Dayak sendiri bukanlah satu bahasa tunggal, melainkan mencakup puluhan hingga ratusan bahasa dan dialek yang digunakan oleh berbagai sub-suku Dayak di seluruh Kalimantan.

Bahasa-bahasa ini masih aktif digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di wilayah pedalaman, serta memiliki fungsi penting dalam upacara adat, hukum adat, dan berbagai kegiatan budaya lainnya.

Di Kalimantan Barat, bahasa Dayak seperti Kanayatn (Kendayan/Ahe), Iban, dan Taman masih digunakan. Di Kalimantan Tengah, Dayak Ngaju, Ma'anyan, dan Ot Danum menjadi bahasa utama komunitas Dayak setempat. Sementara itu, di Kalimantan Selatan dikenal bahasa Dayak Meratus dan Dayak Bukit, sedangkan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terdapat bahasa Kenyah, Kayan, Bahau, Tunjung, dan Benuaq.

Contoh Bahasa dan Dialek Suku Dayak di 5 Provinsi Kalimantan

Suku Dayak merupakan penduduk asli Kalimantan dan memiliki keragaman bahasa paling kompleks di pulau ini. Institut Dayakologi mencatat setidaknya terdapat 188 dialek yang dituturkan oleh suku Dayak di Kalimantan. Setiap provinsi di Kalimantan sendiri memiliki ragam bahasa Dayak yang khas, berikut contohnya:

Kalimantan Barat

Di Kalimantan Barat, bahasa Dayak yang dikenal antara lain Dayak Kanayatn (Ahe/Kendayan), Dayak Iban, Dayak Taman, dan Dayak Bidayuh. Bahasa-bahasa ini umumnya digunakan di wilayah pedalaman dan perbatasan Indonesia-Malaysia, serta masih aktif dipakai dalam kehidupan adat, keluarga, dan ritual adat.

Kalimantan Tengah

Bahasa Dayak Ngaju menjadi salah satu bahasa Dayak dengan jumlah penutur terbanyak di Kalimantan Tengah. Selain Ngaju, terdapat pula bahasa Ma'anyan, Ot Danum, Lawangan, dan Bakumpai. Bahasa-bahasa ini memiliki peran penting dalam adat, upacara keagamaan Kaharingan, serta masih digunakan secara masif oleh masyarakat setempat.

Kalimantan Selatan

Suku Dayak yang mendiami Pegunungan Meratus menggunakan bahasa Dayak Meratus dan Dayak Bukit. Bahasa-bahasa ini digunakan bercampur dengan bahasa Banjar yang dominan di wilayah tersebut. Kondisi ini membentuk masyarakat yang bisa menggunakan bahasa Dayak ketika berkomunikasi dengan keluarganya, serta bahasa Banjar atau Indonesia dalam interaksi sosial.

Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Wilayah ini dikenal dengan bahasa Dayak Kenyah, Kayan, Bahau, Tunjung, Benuaq, dan Punan. Beberapa bahasa tersebut juga digunakan oleh suku Dayak di Sarawak dan Sabah, Malaysia.

Bahasa Lain yang Hidup di Kalimantan

Selain bahasa Dayak dan Melayu, Kalimantan juga dihuni oleh berbagai kelompok pendatang yang kemudian membawa serta membentuk bahasa dan budaya mereka sendiri.

Bahasa Banjar adalah salah satu bahasa yang sangat dominan, terutama di Kalimantan Selatan, namun juga digunakan di Kalimantan Tengah dan Timur. Bahasa ini berkembang pesat seiring dengan majunya perdagangan dan penyebaran Islam di Kalimantan.

Bahasa Jawa, Bugis, dan Madura juga banyak digunakan di daerah pendatang, kawasan perkebunan, serta wilayah pesisir. Di beberapa daerah, bahasa-bahasa ini tetap digunakan hingga generasi kedua dan ketiga.

Sementara di Kalimantan Barat, etnis Tionghoa masih aktif menggunakan bahasa Hakka (Khek), Teochew, dan Mandarin, terutama dalam lingkungan keluarga dan keagamaan.

Apa 5 Suku Utama di Kalimantan?

Secara umum, terdapat lima kelompok suku besar yang paling dikenal di Kalimantan, yaitu:

  • Suku Dayak, merupakan penduduk asli Kalimantan yang mendiami wilayah pedalaman dan memiliki ratusan sub-suku
  • Suku Banjar, suku dominan di Kalimantan Selatan dengan budaya Islam yang kuat
  • Suku Melayu Kalimantan, masyarakatnya banyak banyak tinggal di wilayah pesisir dan kota-kota besar
  • Suku Kutai, suku yang berkembang di Kalimantan Timur
  • Suku Tionghoa, tersebar luas tetapi banyak ditemukan di Kalimantan Barat

Selain lima suku tersebut, terdapat pula suku Bugis, Jawa, Madura, dan berbagai suku pendatang lainnya yang memperkaya keragaman budaya Kalimantan.

Apa Mayoritas Agama di Kalimantan?

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, mayoritas penduduk Kalimantan menganut agama Islam, terutama di kalangan suku Banjar, Melayu, Kutai, Bugis, Jawa, dan Madura. Islam berkembang pesat melalui jalur perdagangan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Islam di masa lalu.

Namun, Kalimantan juga dikenal sebagai wilayah dengan keragaman agama yang tinggi. Banyak masyarakat Dayak menganut Kristen Protestan dan Katolik, sementara sebagian lainnya memeluk Hindu Kaharingan, agama asli Dayak yang kini diakui sebagai bagian dari Hindu.

Etnis Tionghoa di Kalimantan umumnya menganut Buddha dan Konghucu, meskipun ada pula yang beragama Kristen dan Islam. Keragaman agama ini hidup berdampingan secara relatif harmonis dan menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan.

Demikian informasi terkait ragam bahasa dan budaya di Kalimantan. Semoga bisa menambah pengetahuan detikers!




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads