Nasib Tenun Samarinda di Tengah Krisis Benang Sutra

Nasib Tenun Samarinda di Tengah Krisis Benang Sutra

Rafida Fauzia, Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 16 Jan 2026 10:31 WIB
Perajin menyelesaikan pembuatan tenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Kampung Tenun, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (14/1/2026). Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Barlin Hady Kesuma, bahwa 120 penenun aktif di Kampung Tenun Samarinda Seberang tersebut masih kesulitan bahan baku berupa benang sutra untuk memproduksi sarung tenun kategori premium guna melestarikan sarung tenun Samarinda sebagai salah satu khazanah budaya di Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Tenun Samarinda. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Samarinda -

Samarinda punya warisan budaya berupa kain tenun, yang diproduksi secara manual di Kampung Tenun Samarinda Seberang. Namun, produksinya kini terhambat karena ketersediaan benang sutra yang semakin menipis.

Dilansir detikFinance, penenun di kampung tersebut masih berupaya bertahan memproduksi sarung tradisional khas Samarinda di tengah keterbatasan ini. Produk yang paling terdampak yakni tenun premium.

Penenun Kampung Tenun Samarinda dikenal dengan hasil kerajinannya yang dibuat secara manual menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Produksi secara tradisional ini dilakukan untuk menjaga kualitas serta nilai budaya sarung tenun Samarinda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keterbatasan benang sutra ini secara tidak langsung berdampak pada upaya pelestarian warisan budaya di Samarinda. Penenun berharap agar krisis ini dapat segera diatasi dan mereka bisa berproduksi seperti biasanya.

Berdasarkan catatan detikKalimantan, sarung tenun Samarinda tidak hanya berfungsi sebagai pakaian tradisional, tetapi juga memiliki makna filosofis yang kuat. Setiap motif yang ditenun di dalamnya mencerminkan nilai-nilai kehidupan, seperti kesabaran, ketekunan, dan harmoni dengan alam.

Motif-motif tertentu sering kali mengandung harapan, doa, serta hubungan antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Sarung ini juga menjadi simbol status sosial di kalangan masyarakat. Semakin rumit motif dan semakin berkualitas bahan yang digunakan, semakin tinggi pula nilai pemakainya.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads