Kilang Pertamina Minta Maaf soal Sultan Kukar Duduk di Belakang

Kilang Pertamina Minta Maaf soal Sultan Kukar Duduk di Belakang

Riani Rahayu - detikKalimantan
Jumat, 16 Jan 2026 17:40 WIB
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Adji Muhammad Arifin dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim. (dok YouTube Setpres)
Foto: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Aji Muhammad Arifin dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim. (dok YouTube Setpres)
Balikpapan -

PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) angkat bicara terkait perhatian publik atas posisi tempat duduk Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan Aji Muhammad Arifin yang berada di belakang. Selaku tuan rumah, mereka menyampaikan permohonan maaf.

VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengatakan pihaknya akan melakukan kunjungan ke Kesultanan pada Rabu (21/1/2026). Hal itu setelah mendapatkan kesepakatan dari pihak kerabat Kesultanan.

"Sebagai bentuk apresiasi, PT KPB telah menyampaikan permohonan silaturahmi resmi pada Selasa (13/1), selanjutnya pada Rabu (14/1), juga melakukan kunjungan kepada kerabat Kesultanan dengan sepengetahuan Yang Mulia Ayahanda Sultan, dalam pertemuan itu disepakati rencana agenda pertemuan dengan Yang Mulia Ayahanda Sultan," jelasnya dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai bentuk itikad baik, dalam agenda itu PT KPB akan menyampaikan apresiasi atas kehadiran serta permohonan maaf secara langsung atas ketidaknyamanan yang timbul, kepada Kesultanan dan masyarakat Kutai. Asep mengatakan hal tersebut merupakan bentuk keterbatasan kewenangan dan ketidaksempurnaan pihaknya dalam pelaksanaan kegiatan.

"Dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengurangi rasa hormat kepada Yang Mulia Ayahanda Sultan maupun marwah Kesultanan Kutai Kartanegara," tegasnya.

Asep juga menyampaikan jika pihaknya selaku tuan rumah penyelenggara kegiatan menaruh penghormatan yang tinggi terhadap peran Sultan Aji sebagai tokoh adat dan pemangku budaya di Kaltim. Yaitu melalui komunikasi yang telah terjalin sejak awal kunjungan ke Kedaton.

"Sebagai tuan rumah kegiatan, PT KPB telah membangun komunikasi intens dengan kerabat Kesultanan. Dapat kami sampaikan bahwa komunikasi tersebut terus terjaga mulai dari pada saat kunjungan langsung ke kedaton kesultanan untuk menyampaikan informasi acara, lalu proses kedatangan, selama rangkaian acara berlangsung, hingga kepulangan ayahanda Sultan," tuturnya.

Lanjutnya, dengan adanya peristiwa ini PT KPB akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Agar semakin peka terhadap aspek adat, adab, dan nilai budaya lokal.

"Serta terus membangun sinergi yang harmonis melalui filosofi "betulungan" (gotong royong) demi kesejahteraan masyarakat luas," pungkasnya.

Untuk diketahui, Sultan Kukar menghadiri acara peresmian megaproyek kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina oleh Presiden Prabowo di Balikpapan, Senin (12/1/2026). Saat itu Prabowo menyapa para hadirin.

Selain jajaran kabinet, Prabowo juga menyapa Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Wali Kota Balikpapan Rahmat Mas'ud, hingga Sultan Kukar. Sultan pun berdiri dan tangannya menghormat kepada Presiden. Namun Prabowo tampak heran karena Sultan duduk di belakang.

"Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Mohammad Arifin. Hadir? Yang Mulia. Sultan kok ditaruh di belakang?" kata Prabowo sambil menunjukkan gestur tangan agar seharusnya duduk di depan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Berkunjung ke Pusat Penangkaran Buaya di Balikpapan "
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads