Perayaan Tahun Baru rasanya belum lengkap tanpa letupan kembang api yang memecah keheningan malam. Bagi banyak orang, kembang api bukan sekadar hiburan visual, melainkan simbol sukacita dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Cahaya dan suaranya dipercaya membawa keberuntungan serta mengusir hal-hal buruk dari tahun yang telah berlalu. Kenapa tahun baru identik dengan kembang api?
Sejarah Kembang Api
Dikutip dari buku Why? Ride oleh YeaRimDang Publishing, sejarah kembang api dimulai saat bubuk mesiu ditemukan pada sekitar abad ke-9. Seiring dengan berkembangnya teknik pembuatan bubuk mesiu di Tiongkok, ditemukan bahwa tercipta percikan api saat bubuk mesiu meledak.
Cara kerja kembang api terletak pada shell atau inti dari kembang api, terbentuk dari bubuk hitam dan star yang dibungkus dengan kertas pembungkus. Dengan menggunakan bubuk mesiu sebagai propelan dari landasan peluncuran untuk menembakkannya ke udara, star akan meledak di udara dan menciptakan bentuk kembang api.
Star membuat warna atau bentuk dari kembang api. Logam yang terkandung di dalamnya, memiliki karakteristik memunculkan warnanya sendiri saat diletakkan di api.
Bubuk hitam membuat star terbakar saat keluar dari kertas pembungkus. Di bagian luar kembang api ada sumbu panjang untuk menyalakan api yang akan memicu pendorong memberikan kekuatan agar kembang api bisa naik ke udara, dan alat peledak menembakkan kembang api ke langit.
Simak Video "Video: Pramono Bakal Terbitkan SE Imbauan Tak Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru"
(aau/aau)